Ajaran Kepemimpinan Hindu Edisi 3 (Artasastra)

Apakah ilmu politik ada dalam agama hindu….?Tentu Ada,

Dimanakah pelajaran Ilmu Politik itu dimuat? Dalam Kitab Arthasastra

Seperti apakah kitab Artha sastra itu?..Ringkasnya Arthasastra mengajarkan berbagai ajaran kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Arthasastra di tulis oleh Kauntilya atau dikenal pula dengan nama Chanakya, sekitar tahun 250 SM.

Kitab ini ditulis oleh Kauntilya saat mana keadaan politik di negeri India kacau, para pejabat/bangsawan sibuk berpestapora, negara tidak terurus, korupsi merajalela di sana-sini, yang menjadi korban adalah rakyat, rakyat dibebani berbagai macam pajak dan iuran/pungutan yang tidak perlu. Terlebih lagi India saat itu mengalami ancaman ekspedisi militer dari Kaisar Alexander Yang Agung raja Yunani

Sebagai seorang yang terpelajar, cerdas dan perduli dengan keadaan rakyat Kauntilya memberikan kritik pada kekuasaan saat itu, namun penguasa saat itu menghinanya. Hal ini tidak menyurutkan semangat dari Kauntilya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. Dia bertekad membangun kekuatan rakyat untuk meruntuhkan kekuasaan yang korup.

Langkah awal yang diambilnya adalah membangun kesadaran rakyat terhadap negara, ini dilakukannya dengan berkeliling ke seluruh wilayah India. Setelah kesadaran rakyat terhadap negara terbangun maka beliau mengajarkan tentang kekuasaan, merebut kekuasaan, mempertahankan kekuasaan dan memfungsikan kekuasaan sebagai istrumen kesejahteraan sosial.


Kauntilya mengajarkan bagaimana menjatuhkan para penguasa yang korup dengan memanfaatkan Indria (nafsu), yaitu dengan membiarkan mereka terjebak dalam kubangan nafsu, sebaliknya kekuatan rakyat digalang dengan melakukan pengendalian Indria (nafsu) seperti yang diajarkan dalam Kitab suci Weda.

Chanakya bersama rakyat berhasil menjatuhkan penguasa dengan menjebak para penguasa pada kubangan nafsu (Indria) mereka. Beliau menobatkan muridnya Chandragupta menjadi Raja kerajaan saat itu. Seorang pemuda dari rakyat jelata, golongan sudra. Sejak itu kerajaan dikuasai oleh rakyat dan pemimpin yang mau melayani rakyat. Kerajaan ini kemudian berkembang pesat sehingga mampu menguasai sebagian besar India selatan. Kerajaan ini kemudian dikenal dengan nam Kerajaan Asoka. Kerajaan ini merupakan pusat perkembangan kebudayaan yang berbasiskan rasionalitas yang dirintis sejak Upanishad dan Buddha sekitar tahun 600 SM.

Raja Asoka generasi dari Chandragupta, menghapuskan deskriminasi sosial dan mengumumkan penghapusan segala tindak kekerasan untuk mencapai tujuan apapun dalam wilayah kekuasaanya.

Bagaimana dengan Kekuasaan kini..? Para penguasa kini juga menggunakan kekuatan Indria untuk melemahkan kekuatan rakyat, mereka biarkan budaya konsumerisme melanda negeri ini. Sehingga sebagian besar masyarakat terjebak dalam budaya konsumerisme ini. Mereka para penguasa menari riang di atas penderitaan rakyat.

Apakah pemimpin terdahulu sadar akan hal ini? Soekarno dan para pahlawan, sadar betul dengan hal ini, Beliau menggunakan kekuatan pengendalian Indria juga untuk membangun kekuatan dalam negeri ini, dengan seruan BERDIKARI (Berdiri di kaki sendiri), tak henti-hentinya beliau menyemangati rakyat untuk maju, mengusir penjajah dari negeri tercinta ini. Karena hanya masyarakat yang mandiri tidak kehilangan kedaulatannya, mereka tidak lagi tergantung dari negeri lain, sehingga tidak ada satupun negara lain bisa mendikte negeri tercinta ini.

Mahatma Ghandi juga demikian, dengan taktik Arthasastra, memotivasi rakyatnya untuk menahan diri, tidak menggunakan produk luar, dengan ajaran swades, ahimsa, hartal, mengusir penjajah Inggris hingga India meraih kemerdekaan

Bagaimana dengan di Bali….? Para master (mpu) jaman dahulu, juga sadar betul dengan hal ini, beliau dengan menggunakan taktik Arthasastra pula membangun kehidupan rakyat yang damai, makmur dan sejahtera. Mpu/Rsi Markandeya membangun organisasi SUBAK untuk mengembangan perekonomian melalui pertanian. Mpu kuturan membangun organisasi DESA PEKRAMAN untuk membangun kepribadian dan kebudayaan.

About these ads

~ oleh made24 pada Februari 7, 2008.

Satu Tanggapan to “Ajaran Kepemimpinan Hindu Edisi 3 (Artasastra)”

  1. Thx bwt infonya…
    Materi nya cocok bwt tgz gw

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: