Belajar Beternak Sapi Bali

Semasa kecil setiap musim tanam padi, kakek sering mengajak aku membajaksawah. Bajak yang ditarik oleh dua ekor sapi, sambil bercerita kakek mengajariku membajak sawah. Aku heran kenapa sapi-sapi itu begitu nurut sama kakek. Kakek meneriakkan sesuatu yang aku sendiri tidak mengerti artinya, tapi anehnya setiap kali kakek bersuara jussss…. sapi-sapi itu berjalan pelan menarik bajak. Mendekati belokan kake biasanya bilang kert..ket ket… sapi-sapi itu akan mengurangi kecepatan seperti menekan rem saat naik kendaraan rasanya.

Sapi-sapi itu juga dengan tenang terus mengikuti suara-suara yang dikeluarkan kakek. Aku sangat kagum dengan sapi-sapi ini, selain tenaganya cukup besar, kalo sudah besar dijual harganya mahal. Belakangan setelah aku sekolah baru aku tahu, sapi itu ternyata ada bermacam-macam. Ada sapi unggul ada sapi bukan unggulan. Sapi yang sering kami jumpai di kampung kami disebut sapi Bali. Salah satu nutfah sapi unggulan yang asli Indonesia.

Setelah mulai bekerja ada keinginan untuk memiliki sapi, sebagai salah satu investasi. Cerita dari para tetua di kampung kami, sapi setelah dua tahun bisa dijual dengan harga dua kali lipat harga sebelumnya (harga bibitnya). Kedengerannya sangat menarik minatku.

Suatu hari aku jalan-jalan ke Jakarta dan mampir ke Gramedia, toko buku yang memiliki ratusan koleksi buku-buku menarik. Dari semua buku-buku yang terpajang, ada satu yang menarik perhatianku, “Cara Berternak Sapi Bali”. Ternyata sapi Bali udah cukup terkenal. Dari buku itu aku mengetahui bahwa sapi Bali itu memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan sapi-sapi yang lain. Sapi Bali selain dagingnya empuk dan enak, tenaganya bisa digunakan untuk membajak atau menarik gerobak. Sehingga banyak menarik perhatian orang untuk memiliki sapi Bali ini. Bahkan dari sebuah media masa yang pernah aku baca, Malaysia menternakkan sapi Bali alasannya adalah untuk membantu perkebunan kelapa sawit. Tidak hanya Malaysia, Australia juga telah membeli ribuan bibit sapi yang kemudian dikembangkan di daerahnya.

Wah ternyata sapi Bali cukup terkenal, bukan hanya di dalam negeri, juga di luar negeri. Sebagai putra Bali, ada keinginan untuk menternakkan produk unggulan asli Bali ini. Dari buku-buku yang aku baca ternyata ada dua model peternakan, yaitu: pertama disebut dengan pembibitan, kita memelihara sapi betina yang selanjutnya dikawinkan kemudian diperanakkan, anak-anak sapi ini kemudian kita jual sebagai produk. Kedua penggemukan, kita membeli bibit sapi (anak-anak sapi) kemudian kita pelihara hingga tumbuh besar setelah satu sampai dua tahun kita jual sebagai sapi potong atau dipakai tenaganya, sebagai produk.

Menurut kepercayaan kami sebagai umat Hindu Sapi adalah binatang yang suci, karena sapi membantu hidupa manusia, diantaranya: susunya sebagai pengganti ASI untuk diminum terutama bagi bayi yang ibunya memiliki air susu yang tidak lancar, dengan kata lain sapi memerankan peran Ibu bagi para bayi yang tidak beruntung. Kotorannya sebagai pupuk kandanga yang terbaik untuk tumbuh-tumbuhan seperti: palawija, dapur hidup, apotik hidup, lumbung hidup yang semuanya menopang kehidupan manusia. Tenaganya bisa digunakan untuk membajak sawah, juga sebagai penarik gerobag. Sapi jarang sekali berkelahi dengan sesama jenisnya, prilakunya juga santun sangat jarang mengganggu manusia. Oleh karena sedemikian banyak kontribusi sapi terhadap kehidupan manusia, maka umat hindu menyucikan sapi. Penyiksaan sapi dengan alasan apapun tidak dibenarkan.

Maka terjadilah kebimbangan dalam diri ini, apakah saya  melanjutkan rencana saya beternak sapi yang kemudian dijual untuk dipotong? Untuk keluar dari kebingungan ini, saya coba bertanya kepada Pandita Sri Bhagavan Dwija. Apakah berternak sapi Bali yang kemudian dijual untuk menjadi sapi potong melanggar ajaran Agama? Dengan tegas Beliau mengatakan bahwa: Sapi Bali adalah termasuk kelompok Banteng, bukan sapi yang disucikan sebagai penghasil susu untuk pengganti ASI. Jadi beternak sapi Bali tidak melanggar ajaran Agama.

Akhirnya saya mulai menabung untuk membeli bibit sapi Bali. Sedikit demi sedikit harapan saya kelak bisa menjadi banyak. Saya berusaha mencari partner kerja/tenaga kerja yang bener-bener orang miskin tetapi memiliki kemauan kuat untuk maju. Mimpi itu terwuju setelah saya bekerja di Timur Tengah.

About these ads

~ oleh made24 pada Juni 29, 2008.

31 Tanggapan to “Belajar Beternak Sapi Bali”

  1. KENALIN ZXV_GENK……………………..
    “NO COMMENT”

  2. Om Swastyastu (Semoga Semua Berbahagia)

    Trims ya udah mampir ke Blog Kami..
    Semoga menu yang kami sajikan ada yang bermanfaat buat saudara.

    Suksma

    Damai, Damai, Damai

  3. apa boleh sapi bali diternak i luar p. bali????

  4. boleh dong

    Australia dan Malaysia saja sudah menternakkannya
    Kalo yang punya modal, tunggu apalagi…?

    salam
    papa diva

  5. saya juga ingin belajar berternak sapi bali, boleh tahu bagaimana caranya?

  6. boleh dong,

    mbak rasti bisa beli buku beternak sapi Bali di Gramedia.
    secara singkat saya katakan ada dua model beternak sapi;

    1. Pembibitan : Anda memelihara induknya untuk kemudian di peranakkan, selanjutnya anaknya dijual sebagai bibit sapi

    2. Penggemukan : Anda membeli bibit sapi kemudian dipelihara sampai 1-2 tahun, kemudian setelah gede dijual.

    Demikian singkatnya.

    Salam
    Bapaknya Diva

  7. Harga bibit sapi bali berapa?bisa gak dikirim ke aceh?saya ingin beternak di aceh?mohon info ya

  8. Saat ini harga bibit sapi Bali sekitar tiga setengah juta.
    Kalo ke Australia dan ke Malaysia bisa dikirim, so pasti ke Aceh bisa dikirim yah..

  9. Halo bli, salam kenal. Saya juga tertarik melihara sapi utk pembibitan, kebetulan sudah mulai kecil2an dan blm berhasil (sapi ada yg mati & mandul) Sekarang mau coba lagi, mungkin bs sharing sedikit pengalaman? mengingat saya pake cara yg sama yaitu memakai jasa partner utk melihara bibit sapi dan memang sulit memilih partner yg bisa dipercaya.
    Suskma bli.

  10. Hai Ngurah

    Salam kenal juga

    Dalam setiap usaha pasti ada resikonya. FAIL (gagal) adalah awal dari pembelajaran, FAIL = First Action In Learning. Dengan adanya kegagalan itu kita bisa lebih teliti dalam memilih bibit, lebih jeli dalam mencari pasangannya, perhatikan kandangnya; sapi sama seperti kita, kalo rumahnya bersih/nyaman pasti enak beranak pinang.., pakannya juga kudu bagus, kalo pakannya bagus, dia akan memiliki tubuh sehat, sehingga nantinya bisa berkembangbiak dengan cepat.

    Memilih partner juga butuh kesabaran, dan kejelian, pengalaman tiang melakukan usaha penggemukan ada juga sih yang gagal sekitar 20%lah, tapi boleh dikatakan 80% berhasil. Dengan pengalaman itu jadi bisa mengetahui keadaan yang sebenarnya.

    Sabar yah…
    Semoga berhasil

  11. kalau boleh tau, gmana analisa usaha anda, suksma

  12. Dasar pemikiran saya simple,

    Ingin melakukan sesuatu untuk orang lain, tapi kita juga dapat untung. Ini tidak mudah tapi bukan tidak mungkin, asal ada usaha.

    Itu saja

    Suksma mewali.

  13. Lagi mau mulai nih. Cuma masalah lahannya susah banget di Bekasi. Mahal.

  14. salam kenal,

    kalo dari berita yg pernah saya baca di koran kompas, katanya bibit betina sapi bali tidak boleh keluar dari bali dengan alasan untuk menjaga populasi sapi bali asli, bener gak sih? sebenarnya saya kepingin sekali beternak sapi bali. kebetulan saya tinggal didaerah cirebon, bisa gak ya???

    • Salam kenal juga,

      Nah jujur saja yang ini saya belum tahu pasti, karena kami masih mekuli ring gurun pasir, mengenai peraturan keluar Bali mohon maaf kami belum update…

      Terima kasih telah mampir ring blog kami.

  15. Bli saya tertarik untuk ternak sapi bali, saya berencana buka dijambi. Mohon info harga bakalan & ongkos kirim. Terima kasih

    • Berty..

      Mohon maaf saat ini tiang ada di Abu Dhabi jadi tidak update dengan info-info harga, ongkos kirim, dll.
      Bisa ditanya ke Departemen Pertanian bagian Peternakan.

      Thanks

      MM

  16. Om Swastiastu,
    Tiang tertarik untuk berternak sapi(bali) secara intesif agar lebih menguntungkan, tapi belum punya referensi/acuan. Apa saja judul buku yang bisa dipakai petunjuk/referensi agar berternak lebih terarah…? Suksma… Om santi…
    Nang Yogi / desa bugbug, karang asem / yan.yogi@yahoo.co.id

  17. mohon donk dikirimin alamat di sigaraja,kebetulan ortu jg di sana

  18. wah..tulisannya menyemangati saya untuk lebih mengembangkan peternakan sapi bali, saat ini masih kerja & mulai membeli seekor sapi yang alhamdulilah sudah beranak :-)
    Bisa tolong diulas tips & triks beternak yang sukses mulai dari nol.

    • Salam sejahtera,

      Terimakasih telah mampir di blok kami, semoga coretan-coretan kami memberikan manfaat.

      Semoga usaha sapinya semakin lancar.

      Salam Sukses
      Made M.
      Abu Dhabi

  19. salam kenal dari malinau

  20. Salam Kenal juga Pak Saleh

    Made M.
    Abu Dhabi

  21. Selamat pagi, salam kenal
    nama saya Agus di Jimbaran Bali. saya sudah membeli bibit sapi bali satu stengah tahun yang lalu dan menggemukkannya sampai sekarang, sekarang saya mau jual kalau ada yang tertarik boleh hubungi saya di email gausvara@yahoo.com. saya punya 14 sapi untuk di jual. terima kasih

  22. Sya Prabowo sengan no kontak 081916190087 dan 081338690030 mencari 300 okor sampai 500 ekor sapi jantan dan betina dengan bandingan 1-3 buat yang betina untuk di kembangkan di kaltim, kalo anda bisa membantu saya tolong menghubungi saya di no tsb di atas, atas perhatiannya terima kasih ( Berapa harga per ekornya)

  23. Menjelang pensiun, Saya berminat memiliki usaha peternakan sapi dan mohon info ttg jenis sapi yg cocok untuk diternakkan didaerah Garut, ketinggian sktr 600 d.p.l. Trm ksh, Indro P Widodo.

  24. selamat mlm n salam kenal ya…
    umur saya masih 16th,tp udah pengen punya ternak sapi sjak msh SD.
    mksh ya artikelnya…..SEMOGA SUKSES

    • Salam Kenal Juga Ririn,

      Di usia muda tidak menghalangi untuk menjadi peternak sapi, kami di Bali sejak SD sudah biasa memelihara sapi, namun karena saat itu masih belum punya modal, biasanya teman-teman kami kerja sama dengan pemilik modal, hasilnya nanti 50:50.

      Semoga kelak menjadi peternak sapi
      Salam sukses selalu

  25. saya petenak sapi bali, skarang saya mencari donatur yang mau bekerja sama untuk mananamkan modal dengan bagi hasil. yang tertarik dengan peluang usaha ini dapat menghubungi ke nomor 081391845096 Dwi. lokasi peternakan cukup menjanjikan di areal perkebunan dengan stok rumput yang cukup. lokasi tempat di cot girek, aceh utara. Aceh

  26. keren

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: