TANGGAPAN TERHADAP BUKU RAMALANTENTANG MUHAMMAD S.A.W DALAM KITAB SUCI AGAMA ZOROASTER, HINDU, BUDDHA, DAN KRISTEN

TANGGAPAN TERHADAP BUKU RAMALAN

TENTANG MUHAMMAD S.A.W  DALAM KITAB SUCI

AGAMA ZOROASTER, HINDU, BUDDHA, DAN KRISTEN

Disampaikan pada seminar bedah buku: “Ramalan Tentang Muhammad S.A.W.” (Dalam Kitab Suci Agama Zoroaster, Hindu, Buddha, dan Kristen)

I.             Pengantar.

Pertama-tama saya menyampaikan apresiasi terhadap penulis buku “Ramalan tentang Muhammad S.A.W.” yaitu Abdul Haq Vidyarthi, dan Abdul Ahad Dawud atas kesediaannya membaca kitab-kitab suci dan sastra-sastra Hindu, yang memang jarang dilakukan oleh umat non Hindu, kecuali para Indolog.

Apresiasi juga saya sampaikan kepada penerbit yang dalam pengantarnya menyatakan bahwa kehadiran buku tersebut tidak dimaksudkan untuk menonjolkan satu agama diatas agama yang lain, tetapi berharap untuk membuka jalan dialog antar umat agama.

Selanjutnya saya ucapkan terima kasih kepada BEM Fakultas Ushuludin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang telah mengundang saya dalam acara bedah buku hari ini dengan tujuan yang baik,

Semoga pintu hati kita semua terbuka untuk berdialog saling mengenal dan memahami secara utuh keberadaan tiap agama yang hidup dibelahan dunia ini.

Dalam pada itu saya akan menyajikan uraian singkat tentang Hindu yang berkaitan dengan uraian buku Ramalan tentang Muhammad S.A.W., serta beberapa apresiasi kritis terhadap tulisan tersebut.

II.          Agama Hindu dan Kitabnya.

Hindu adalah agama yang perjalanan usianya sangat panjang bahkan dikatakan tertua di dunia. Kitab sucinya disebut Veda yang berisi pengetahuan yang amat luas dan mengandung kebenaran abadi (sanatana dharma). Kitab ini menggunakan bahasa Sanskerta.

Sumber pertama Veda Sruti adalah Rg Veda yang merupakan kumpulan wahyu/sabda Brahman. Wahyu ini diterima oleh para Maharsi yang dikenal dengan sebutan Sapta Rsi.

Veda Sruti lainnya adalah Sama Veda, Yajur Veda, dan Atharva Veda. Masing-masing Veda memiliki kitab Mantra, Brahmana, dan Upanisad. Sumber kedua dari ajaran Hindu adalah Kitab Smrti yang terdiri dari kitab-kitab Vedangga, dan kitab-kitab Upaveda. Itihasa dan Purana tergolong dalam kodifikasi Upaveda. Sedangkan kitab-kitab lainnya tergolong Nibandha yang tidak termasuk didalam kodifikasi Veda, seperti Brahma Sutra, Bhasya, Tantra, dan lainnya.

Kemudian kitab Bhagavad Gita merupakan Veda Sruti yang disabdakan kembali melalui Avatara Krsna untuk mengingatkan intisari sabda yang telah disampaikan sebelumnya agar manusia kembali ke jalan yang benar.

Agama Hindu memandang bahwa semua umat manusia bersaudara (Vasudaiva Kutumbhakam) , bahkan pada tahap penghayatan tertinggi semua ciptaan ini harus disadari sebagai insan yang memiliki daya hidup (Atman) yang sama (Tat Tvam Asi). Menurut Veda, setiap entitas mencintai eksistensinya untuk berkembang secara wajar, karena itu dia harus diperlakukan sebagai sahabat yang disayangi. Setiap mahluk ciptaan harus menjadi dirinya sendiri, bukan menjadi yang lain.

(Pranah yathatmano’bhikstah

Bhutani api te tatha

Atmanyopamyena bhutanam

Dayam kurvanti sadavah)

Dalam konteks sosial, Hindu sangat menerima keberadaan pluralitas multikultural, sehingga tidak mengutamakan keseragaman, melainkan membiarkan keberagaman bertumbuhkembang sebagai suatu keindahan.

Dalam konteks keyakinan keberagaman, Hindu sangat toleran. Setiap keyakinan diberikan berkembang dan Brahman akan meneguhkannya untuk mencapai hidup sejahtera (Bh.G.IV.II, VII.21,22) . Dalam konteks kenabian, Hindu bersifat non profetik. Hindu menghormati para Maharsi tetapi setiap umat bebas mengamalkan keyakinannya.

Maharsi bukanlah utusan Tuhan, sedangkan Avatara adalah manifestasi kemahakuasaan Tuhan yang turun ke dunia dengan mencipta diri-Nya (tadatmanam srjami), guna menyelamatkan dan menegakkan Dharma.

Dalam pada itu maka setiap ajaran yang diturunkan kemudian, adalah dinyatakan sebagai pengulangan dari sabda/wahyu yang telah dilupakan manusia. (Sa evayam maya te’dya, yogah proktah puratanah)

Hal ini berarti bahwa ajaran Veda (kecuali tafsir yang dilakukan manusia) bukan tidak digunakan lagi setelah diturunkan-Nya sabda yang belakangan. Akan tetapi praktek keagamaan yang menyimpang dari Dharma Veda itulah yang diluruskan kembali.

III.    Kritik terhadap buku “Ramalan tentang Muhammad S.A.W.”

Dalam buku Ramalan tentang Muhammad SAW,  Abdul Haq Vidyarthi dan Abdul Ahad Dawud berupaya untuk memberikan pembelaan terhadap Muhammad sebagai nabi penyelamat peradaban manusia. Mereka mencoba membuktikan adanya ramalan-ramalan ini melalui pembenaran dari teks-teks seperti misalnya, kitab Purana yang ditulis oleh Resi Vyasa. Selain itu juga dikutip beberapa sloka dari Atharva Veda dan Kuntap Sukt.  Upaya mereka patut untuk diseksamai, karena tidak saja mereka mencoba mencari garis merah dari seluruh agama-agama manusia, namun mereka mencoba menyodorkan tentang pandangan kebenaran yang universal. Hindu adalah agama yang menekankan pada kebebasan individual untuk mengejar dan menerjemahkan pengertian yang plural tentang kebaikan. Karena itulah umat Hindu mengenal frase, “Ekam Sat Viprah Bahuda Vadanti”. Kebenaran itu satu namun orang bijak menyampaikan dengan berbagai wacana. Melalui pengertian ini sesungguhnya etika Hindu menekankan untuk saling menghargai dan menjaga pluralisme tersebut, karena meskipun berbeda, sesungguhnya dalam tahap esotoris setiap agama sama-sama mencari perdamaian dan kebaikan.

Dalam semangat pluralisme itulah kita mencoba menelaah teks ramalan ini. Buku ini menyebutkan bahwa Muhammad sebagai Resi akan datang kedunia dan memberikan keselamatan bagi kita semua. Para penulis mengatakan, “Namun perlahan-lahan, agama ini terkotori dan karenanya Islam dibutuhkan.”(hlm. 35). Maksud dari bagian ini adalah para penulis berusaha menunjukan bahwa agama Hindu mengalami masa-masa kegelapan, dan Muhammad sebagai pembawa pesan dari agama Islam akan menumpas kegelapan tersebut. Sebagain besar dari pembelaan penulis diambil dari Bhavishya Purana. Dimana mereka menginterpretasikan bahwa kitab suci Hindu sudah meramalkan tentang datangnya seorang Resi dari tanah Arabia, yaitu Muhammad.

Ada dua kritik yang dapat dipaparkan di dalam komentar ini, yang pertama adalah mengenai kedudukan kitab Purana di dalam kodifikasi Veda, serta yang kedua adalah mengenai potensi kekeliruan interpretasi. Pada kritik yang pertama, sesungguhnya para penulis sudah menyampaikan bahwa Purana oleh beberapa sekte Hindu ditolak sebagai wahyu. Secara lebih ekstrem sebenarnya para penulis melalaikan dikotomisasi Veda dari Dharmashastra lainnya. Menurut Servapalli Radhakrishnan, dengan jelas ia membagi dan membela pandangan yang mengatakan bahwa Veda dapat dibedakan menjadi dua, yang pertama adalah Veda Sruti, sedangkan yang kedua adalah Veda Smrti.

Veda Sruti diterima oleh umat Hindu sebagai hasil pewahyuan dari Tuhan, dimana otoritasnya mutlak dan absolut di dalam Hindu. Veda Sruti terdiri dari empat bagian Veda yang disebut Catur Veda. Catur Veda ini dianggap sebagai pedoman utama dan menjadi teks acuan bagi segala bentuk pemujaan. Sedangkan Veda Smrti adalah bagian dari Veda yang dikatakan sebagai tafsir, atau ekstensifikasi dari Veda Sruti yang berhubungan dengan segala bentuk elaborasi tafsir yang diinspirasikan dari Catur Veda. Veda Smrti terdiri dari Vedangga dan Upaveda. Di dalam Upaveda terhimpun berbagai kitab seperti: Ithiasa, Purana, Arthasastra, Ayurveda, Gandharvaveda, Dhanurveda, dan sebagainya.

Disamping kedua pembagian tersebut masih terdapat kitab yang tergolong Nibandha, yaitu kitab yang tidak merupakan kelompok Veda tetapi isinya memberi pandangan tersendiri terhadap kitab Sruti dan Smrti, misalnya kitab Tantra, Brahma sutra, Vedanta sutra, Bhasya, Brahmamimamsa, dan sebagainya.

Melalui pembagian ini seharusnya penulis menyadari bahwa kedudukan dari Purana adalah sesuatu yang tidak absolut, apabila dibandingkan dengan Catur Veda. Dimana teks-teks Smrti ini dapat dikontekstualisasik an dan dapat dikoreksi seiring dengan perkembangan zaman. Dalam hal ini penulis mencoba dengan keras untuk menaruh Purana sebagai sumber teks Hindu yang utama, dimana sebenarnya Purana tidak menempati kedudukan semacam itu. Selain itu Purana dikompilasikan oleh Resi Vyasa dalam konteks untuk menyederhanakan pesan Veda Sruti agar dapat tersampaikan melalui cerita, epos, atau legenda-legenda.

Berlanjut ke kritik kedua, tidak semua yang dikompilasikan oleh Resi Vyasa tersampaikan secara sederhana. Ada bagian-bagian dari Purana yang diakui oleh banyak peneliti Veda sebagai sloka-sloka yang sulit untuk diinterpretasikan. Sayangnya bagi para penulis, sloka-sloka ini (Prati Sang Parva III : 3,3,5-8 dan sloka 10-27, dan III : 1, 4, 21-23) diterjemaahkan oleh para penulis sebagai bukti ramalan hadirnya Muhammad sebagai Resi dan pembawa perdamaian. Gadamer seorang tokoh Hermeneutika yang mengatakan bahwa dalam pencarian makna yang sesungguhnya maka harus ada fusi atau peleburan antara pembaca dan teks secara sehat. Dimana peleburan ini harus bebas dari prasangka-prasangka yang penuh dengan asumsi. Apa yang dilakukan oleh penulis buku ini adalah interpretasi yang melalaikan fusi yang sehat tersebut, sebaliknya penulis serta merta menginterpretasikan secara bias bahwa Muhammad adalah raja yang akan datang dan menyelamatkan Hindu.

Dari segi bahasa juga berpotensi menimbulkan kekeliruan penafsiran. Bahasa sanskerta akan sulit dipersamakan pengertiannya dengan bahasa lain, misalnya kata “mahamada” dalam bahasa sanskerta berarti sangat mabuk, “mamah” berarti milikku, dan sebagainya.

Salah tafsir adalah kekeliruan yang sering timbul dalam studi tafsir kitab suci. Sehingga sloka-sloka yang dikutip dijadikan pembenaran sepihak bagi horizon sang pembaca. Selain itu tafsir orang terhadap teks yang rumit seperti Purana dapat berbeda-beda, misalnya di kitab yang sama, Purana di bagian, Pratisargaparvan III 3.3.5-27 A.K Ramanujan seorang pakar Purana menafsirkan mengenai tokoh Mahmada (yang seringkali ditafsir sebagai Muhammad), dimana di dalam teks tersebut dikatakan bahwa Mahmada (dalam teks asli disebut Mahamada) adalah seorang Dharmaduka, atau orang yang akan menyimpangkan ajaran-ajaran Dharma, kemudian juga dikatakan bahwa Mahmada adalah seorang Paisacadharma, atau orang yang mencoba menyimpangkan Dharma ke arah agama yang yang sesat. Selain itu di sloka selanjutnya juga dikatakan bahwa Mahmada adalah seorang jelmaan Tripursura seorang raksasa yang nantinya akan ditumpas oleh Dewa Shiva.

Melalui dua kontradiksi tafsir ini kita dapat menyimpulkan bahwa tafsir dapat melahirkan pemaknaan yang bermacam-macam, bahkan saling bertolak belakang. Dari pengertian inilah maka akan sulit sekali meniscayakan satu jenis arti sebagai sesuatu yang absolut dan final. Inilah kesulitan yang muncul di dalam sloka-sloka atau ayat-ayat yang multitafsir semacam ini. Kondisi ini seharusnya dibijaksanai lebih dalam, dimana tafsir ini tidak bisa sertamerta lahir dari konsepsi bias yang dilakukan oleh penulis, konsepsi yang seharusnya juga tidak lepas dari kontekstualisasi sejarah dan waktu.

Sebenarnya masih banyak hal yang dapat didialogkan terhadap isi buku ini, sehingga harapan dari penerbit buku ini dapat tercapai dan membawa kedamaian bagi kita semua.

IV.       Harapan

Dalam masyarakat pluralitas multikultural seperti Indonesia , buku ini tentunya berguna sebatas wacana budaya ilmiah dengan tetap menerima dan menghargai keberadaan agama yang berbeda, serta saling menjaga kebebasan beribadat setiap umatnya, demi kerukunan dan kedamaian. Semoga Brahman Yang Maha Esa selalu mencerahi pikiran kita ke arah kebaikan.

Jakarta,  8  April  2008

Sekretaris Umum Parisada Pusat

Kol. Inf. (Purn) I Nengah Dana, S.Ag.


Disampaikan pada seminar bedah buku: “Ramalan Tentang Muhammad S.A.W.”

(Dalam Kitab Suci Agama Zoroaster, Hindu, Buddha, dan Kristen)

About these ads

~ oleh made24 pada Desember 24, 2008.

41 Tanggapan to “TANGGAPAN TERHADAP BUKU RAMALANTENTANG MUHAMMAD S.A.W DALAM KITAB SUCI AGAMA ZOROASTER, HINDU, BUDDHA, DAN KRISTEN”

  1. Tafsir memang seringnya tidak lepas dari kepentingan penafsir. Tapi yang kita sadari, jangan-jangan memang tafsir itulah yang paling tepat buat penafsir. Sedangkan buat orang lain tafsirnya beda lagi.

  2. Tanggapan/Pengkajian Umat Hindu
    Editor Divka HD.

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Awatara dalam Hindu dipercaya sebagai inkarnasi/titisan Brahman/Tuhan, dalam hal ini sebagai Wisnu (Vishnu) atau pemelihara semesta. didalam kitab-kitab suci, disebutkan bahwa sampai dunia pralina, Tuhan akan menjelma sebanyak sepuluh kali untuk menjaga kelangsungan semesta. Dua di antaranya adalah Sri Rama dan Sri Krsna (cat: Buddha Gautama juga dipercaya sebagai Awatara menurut tradisi Budha.)

    Sebagai muslim tetntunya Hal ini akan diterima begitu saja pernyataan seperti ini. Apa lagi bagi mereka yang selalu menganggap non-muslim adalah kafir. Namun jika anda muslim yang mau sedikit terbuka (gak alim-alim abis) dengan mengetahui bagaimana itu awatara, sebenarnya dengan mudah kita dapat menemukan banyak sekali kelemahan dari hasil penemuan tersebut (yang notabene hanya didasarkan pada interpretasi dan pengalihbahasaan nama semata, yang belum tentu akurat pula). beberapa kelemahan diantaranya:

    Dalam Islam, Allah TIDAK BerinkarnasiKonsep Awatara dalam Hindu jelas-jelas menyebutkan bahwa Awatara merupakan perwujudan/inkarnasi Tuhan di muka bumi. Padahal Quran mengatakan bahwa Tuhan (Allah SWT) TIDAK pernah dan tidak akan mewujudkan diri dalam bentuk duniawi. Jadi konsep Awatara jelas tidak diakomodasi oleh Quran. Satu argumen ini saja sudah dapat meng-klaim dan memvonis kesalahan penemuan tersebut.

    Muhammad adalah UTUSAN Allah, BUKAN Allah
    Bahwa Awatara adalah Tuhan sendiri yang turun tidak saja tertulis dalam nubuat-nubuat Kitab Suci, melainkan juga DINYATAKAN sendiri oleh Awatara tersebut. Mari kita ambil kutipan dari Bhagavadgita 12: 8 berikut ini:

    Sri Krsna berkata kepada Arjuna:
    “Kepada-Ku sajalah pusatkan pikiranmu dan biarkanlah pemahamanmu berada di dalam-Ku. Hanya di dalam-Ku sajalah nantinya kamu akan hidup. Tentang hal ini tak perlu diragukan lagi”

    Di sini Sri Krsna jelas-jelas memposisikan diriNya sebagai TUHAN, karena hanya Tuhan-lah yang dapat mengucapkan (dan mempertanggungjawabkan) ucapan seperti itu. Dalam Bhgavad-Gita juga digambarkan bagaimana Sri Krsna menampakkan wujud ILAHI (bukan wujud duniawiNya) pada Arjuna, di mana Arjuna melihat bahwa dunia dan seluruh alam semesta berada DALAM diriNya.

    Bagaimana dengan Muhammad S.A.W.?
    Muhammad tidak pernah satu kalipun menyatakan dirinya sebagai Tuhan (aku adalah ALLAH), melainkan sebagai utusan Tuhan.
    Jika annda Muslim, mohon ingat kembali bunyi bagian kedua dari Syah’adat: “Aku percaya/bersaksi bahwa Muhammad adalah UTUSAN Allah). Muhammad juga tidak pernah tercatat memperlihatkan sesosok wujud ilahi pada pengikut-pengikutnya. Bahkan, Muhammad sangat ketat memegang peraturan mengenai pemujaan oknum lain selain Allah. Kemudian Umat muslimpun tak pernah menyamakan derajat Allah dengan Nabinya (muhammad SAW), lalu menyembahnya.

    Awatara Selalu mengajarkan Hindu, sedang Muhammad mengajarkan Islam. Koq ga Sejalan kalo memang Muhammad = awatara??

    Seperti yang kita semua ketahui, dasar iman utama umat Hindu adalah Panca Sraddha, di mana salah satu di antaranya adalah REINKARNASI. Ajaran mengenai kelima dasar iman Hindu ini secara KONSISTEN selalu disampaikan oleh seluruh Awatara. Akan tetapi, kita tidak akan pernah menemukan ajaran mengenai reinkarnasi ini dalam Al Quran (kecuali satu ayat yang menyebutkan tentang kelahiran dan kematian berulang-ulang yang ditafsirkan berbeda oleh umat Islam secara umum).

    Tentu saja ada kemungkinan bahwa Quran pun sebenarnya menyinggung-nyinggung tentang reinkarnasi, akan tetapi Quran juga memuat konsep lain yang lebih populer dan lebih diimani oleh umat Muslim pada umumnya yaitu konsep surga-neraka yang kekal abadi dan pengadilan akbar pada hari kiamat.

    Dalam Hindu mengenal Konsep MOKSA yakni menyatunya arwah (atman) dengan Brahman (tuhan YME) yang merupakan tujuan akhir daripada keyakinan Hindu. Bukan berada “disisi-Nya” sesuai dg ajaran Islam. Dan moksa tdk dikenal dalam Islam.

    lalu apa mungkin Kalki Awatara tiba-tiba mengajarkan ajaran yang bertentangan dari ajaran Awatara-Awatara terdahulu (yang notabene adalah diriNya sendiri juga?) seperti yang tertuang dalam WEDA.

    KesimpulanIni benar benar adalah penelitian yang pasti SALAH.

    Sungguh ini adalah sebuah klaim yang membuktikan ketidak PD-an umat muslim (yg sependapat dg artikel tsb.), sehingga Muhammad SAW. butuh diakui di kitab-kitab umat lain.

    Awatara selalu mengajarkan Hindu dan bersifat bijaksana serta universal dan tidak pernah mengajarkan 2 agama yang berbeda atau lebih, serta td pernah menganggap bahwa selain Hindu adalah sesat/salah. Ataupun mengklaim Bahwa Hindulah yang Paling Sempurna. Dan membenarkan semua cara untk memujaKU (dalam artian jalan yg positif) Ini sungguh bijaksana. alias tidak EGOIS.

    Sesungguhnya jika kita yakin kepadaNya, Tunduk padanya, maka disanalah kita dapat menemukan kasih sayangNya serta perlindungan Darinya.
    Dan Umat Hindu tak perlu pindah ke Islam.

    Divka HD
    ilovehindu.weebly.com

  3. sekedar command singkat oleh saya yang masih minim ttg Hindu. Dan ingin sekali membawa hindu lebih Universal, dan kita tdk hanya bangga dengan Hindu yg hanya org Bali saja..
    Semoga membantu..

  4. Om Swastyastu,

    Saudara Dana Lingga,

    Setiap penafsir pasti mentafsirkan apa yang dia baca berdasarkan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, minat dan ketertarikannya, tentu saja, tafsiran akan menjadi sesuatu yang cocok bagi dirinya sendiri.

    Namun disini orang yang bener-bener mumpuni, bisa melihat kebenaran yang lebih universal, bukan hanya dari satu sudut pandang saja. Orang-orang inilah mereka yang sudah lepas dari kepentingan pribadi, golongan, atau duniawi. Sayangnya sulit menemukan pribadi-pribadi seperti ini.

    Saudaraku Divka,

    Terimakasih telah berkunjung ke Blog kami,
    Terimakasih juga atas tanggapannya, memang betul sekali yang saudara uraikan di atas, kalo kita mau menuliskan sanggahan dari karya mereka, kita bisa menunjukkan banyak sekali bukti-bukti dari dari sisi logika, sejarah/historis maupun dari bukti-bukti dalam kitab suci masing-masing.

    Ya demikianlah, kita juga harus bersyukur dan berterimakasih kepada mereka, telah menuliskan secara mencolok yang membuat saudara-saudara kita yang hampir tertidur pulas jad terjaga, dan mulai bereaksi, inilah yang menjadi energi pendorong sehingga saudara-saudara kita mulai membaca lagi kitab suci kita yang maha luhur.

    Semoga semakin banyak saudara kita yang berani menulis mengungkapkan kebenaran.

    Om Santi Santi Santi Om
    made m. (papanya diva)

  5. Agama hindu agama tertua atau lebih dahulu atau bersamaan terciptanya jagat raya nah kalau ada ada yang mengkaitkan itu adalah ingin menyambung teologi dan filsafatnya sehingga menjadi suatu kesatuan dari sumber sang penyebab,kalau kita miskin teologi dan filsafat akan menjadi rancu, kebingungan, menyerah di perdebatan, hindu adalah sanatana dharma ( kebenaran yang abadi ) tak tercela, banyak jawaban , Hindu juga waidika Dharma ( Pengetahuan Kebenaran )

  6. Yg ingin saya komentari
    1. Jika analisa anda ttg kritik thdp Muhammad di dasarkan pada kitab. Saya ingin bertanya. SIAPAKAH YG DAPAT MENJAMIN KEOTENTIKAN kitab anda?apakah arkeolog?apkh kitab yg anda baca sama persis dgn 6000 tahun yg lalu? Sekedar info, pada zaman Nuh (eksistnsinya diakui 3 agama),pada zaman Nuh ada 5 orang Saleh yg kemudian disembah menjadi dewa lalu Umat Musa yg pernah menymbh sapi betina.jk qt liat cth di atas jelas bahwa baik pd zaman Nuh (relatif sezaman dg Hindu) maupun pd zaman Musa maka

  7. Yg ingin saya komentari
    1. Jika analisa anda ttg kritik thdp Muhammad di dasarkan pada kitab. Saya ingin bertanya. SIAPAKAH YG DAPAT MENJAMIN KEOTENTIKAN kitab anda?apakah arkeolog?apkh kitab yg anda baca sama persis dgn 6000 tahun yg lalu? Sekedar info, pada zaman Nuh (eksistnsinya diakui 3 agama),pada zaman Nuh ada 5 orang Saleh yg kemudian disembah menjadi dewa lalu Umat Musa pun pernah menymbh sapi betina.jk qt liat cth di atas jelas bahwa baik pd zaman Nuh (relatif sezaman dg Hindu) maupun pd zaman Musa maka qt dapat melihat bahwa agama spt Hindu jg dpt qt temukan di prdbn2 lainny,prlambngn tuhan oleh patung jg ada di agama2 slain hindu,dr cth 5 org saleh yg dijadikan dewa pd zaman Nuh, maka bgmn dgn Hindu? Adakah ajaran2 hindu telah prkmbng pd zaman Wiracarita? Siapa yg dapat menjamin bhwa A itu wahyu dan B itu bkn,tidak ada..Sekedar info Islam meyakini bhwa ada sktr 124 rb nabi yg diutus kpd kaum msg2,sehingga tdk mnutup kmungknan bahwa akar historisnya sama, manusia spt Yeshua Kristus dan Muhammad hanyalah org2 yg mervolusi ajran2 nabi trdahulu,yg telah trdistorsi…,tdk ada jaminan bhwa Veda itu murni dr TUHAN kecuali kyakinan qt sndiri,shgga pnafsiran anda pun hasil dr kyakinan anda,kyakinan bhwa Hindu selalu otentik,Hindu slalu murni dsb. Sehingga sudut pndng anda pun brbeda,ingat kyakinan bhwa Avatar adalah Tuhan yg menjlma itupun slh 1 tafsiran anda, Muhammad ktika menympaikan firman,berkata “Sembahlah Aku” ini bukan brrti Muhammad minta disembah. Hal yg sama bnyk qt temukan di BIBLE, dimana Musa,Isa pun bnyk menggunakan kata “Aku” ktika mnympaikan firman TUHAN.

  8. Om Swastyastu
    artinya :Ya Tuhan semoga kami semua dalam keadaan sehat dan bahagia selalu

    Saudara lukman terimakasih telah mampir di Blog kami, Terimakasih pula telah berkenan untuk memberikan komentar.

    Bila kita menganalisa dengan pendekatan logika, maka Fakta/bukti yang menjadi jawabannya:

    Pertanyaan yang sama akan saya tanyakan kepada Bang Lukman: SIAPAKAH YANG BISA MENJAMIN KEBENARAN TULISAN ATAU CERITA ANDA..? karena Bang Lukman sama dengan saya hidup jaman ini tidak mengalami masanya Muhammad, demikian pula saya tidak hidup di masa VEDA diwahyukan.. Bang Lukman menulis dari sudut pandang pemahaman Bang Lukman, yang tentu tidak sama dengan yang diwejangkan oleh Muhammad.

    Mahatma Gandhi pernah mengatakan: “Semua Agama pada awalnya suci dan bersih, namun karena orang yang menyebarkannya kemudian memiliki pemahaman yang berbeda, maka tampaklah Agama itu berbeda-beda, bahkan satu sama lain tampak seperti bertentangan.

    Demikian pula Muhammad suatu ketika mewejangkan: ” Kelak akan ada banyak aliran dalam Islam, namun hanya satu yang bener-bener murni, Bagaimanakah mengenalinya….? Dia yang bersumber pada Quran dan Al-Hadits, Semua aliran belakangan mengklaim mereka berdasarkan pada kedua kitab ini. Terus yang mana yang harus diikuti…?

    Dalam spritual kita berawal dari Kepercayaan dan Keyakinan, Bang Lukman meyakini kebenaran dan keotentikan kitab Bang Lukman, demikian pula kami.

    “tdk ada jaminan bhwa Veda itu murni dr TUHAN kecuali kyakinan qt sndiri,shgga pnafsiran anda pun hasil dr kyakinan anda,kyakinan bhwa Hindu selalu otentik,Hindu slalu murni dsb. Sehingga sudut pndng anda pun brbeda,ingat kyakinan bhwa Avatar adalah Tuhan yg menjlma itupun slh 1 tafsiran anda, Muhammad ktika menympaikan firman,berkata “Sembahlah Aku” ini bukan brrti Muhammad minta disembah. Hal yg sama bnyk qt temukan di BIBLE, dimana Musa,Isa pun bnyk menggunakan kata “Aku” ktika mnympaikan firman TUHAN.”

    Pernyataan yang sama bisa tulis: ” TIDAK ADA YANG BISA MENJAMIN KITAB QURAN ITU WAHYU DARI TUHAN YANG DITERIMA MUHAMMAD, karena senyatanya siapa yang bisa membuktikan secara nyata berdialog dengan Tuhan, Anda sendiri hanyalah membaca peninggalan Ratusan tahun silam dimana Anda tidak mengalaminya.”

    Saat Muhammad mengatakan “Sembahlah Aku”, Anda menafsirkannya dia tidak minta disembah…? ini murni tafsir Anda, siapa yang bisa menjamin bahwa Muhammad tidak ingin di sembah saat dia mengatakan hal itu…? Apa Anda bisa membaca pikirannya Muhammad, orang Anda aja hidup jaman ini…

    Jadi gini Bang Lukman, kalo kita bicara spritual, itu punya ukurannya sendiri, Tuhan itu dalam Hindu disebut Acintya = Tak Terpikirkan, bagaimanapun Anda membahas Beliau dan Karya-Nya dengan logika Anda tidak akan pernah bisa menyentuh-Nya secara menyeluruh, itulah Kemahakuasaan Tuhan.

    Bagi saya pribadi ukurannya adalah: Bagaimana dia bisa menciptakan ketenangan, kedamaian, cinta kasih diantara pemeluk dan diluar pemeluknya…Yang terpancar dari PIKIRAN YANG BAIK, PERKATAAN YANG BAIK, PERBUATAN YANG BAIK.

    Saya pribadi dengan KeHinduan saya telah mengalami banyak kejadian dalam hidup saya baik di dalam negeri (Indonesia) maupun di luar negeri, yang membuktikan bahwa apa yang saya yakini bener adanya.

    Demikian sharingnya, kurang lebihnya mohon maaf, kalo ada yang benar menurut Anda itu karena karunia Tuhan, tapi kalo ada yang tidak berkenan nah….itu murni karena kebodohan saya…

    Om Santi Santi Santi Om
    Artinya: Ya Tuhan Semoga damai di hati semua mahluk, damai di alam samesta, damai selalu dan selamanya.

    • Dalam Kitab Suci Al-Quran:

      “Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah (surah Al-Kafirun: ayat 2)

      “Dan kamu tidak akan menyembah apa yang aku sembah (surah Al-Kafirun: ayat 3)

      “Aku tidak penah menyembah apa yang kamu sembah (Surah Al-Kafirun : ayat 4″

      “Dan kamu tak pula pernah menyembah apa yang aku sembah (Surah Al-Kafirun: ayat 5

      “Bagi kamu agamamu dan bagiku agamaku (Surah Al-Kafirun: ayat 6)

      jelass menunjukan perbezaan antara islamm dengan agama lain..jadi

      • Salam damai dan sejahtera selalu

        Terimakasih saudaraku BJF (Brigedjihad), semoga kedamaian dan kebahagiaan senantiasa menyertai kita. Semoga kita diteguhkan menjalani apa yang diyakini…

        Salam damai
        Made M.

  9. Aduhhhhh sebuah diskusi yang bagus,….damai dan sejuk,..baru kali ini aku menemukan diskusi lintas agama yang penuh kekeluargaan dan damai. (biasanya pada gebrak gebruk emosional…), Pak Made, Pak Lukman,…..dll. teruskanlah dengan cara damai seperti ini, Yang ingin saya sampaikan,..Carilah kebenaran dari akal logika yang bersih serta dari hati nurani yang paling dalam,….serta usul saya,…berdo’alah kepada Tuhan semesta Alam supaya kita ditunjuki kepada kebenaran sejati,..cobalah tidak menyebut nama tuhan agama saudara,..tapi sebutlah nama tuhan secara umum / general,….misalnya; Tuhan semesta alam , atau Tuhan yang menguasai langit dan bumi, atau Tuhan yang menguasai siang dan malam, dan lanjutkan dengan do’a anda,…tunjukkanlah kepada kami kebenaran sejati…..sebab kita sebagai manusia ini kan saudara,….dan tak satupun manusia yang tahu apa yang kan terjadi setelah kematiannya,…bahagia ataukah celaka,..senang ataukah menyesal dengan kehidupannya di dunia, so,…mumpung kita masih belum mati,…carilah kebenaran sejati itu untuk kita sama sama memasuki kebahagiaan hidup setelah mati kita. hidup di dunia kan cuman sebentar buat apa saling meninggikan ego masing masing, saling tolong menolonglah kita , kalau udah ketemu kasih tahu kami ya,..dan saya akan mengikuti yg benernya,….terima kasih.

  10. Om Swastyastu
    artinya :Ya Tuhan semoga kami semua dalam keadaan sehat dan bahagia selalu

    Terimakasih Pak Anthony sudah berkenan untuk berkunjung ke Blog kami, terima kasih juga telah berbagi dengan kami.

    Kebenaran itu ukurannya sangat relatif, Menurut ajaran agama kami sangat dipengaruhi oleh desa, kala, patra artinya: Desa=Tempat dimana kita berada, Kala=Waktu/musim/ saat itu, Patra = Sastra, Tradisi atau Objek.

    Sebagai contoh, Desa/Tempa:
    Kalo ada di Saudi, mereka pegang kepala itu biasa kalo guyonan, tapi jangan coba-coba pegang bokong orang, dia akan sangat marah. Sebaliknya di Indonesia kalo tepok bokong saat guyon itu biasa, tapi jangan sembarang pegang kepala orang nanti bisa berantem.

    Contoh Kala/Waktu:
    Saat musim panas jangan pake baju tebal, pake baju tipis yang sejuk dari bahan yang adem. Harga Baju tebal akan turun, toko=toko banyak diskon.

    Saat Musim dingin pake baju tipis bisa kaku, bahkan bisa merenggut nyawa. pakailah pakaian yang tebal dan hangat serta lembut di kulit. Harga pakaian-pakaian tebal jadi mahal.

    Contoh: Patra/Sastra/Tradisi.

    Di Sastra/Kitab Quran, dinyatan larangan untuk makan daging bagi, makan hewan-hewan yang berlendir (anjing termasuk di dalamnya), dikatakan karena mempengaruhi kesehatan manusia (babi = cacing pita, anjing=rabies) mereka tidak melarang makan daging Sapi.

    Di Sastra/Kitab Veda, dinyatakan larangan makan daging Sapi, karena Sapi banyak sekali membantu proses hidup manusia, mulai dari susunya untuk bayi, anak-anak, maupun orang dewasa, sehingga beberapa orang menganggap seperti Ibu (karena beliau menyusui para bayi yang ibunya mengalami masalah dengan air susunya). Zaman dahulu tenaganya untuk membajak di sawah untuk menanam padi yang akan kita makan, kemudian kotorannya digunakan untuk memupuk sayuran dan buah-buahan yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan ini. Jadi sangat tidak tahu diri kalo kita juga memakan dagingnya, Kalo orang lain membantu kita, kita balas dengan kebaikan, apalagi mahluk yang lebih rendah dari kita membantu kita hidup mestinya kita balas dengan kebaikan, oleh karena itu dilarang membunuhnya.

    Jadi Desa= Tempat, Kala=Waktu, Patra=Sastra/Object, itu mempengaruhi apa yang disebut kebenaran itu.

    KEBENARAN SEJATI…apakah itu.
    Bila sesuatu itu baik dan bermanfaat bagi dirimu, bagi keluargamu, bagi orang lain siapapun dia, bagi alam samesta nah sesuatu itulah yang disebut kebenaran sejati.

    Kebenaran sejati akan memdatangkan kedamaian, penghargaan, toleransi.

    Ego adalah musuh dari spritualism, Kasih adalah kawan dari Spritualisme, Keduanya menempati bilik yang sama, bila Ego Hadir maka Kasih akan pergi, bila Kasih datang maka sang Ego tidak punya pilihan harus meninggalkan sang diri.

    Demikian sharing dari kami, Pak Anthony bila ada yang bermanfaat dan membawa kedamaian dan kesenangan itu adalah Hadiah Tuhan, bila ada yang tidak berkenan di hati maupun logika pak Anthony nah itu murni karena kebodohan saya….

    Om Santi Santi Santi Om
    Artinya: Ya Tuhan Semoga damai di hati semua mahluk, damai di alam samesta, damai selalu dan selamanya

    Salam
    Made Mariana
    Abu Dhabi

  11. Om Swastyastu
    Kebenaran Tuhan itu cuma satu, tapi kenapa masih banyak orang yang menciptakan hal-hal lain diluar Tuhan.Tuhan adalah semua ini dan kita ada didalammnya bukan di luar,disamping,disisi atau disebelahnya.Tuhan menciptakan kita dalam diriNya memelihara kita dalam diriNya dan melebur kita juga dalam diriNya. Apapun itu, diciptakan dari Panca Maha Bhuta kembali juga Ke Panca Maha Bhuta itulah keabadian Tuhan.Ingat juga dunia ini bukan sebatas bumi kita tapi masih banyak Bumi-bumi lain diluar Bumi ini,pernahkah kita berfikir mahluk apa yang diciptakan Tuhan disana, apakah sama dengan di bumi ini selalu berdebat tentang Pencipta dan Utusannya? Yakinlah kita semua adalah utusanNya. Mari kita jaga bumi kita tercinta dan kehidupan ini untuk menuju kedamaian Tuhan. Meskipun sebagai umat Hindu saya yakin Bumi ini akan Pralaya entah kapan sebagai bagian dari hukum Tuhan,Utpti Stiti Pralina tapi berusahalah agar kita lahir hidup dan leburpun dalam damai
    Om Shanti Shanti Shanti Om

  12. Om Swastyastu,

    Suksma semeton Hindu sejati, telah mampir ring blog titiang.

    Tuhan di dalam Bhagavadgita bersabda: “Dengan jalan apapun engkau memujaKu, akan Aku penuhi keinginanmu pada jalan itu, karena semua jalan Aku yang menciptakan”

    Memang banyak jalan yang ada, sangat sulit menyadari bahwa semua jalan itu pada akhirnya menuju pada kebenaran yang satu, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

    Apalagi bila disadari bahwa pemahaman setiap orang tentang Tuhan itu berbeda-beda, ketertarikan orang juga berbeda-beda, kelebihan dan kekuatan orang juga berbeda-beda, sangat wajarlah bila ada perbedaan dalam cara pandang tentang Tuhan

    Ini sangat alami.
    Tidak perlu diperdebatkan.

    Muara sepritual adalah adanya kedamaian di hati, ada keharmonisan di dalam diri dan di luar diri, bila ini tidak terwujud maka perlu dipertanyakan cara yang ditempuh, atau jalan yang ditempuh, atau salah menempuh jalan.

    Demikian kurang lebihnya mohon maaf

    Om santi santi santi Om

  13. salam sejahtera,

    saya pembaca dari malaysia & sangat berbahagia membaca komentar yg damai gitu.

    pertama2,kita harus bertanya apakah niat sebenar penulis mengeluarkan buku itu .. mengklaim ugama lain meramal nabi muhammad.

    mungkin atas dasar mendapatkan lebih ramai pengikut ke keyakinan itu?

    tapi udah jelas di sini sang penulis itu banyak ralat yach?

    saya sebagai umat buddha terpelajar juga ingin mengajukan kritikan saya terhadap bagian ramalan kitab Buddha tentang Muhammad.

    saya pernah terbaca penulisan ‘Zakir Naik’ berkenaan hal itu dan saya mendapati beliau tidak jujur menyampaikan maklumat sebenar.

    Dari Cakkavati Sihananda Sutta,beliau memetik ramalan tentang Mettaya Buddha sebagai mengarah kepada Muhammad.petikan beliau, “Pengikut saya [Buddha] cuma ratusan, tetapi pengikut Mettaya ribuan.”

    Apa yg Zakir naik sembunyikan dari pembaca islamnya adalah lanjutan dari ramalan itu,Buddha menjelaskan lagi keadaan semasa kewujudan Mettaya dalam sutta yg sama.

    1. Sebelum kedatangan Mettaya, akan berlaku keruntuhan akhlak dahulu sehinggakan hayat manusia tinggal 10 tahun. [ tidak pernah berlaku fenomena ini!!!]

    2. Seorg Maharaja Cakrawala [Universal Monarch] yg bernama Sankha akan meninggalkan duniawi & ditasbihkan menjadi bhikkhu bawah perguruan Mettaya [setahu saya,islam tidak pernah menyebut terdapat seorg Maharaja yg menjadi pengikut Nabinya]

    3. hayat manusia semasa kedatangan Mettaya adalah 80,000 tahun

    saya cuba beranggapan baik kepada punulis,tetapi sudah jelas, penulis cuma mahu menumpaskan agama lain dengan melestarikan agamanya sendiri.

    kita yg berpegang kepada Dharma harus menghindari dari melakukan kerja sekeji Zakir Naik : membohongi umat agamanya sendiri.

    • Salam sejahtera,

      Sampuna terimakasih telah berkunjung di blog kami.
      Semoga semakin banyak lahir manusia-manusia yang bisa menghargai perbedaan,
      bisa memberikan kedamaian sehingga dunia ini menjadi indah.

      Semoga Semua Mahluk dalam keadaan damai dan sejahtera
      Om Santi Santi Santi Om

  14. Salam untuk semua yang haus akan kebenaran, semoga kita akan diberi rah yang lurus menuju pada-Nya. Saya sangat menyukai dialog yang seperti ini, tidak menjelekkan atau memaksakan pendapat kita kepada orang lain seolah kita yang paling benar. Didalam Agama Saya Islam, dikatakan bahwa ilmu Allah (TUhan) jika di tulis dengan tinta sebanyak lautan pun tidak akan cukup. Sperti yg diakui oleh ilmuan dunia Newton (kalau Ngga salah). ” Aku seperti anak kecil yang mengambil kerang di pinggir pantai (pengetahuan yg dimiliki), padahal di dalam lautan, berjuta makhluk lain masih tidak tersentuh ( pengetahuan yg belum diketahui)”.
    Saudara2 kita mempunyai niat baik untuk menyampaikan kebenaran yg diyakini, karena saya yakin setiap agama menyuruh kita untuk menyampaikan kebenaran walaupun hanya satu ayat.
    Satu hal yang mungkin terlupakan oleh saudara2 sekalian adalah faktor penyeimbang kebaikan, dalam islam dikenal dengan nama “IBLIS”. Iblis inilah yang telah bersumpah akan menyesatkan seluruh umat manusia INGAT bukan 1 agama tapi SELURUH UMAT MANUSIA. Saya meyakini iblis TELAH berhasil menyimpangkan ajaran agama di seluruh dunia melalui antek2nya. ITulah kenapa di dalam islam Nabi MUhammad menyuruh berpegang teguh kepada Alqur’an dan Hadist.
    Ada kisah dimana iblis meminta bantuan kepada nabi Musa, lalu sebagai balas jasanya iblis memberikan kunci agar manusia tidak tersesat olehnya, yaitu DENGAN MEMURNIKAN AJARAN AGAMAMU, Karena iblis akan membisikkan di hati manusia itu dengan hal2 yang akan membuatnya menyimpang dari Tali/Agama Allah, baik dari segi bahasa atau budaya.
    PERTANYAANNYA adala:
    Agama/ajaran mana yang anda yakini paling murni dari Sang Pencipta Alam Semesta ini, kalau dalam setiap agama saja banyak aliran2 yang berbeda.
    JAWABANNYA ADALAH :
    hanya HIdayah dan petolongan dari_NYA saja yang mampu menolong kita.
    Tuluskan hati dan niat berDoa lah Kepada-NYA.

    • Salah Sejahtera Pak Johan,

      Terimakasih telah berkunjung ke Blog kami.

      Demikianlah adanya, dalam spirtual itu kunci utamanya adalah keihlasan dan ketulusan hati (dalam agama kami disebut Arjawa dan Sauca), kunci berikutnya adalah harmonisasi (dengan Yang Maha Kuasa, Dengan Sesama Manusia dan dengan Lingkungan) dalam agama kami disebut dengan Tri Hita Karana (Tiga keharmonisan yang membawa kita pada suasana bahagia/hita)

      Salah satu wujudnyata dalam menjaga harmonisasi dengan sesama manusia, adalah memandang dan memperlakukan semua orang sama (Vasudaiva Kutum Bakam (Rig Veda) artinya: “Semua manusia bersaudara”). Tat Tvam Asi artinya Kamu adalah aku, aku adalah kamu, bila aku menyakitimu sama dengan aku menyakiti diriku sendiri, bila aku berkata kasar padamu, sama dengan aku berkata kasar pada diriku sendiri. “Apapun Yang Engkau Lakukan, ukurlah terlebih dahulu pada dirimu, bilai itu tidak menyenangkan hatimu jangan dilakukan pada orang lain, sebaliknya bila itu menyenangkan orang lain dan bermanfaat bagi semuanya lakukanlah” (Kitab Sarasammucaya).
      Jadi dalam setiap gerak pikiran, perkataan dan perbuatan lakukanlah dengan IKHLAS/TULUS HATI dan ciptakanlah KEHARMONISAN.

      Pak Johan benar sekali Tuhan menciptakan kekuatan Jahat sebagai penyeimbang kekuatan baik, dalam Agama Hindu disebut dengan Daivi Sampad = Kekuatan Baik, Asuri Sampad = Kekuatan Jahat (Setan, Raksasa,Asura, dll). Asuri Sampad ini disebut sebagai musuh terberat, ” Ragadhi Musuh Mapara Ri Hatiya Tonggoaniya Tan Madoh Ring Awak (Kitab Arjuna Wiwaha)” artinya: Musuh terberat itu (Kekuatan Jahat) ada dalam dirimu tidak jauh dari Badanmu, jadi berhati-hatilah, dia akan selalu berusaha menjerumuskanmu ke lubang neraka.. Kekuatan Jahat ini bisa mewujudkan dirinya dalam berbagai bentuk beberapa diantaranya adalah: Keinginan/nafsu, Loba, Marah, Bingung, Mabuk, Irihati.

      Oleh karenanya, marilah kita selalu bentengi diri kita masing-masing dari kekuatan jahat ini, apapun namanya, yang berusaha menjerusmuskan kita ke kawah candra dimuka, ke penderitaaan tiada tara dengan Ketulusan hati dan pasrah diri pada Yang Maha Kuasa, dengan tetap menjaga Keharmonisan.

      Om Santi Santi Santi Om
      (Ya Tuhan semoga kami semua selalu dalam keadaan damai, damai di hati, di dunia dan damai selamanya)

  15. Terimakasih atas tanggapannya. Saya banyak membaca hal yang berhubungan dengan agama maupun belajar mengenai spritual. Saya sampai pada kesimpulan bahwa pada tingkat spritual, baik di Agama Islam, di Budha, HIndu dan lainnya memiliki persamaan hanya bahasa dan budaya pada saat diturankan yang menyebabkan bunyinya berbeda. sperti suara letusan senjata biasa ditulis : dar, der , dor atau bang.. hanya masalah penulisan penamaan dan penafsiran, hakekatnya adalah suara senjata.
    Karena satu hal yang pasti adalah : TUhan Semesta Alam bukan sesuatu yang baru, dia ada sebelum manusia ada, bahkan DIa ada sebelum alam dan waktu ini ada. Tapi bimbingan dan petunjuknya selalu ada melalui para Utusannya sampai akhir jaman. Oleh karena itu Nabi Muhammad pernah berkata bahwa di akhirat nanti manusia di kumpulkan berkelompok2 bersama dengan pemimpin umatnya (Nabi-nya) masing2. Saat itulah Kebenaran sejati akan di munculkan.
    Saya heran dengan orang2 yang berani menghina dengan kata2 yg menyakitkan terhadap Nabi atau ajaran agama lain, terutama agama islam yang saya banyak temui di dialog dengan agama yang lain, mungkin anda pernah membacanya di blog atau di forum lain.
    Apakah mereka tidak mengetahui bahwa Tuhan Itu Esa dan Para Utusan/Rosul/Nabi/Resi dll itu adalah perpanjangan Sabda dari Yang MAha tunggal.

  16. Salam Sejahtera.

    Sama-sama Pak Johan.

    Ya demikianlah adanya, bila orang itu bener-bener menekuni jalan yang ditempuhnya dengan ikhlas dan sesuai kitab sucinya maka muaranya hanya kedamaian, dia mampu mencapai Tuhan.

    Hal ini telah ditegaskan dengan gamblang dalam Veda:

    Ekam Sat Viprah Vahuda Vadanti
    Artinya: Tuhan itu Satu tapi para bijaksana menyebut-Nya dengan berbagai nama.

    Kalo dijelaskan lebih lanjut, Orang Bijaksana dari Arab menyebutnya Allah, Yang dari India menyebutnya Brahman/Paramatma/Parama Siva, dll ribuan nama. Para Bijaksana dari Indonesia menyebutnya Tuhan, Sang Hyang Embang, Sang Hyang Paraning Dumadi, Sang Hyang Widdhi, dll , Para bijaksana dari Inggris dan Amerika menyebutnya GOD.

    Namun sesungguhnya Beliau itu satu yang menciptakan KITA SEMUA DAN ALAM JAGAT RAYA INI, saat belum ada apa-apa yang ada Hanya Brahman Yang Agung yang bersifat tak berbentuk yang disebut dengan NIRGUNAM BRAHMAN (menurut orang bijaksana dari Hindu), Beliau Mengadakan dirinya sendiri kemudian menjadi sesuatu yang berbentuk yang disebut dengan SAGUNAM BRAHMAN. Sagunam Brahman ini kemudian menciptakan kekuatan unsur Kejiwaan (Prakerthi) dan Unsur Kebendaan (Pradana), penyatuan dari kedua unsur ini melahirkan Alam Samesta beserta isinya (termasuk manusia)

    Khusus untuk manusia, manusia yang pertama diciptakan bernama MANU. Keturunan berikutnya disebut Manusia.

    Selanjutnya dalam Bhagavad Gita: Tuhan Bersabda:

    “Dengan Jalan apapun engkau mendekati-Ku, akan Aku penuhi keinginanmu pada jalan itu, karena semua jalan yang ada Aku yang menciptakan’

    Karena manusia diliputi oleh hawa nafsu/maya, maka tidak mampu melihat kebenaran ini, sehingga mereka melihat perbedaan yang tampak sebagai sesuatu musibah, padahal kalo mereka mau mengoreksi diri sendiri, dalam tubuhnya penuh dengan perbedaan, mulai dari warna… gigi putih, warna rambut hitam/coklat/merah, warna darah merah, warna kulit sawo matang/putih/merah/coklat, kemudian perbedaan bentuk hidung beda dengan bentuk mulutnya, bentuk kaki beda dengan bentuk tangan…. MANUSIA ITU SECARA ALAMI DILAHIRKAN DENGAN PERBEDAAN… TAPI KENAPA KALIAN TIDAK BISA MENERIMA PERBEDAAN YANG ADA…?

    Tentu karena adanya hawanafsu dan maya/iblis/mara tadi, oleh karenanya, marilah kita pertebal iman/sraddha/bhakti kita dengan rajin puasa, japamantra yoga/zikir, solat/sembahyang, beryadnya/bersedekah, Berpunia/berinfaq, ngaji/pesantian, ke pura/mesjid/langgar/candi/vihara/geraja…

    Selamat berjuang, semoga air suci amertha kehidupan yang jernih mengalir ke setiap relung hati kita sehingga bisa membersihkan segala kotor dan mala yang ada. semoga cahaya suci nan terang melingkupi diri kita menyapu semua kegelapan yang ada.

    Om Santi Santi Santi Om
    Semoga kita semua dalam keadaan damai, di hati di dunia dan damai selamanya.

  17. puyeng….mumet???? aku ra weroh

  18. tafsir yang dapat diterima dan bertahan harus memenuhi bukti-bukti ilmiah..jika tidak ada bukti nyata, jangan sengaja mencari-cari alasan yang tidak ilmiah…

  19. alquran itu untuk digali ilmu darinya..
    bukan mencari2 kecocokan dengan science atau kitab suci agama lain..

    • Salam Sejahtera

      Ya betul banget Saudara Wedus..
      Semua kitab suci harus di dalami kemudian dipraktikkan sehingga nantinya memberikan ketenangan, kedamaian di hati, keharmonisan dan keseimbangan jiwa dan raga, bukan dibanding-bandingkan/dicocok-cocokkan.

  20. agama itu harus ilmiah, kalo tidak ilmiah ya bukan agama. Hindu sangat ilmiah terbukti veda tidak hanya satu namun terdiri dari begitu banyak bagian dan didukung oleh begitu banyak kitab-kitab yang lain. ini membuktikan para resi-resi hindu adalah peneliti juga lo…bukan peneliti tiga sribu. untuk menjawab permasalahan di dunia yang terjadi ratusan juta tahun tidak mungkin hanya bisa di bahas dalam satu jilid buku saja… renungilah!!!

    • Om Swastyastu,

      Ya demikianlah adanya..
      Kita hendaknya mampu mengimplementasikan apa yang telah diajarkan oleh para pendahulu dengan sepenuh hati.
      Mewujudnyatakannya dalam setiap gerak dan langkah, setiap pikir dan kata. Sehingga membawa kedamaian di hati dan di dunia serta di akhirat/sunya loka

      Damai……..

  21. Saya punya pertanyaan menarik:
    ada gadis muslim, tuhannya Allah menikah pemuda hindu, tuhannya Brahman. Dan benihnya dititipkan pd wanita nasrani, tuhannya Yesus. Siapa tuhan dari bayi tsb?

    • Salam Sejahtera,

      Terimakasih telah mampir di blog kami.
      Ketika kita bicara soal Spiritual, terutama ketika kita bicara tentang Tuhan Yang Maha Segala-galanya, Tak Terjangkau oleh pikiran manusia (Acintya = Tak Terpikirkan), maka bagaimanapun usaha logika/pikiran manusia menjangkauNya tetap tidak menyentuh Tuhan secara menyeluruh. Beliau Maha Segala-galanya.

      Saya menghargai setiap Agama , karena Agama diturunkan untuk membimbing manusia untuk menjadi yang lebih baik dan mendapatkan keheningan, kedamaian, kebenaran dan keindahan dalam hidup ini, sehingga nantinya juga mendapatkan kebahagiaan di Akhirat.

      Jadi saya tidak akan memperdebatkan apa yang Anda tulis, karena saya sangat menghormati Guru Yesus, Guru Muhammad, Guru Buddha, Guru Wyasa. Sebuah keberuntungan bagi saya, telah diberikan waktu untuk lahir kedunia belajar dari para Guru Agung, melalui karya-karya dan peninggalan Beliau. Sembah sujud kami pada Guru Yesus, Guru Muhammad, Guru Buddha dan Guru Wyasa.

      Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan

      Salam sejahtera dan damai selalu

      Om Santih Santih Santih Om (Artinya: Ya Tuhan semoga dalam keadaan damai, damai dihati, damai di dunia dan damai selalu)

  22. Salam ….
    Tidak sengaja saya mampir ke blog ini… Dan hati merasa tenang begitu menyimak para komentator yang dijawab dengan penuh kebijaksanaan :)
    Semua agama tentunya membawa pencerahan bagi masing2 pengikutnya… Aku pribadi mengagumi perjuangan Sidarta goutama dalam pencapaian nikmatnya (penyatuan jiwa pada Maha Tunggal lewat semesta alam)… Begitupun perjalanan Daud, Musa, Isa dan Muhamad…
    Beliau2 adalah pembawa kitab kebenaran yang termasuk penyelamat bumi dari kekotoran jiwa2 manusia…
    Kalau tidak ada Khalifah Allah di muka bumi.. Mungkin saat ini kita tidak dapat merasakan, bagaimana matahari tenggelam di ufuk timur dan bagaimana rasanya sejuk embun di pagi hari…
    Maka buat seluruh umat beragama, jadilah pemeluk agama yang sejati sesuai keyakinannya (Islam sejati, kristen sejati, budha sejati,hindu sejati atas pandangan Maha Tunggal terhadap kehidupan di bumi beserta isinya).. agar bumi tetap berseri menyaksikan keharmonisan kehidupan isi bumi… Namun dimana kebaikan pasti ada kejahatan.. ambil jalan tengah saja ‘cinta damai…’

    • Salam Damai..

      Nenden salla terimakasih telah mampir di blog kami.
      Ya demikianlah Agama diwahyukan Tuhan untuk membimbing manusia menemukan kedamaian, kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat… membangkitkan cinta kasih sejati…

      Di dalam agama kami Tuhan bersabda: “Jalan apapun yang engkau tempuh, akan Aku penuhi keinginanmu pada jalan itu, karena semua jalan yang ada Aku yang menciptakan…”

      Galilah sumur ditempat Anda hingga Anda menemukan airnya, sehingga air itu selain bermanfaat bagi dirimu, akan bermanfaat bagi lingkungan kamu berada.. Air itu selain menghidupumi juga menghidupi lingkungan sekitarmu
      Air itu selain membersihkanmu juga membersihkan lingkungan sekitarmu

      Ingat umur kita terbatas, mati itu sudah pasti, tapi kita tidak tahu kapan dia berkunjung kepada kita..

      Mari kita isi waktu kita yang terbatas ini dengan pemikiran, perkataan dan perbuatan yang penuh kasih… saling menolong, saling menghargai, bersinergi bersama, membangun diri, membangun bangsa dan membangun negara tercinta Indonesi…

      salam damai
      Made M.

      • clash of civilization by peter hunnington sesudah perang dingin agama dan kultur akan menjadi topik utama kekerasan

    • saya sangat bersukur bisa menyimak dialog dan komentar saudara saya semua.sy berkeyakinan tuhan itu bisa kita rasakan adanya kalau kita bisa mengenali apa yg ada dalam hati kita.salam damai saudaraku semua.

  23. Saya muslim.. Saya tidak masalah sih,, apapun penafsiran orang tentang junjungan saya Nabi Muhammad.. Saya pun tidak pernah menafsirkan agama manapun untuk saya perbandingkan dengan agama saya.. Sebagai umat manusia tugas kita ya menjaga kedamaian,, apapun ajaran yg dianut.. Segala kebenaran kan Tuhan YME yg mengatur.. Sungguh sayang jika kita sebagai sesama umat terprovokasi oleh penafsiran** yg ditulis seseorang yg tidak berkompeten yg justru membawa pertikaian dalam pembuktian siapa yang benar..

    Saya yakin Nabi Muhammad tidak kenal orang Hindu maupun Buddha pada saat itu.. Kalaupun ada kemiripan, di Arab sana banyak orang kafir penyembah berhala *disana yg sekarang sudah tidak ada sejak Nabi dibaiat* Karena sekarang jaman sudah berbeda dan ada yg memanfaatkan dengan menulis “Ramalan yg tidak jelas dr mana asalnya”,, ada baiknya kritikan langsung disampaikan kepada oknum yg menulis ramalan tersebut.. Kiranya bisa jd sedikit penjelasan..

    • Salam Sejahtera,

      Saudara KIKI, terimakasih atas kunjungan dan komentarnya pada blog kami.

      Saya sependapat dengan Anda… Sebagai umat manusia tugas kita menjaga kedamaian… percis seperti kata seorang sahabat muslim saya dari Arab Saudi ketika saya masih bekerja di Al-Jubail Saudi Arabi. Kata Beliau salah satu arti kata Islam adalah “PEACE” damai. Demikian pula kami di Hindu, kami senantiasa mengakhiri doa dan puja kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan kata, Shanti, Shanti, Shanti artinya: Damai, Damai, Damai. Tiga kali maksudnya, Damai di Alam Samesta, Damai dalam diri setiap Mahluk, Damai selalu…

      Berbicara masa lalu, dimana kita tidak mengalami langsung kejadiannya, sangat sulit dibuktikan. Menurut saya pribadi, bagaimana kita belajar dari peniggalan masa lalu, dari Guru-guru Agung seperti Nabi Muhammad, Buddha, Khrisna, Rama, Jesus Kristus, Mahatma Gandhi, Bunda Teresa, Jalaludin Rumi, dstnya.

      Mari kita promosikan kedamaian…

      Peace..
      Made M.

  24. Kedatangan hamba Allah
    “” “” “” “” “” “” “” “” “” ”
    ‘Atmak’ belum tentu berarti ‘yang ku junjung’ tapi itu sebenarnya nama

    penulisan Atmak adalah אתמך
    penulisan Ahmad adalah אחמד

    Dalam Yesaya 42:1, Allah berkata
    “Lihatlah, ‘Hambaku’ (diucapkan sebagai Abd-ee), ‘yang Ku junjung’ (diucapkan sebagai Atmak);

    Allah menubuatkan tentang kedatangan hamba-Nya
    Lihatlah Hambaku Ahmad (Yesaya 42:1) – dan begitu siapa Ahmad ini? disebut hamba Allah?

    Dia tidak lain adalah
    Abd-Allah Ahmad (Hamba Allah, Ahmad) – Nabi Muhammad saw

  25. Salam peace….untuk semua,the best blog that I ever read about religion,semua comentar di uraikan secara bijaksana, Om Shanti Shanti Shanti Om…
    Wassalam……..

  26. salam tritunggal asha ; pendaar-e-nik, goftaar-e-nik, kerdaar-e-nik!

    (asha; bahasa persia avesta, kurang lebih sama dengan rta dalam bahasa veda)

    saya belum baca bukunya, kayaknya boleh juga tuh! tuh buku nyinggung kitab avesta juga ngggak?

    salam…

  27. wah maaf, ternyata juga bahas zoroaster, lupa baca judulnya, haha. tapi tak apa2, setahu saya gatha (bagian terkuno avesta yang dikarang oleh zarathustra sendiri, tak ada bahas ramal-ramalan!)

  28. .salam keragaman

    .ikutan komen,tolong ditanggapi argumen saya.
    mnurut saya agama itu ada karena TUHAN,bukan TUHAN ada karna agama. melainkan agama itu sendiri sebagai sarana untuk kita menuju TUHAN.
    jadi beragama lah untuk mengagungkan TUHAN,janganlah beragama untuk mengagungkan agama itu sendiri,dan menjatuhkan agama lainnya.dan pilihlah agama dengan segenap keyakinan & kesadaran,bukan karna ada paksaan ataupun karna ikut ramenya aja,supaya mudah buat KTP.
    Semua agama itu baik selama TUHAN sebagai tujuan utama.
    jangan buat agama itu sebagai alasan kita berbeda.
    dari yang saya ketahui tentang kitab Suci itu sendiri menurut saya yang membedakan hanya bahasanya saja,sedangkan semua isinya sama,yaitu menegaskan tentang “KEBENARAN” yang menjelaskan bahwa TUHAN hanya ada satu.

    .sekian dari saya
    mohon maaf jika ada kesalahan pengucapan salam.

    Salam Sejahtera
    Om Santih Santih Santih Om
    Salam Budhaya
    Wasalamualaikum Wr.Wb.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: