Indonesian Diaspora Meeting, Abu Dhabi, 03 Aug 2013

Pak Arief Ketua IDN USA sengaja diundang oleh KBRI Abu Dhabi untuk berjumpa dan berdiskusi dengan masyarakat Indonesia di PEA tentang Indonesian Diaspora , dalam perjalanan pulang dari Amerika menuju Indonesia. Acara dimulai sekitar pukul 10:00 malam  bertempat di Kantor KBRI Abu Dhabi yang dibuka oleh Bapak Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Salman Al Farisi.???????????????????????????????

Dalam paparannya, Pak Arief berkisah proses terbentuknya IDN. Ia menceritakan bagaimana Negara-negara Asia perkembangannya melesat tinggi seperti China dan India. Mereka memiliki persatuan yang sangat solid di luar negeri. Bagaimana para orang tua India menasehati anaknya? Pa Arief berbagi tentang nasehat seorang ayah kepada anaknya, “I don’t want you just become a doctor, doctor and doctor again in the hospital, I want you own the hospital!” sebuah pesan yang sangat menyentuh dan memotivasi, bahwa usaha dan pergerakan hidup kita tidak cukup berhenti hanya menjadi seorang professional tapi bergerak naik menjadi seorang entrepreneur (pengusaha).???????????????????????????????

Lantas bagaimana warga Negari Tirai Bambu yang terkenal sebagai pedagang dalam membangun bisnis/usahanya? Pa Arief mengisahkan seorang Ibu yang mampu melihat peluang petikemas/container yang membawa barang-barang Export China ke Amerika ketika kembali ke China, kosong, peluang ini dimanfaatkan oleh wanita China ini dengan mengirimkan besi bekas dari Amerika ke China dengan harga yang sangat murah. Besi ini kemudian diolah lagi di China, Ibu itu kemudian  menjadi Billioner Dollar. Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini menempati ranking ke -16 dalam urutan GDP Dunia, di tahun 2030 kita akan mampu menjadi Negara ke-7 GDP tertinggi. Indonesia merupakan Negara Demokrasi terbesar no 3 di dunia. Tentu hal ini tidak mungkin terjadi tanpa peran dari warga Negara Indonesia, baik di dalam maupun di Luar Negeri.

Apa sumbangsih warga negara Indonesia yang ada di luar negeri untuk pembangunan Indonesia tercinta? Bagaimana mengakomodasi aspirasi dari segenap masyarakat yang memiliki pertalian dengan Indonesia? Indonesian Diaspora Network akan berpartisipasi dalam memberikan jawaban dari kedua pertanyaan tersebut dalam bentuk tindakan nyata. Bila kita lihat misalnya Thailand, mereka sangat bagus dalam membangun usaha kuliner di mancara negara, oleh karena itu sangat mudah menemukan restoran Thailand di luar Thailand. Indonesia tidak kalah dalam hal kuliner, hanya saja kita perlu kerja keras dan usaha bersama untuk mempromosikan, mendirikan dan mengembangkan kuliner ini.IMG_4312

Menurut Pak Arief Ketua IDN USA, saat ini ada sekitar 4.6 juta warga Indonesia yang berada di luar negeri. Hingga saat ini kita tidak memiliki wakil di DPR yang bisa menyuarakan aspirasi dari Indonessian Diaspora. Bila dikelola dengan baik, kita bisa memiliki position of bargaining lebih tinggi kepada pemerintah dalam melakukan negosiasi kebijakan contohnya pelayanan terhadap para TKI (migrant care), salah satu contoh sederhana dalam penyediaan KTKLN. Artinya kalau kita mengajukan permohonan secara individual suara kita lemah, tapi bila kita mengajukan permohon secara kolektif (4.6 juta jiwa), tentu bargaining position-nya akan lebih tinggi. Untuk menyemangati sekaligus memberikan gambaran lebih jelas bagaimana kita bisa berperan dalam pembangunan bangsa, Pak Arief mencontohkan dua tokoh nasional yang telah berperan tinggi dalam pembangunan bangsa dan rela melepaskan kepentingan pribadi untuk menjadi professional di negeri seberang. Mereka adalah Bung Hatta dan Habibie. Bung Hatta yang telah makmur di Belanda, rela melepaskan itu semua dan berjuang bersama para pejuang melawan penjajah, rela di penjara dan mengalami segala jenis ketidaknyamanan demi kemerdekaan bangsa. Demikian pula dengan Habibie, ia rela meninggalkan jabatan prestisiusnya di Jerman, untuk membangun industri kedirgantaraan Indonesia dari bawah hingga dikenal di manca negara.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan diajukan oleh peserta rapat yang dijawab dengan penuh tawa dan canda namun tetap serius. Hendra Messa bertanya apa yang menjadi ciri  khas Indonesian Diaspora?,

Menanggapi pertanyaan Pak Hendra, Pak Arief (Ketua IDN) mengisahkan tentang para Diaspora India, ada jargon mengatakan bahwa orang-orang pintar India bertebaran di seluruh dunia, terkecuali di India. Tidak dengan Indonesia, kita cinta tanah air, hal ini diketahui ketika tatap muka dalam beberapa sesi diskusi dengan para professional Indonesia, mereka mengatakan pingin pulang ke Indonesia dan berperan dalam pembangunan. Kecintaan pada negeri Indonesia menjadi salah satu ciri khas kita (red:seperti yang dicontohkan oleh Bung Hatta dan Bung Habibie), yang bisa kita akomodasi dan satukan. Ciri lainnya kita sendirilah yang akan menentukan.

Heri Susyanto memaparkan bahwa ciri khas para pekerja di UAE yang lebih mengkonsentrasikan diri untuk memperbanyak tabungan di akhirat, hal ini tampak dalam percakapan sehari-hari: “Sabar ya pak Heri”, “Kapan Umroh?”, mereka sangat humble. Khusus untuk para pekerja di Ruwais, mereka mayoritas professional yang bekerja di petrochemical, oil and gas, dan medical. Dalam bahasa politik, mereka seperti kelompok akar rumput “The grass root”, cepat tanggap/responsive dalam setiap even atau aktivitas. Beda dengan para anggota Diaspora dari Amerika yang sangat bersemangat dalam meraih kesuksesan di dunia ini (duniawi), dalam percakapan dan diskusi hal ini juga sangat kentara misalnya: “what is the plan for the next step?”, “You know, we really need to move fast/take action…” dstnya. Jika para Diaspora dari middle east ini bersinergi dengan para Diaspora dari Amerika, maka akan terjadi keseimbangan dunia dan akhirat.. (yang disambut tepuk tangan meriah oleh para hadirin)

Pak Dubes – Salman Al Farisi sangat mengapresiasi kesedian Pak Arief (Ketua IDN USA) untuk berkunjung dan berdialog dengan masyarakat Indonesia di PEA. Beliau menegaskan, bahwa ini merupakan moment yang sangat bagus bagi kita warga Indonesia untuk memberikan sumbangsih pada pembangunan bangsa. Segala ide dan pemikiran konstruktif untuk kemajuan negeri kita, silakan disampaikan dalam congress nanti. Beberapa wakil dari Abu Dhabi akan menghadiri congress ke-2 IDN di Jakarta. Beliau menjelaskan bahwa kiprah para pengusaha Indonesia di Dubai sangat bagus, mereka bisa sharing tentang ilmu dan pengalamannya. Disamping itu, di Abu Dhabi  sudah ada kelompok pencak silat yang nanti bisa berperan dalam menyebarkan pencak silat ke penjuru dunia. Secara khusus Beliau memberikan apresiasi kepada para anggota Diaspora dari Ruwais yang harus menempuh perjalanan selama  kurang lebih 3 jam, dan walau besok mesti kerja pagi tetapi tetap berkomitment untuk menghadiri pertemuan ini hingga selesai. Iapun  menghimbau untuk segera membentuk IDN Abu Dhabi.

Made Mariana menanyakan apa yang menjadi rencana IDN untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia, seperti yang telah dicontohkan oleh China dan India (the rising star of Asia) dalam memproduksi tenaga-tenaga professional, sehingga mereka mampu memenangkan persaingan global? Lebih lanjut Made mengharapkan tentang kemungkinan dimasa mendatang terbentuk jaringan yang kuat antara para professional Indonesia di seluruh dunia di berbagai bidang. Sehingga bila ada seorang teman menghadapi masalah bisa segera mendapatkan input dari teman-teman di seluruh penjuru dunia, begitu mengirimkan pesan melalui e-mail, solusi datang dari berbagai belahan dunia, seperti yang ia saksikan ketika melihat rekan kerjanya orang India yang memiliki kemampuan biasa-biasa saja tapi karena network yang sangat solid, mampu memenangkan persaingan.

Menanggapi pertanyaan Made, Pak Arief menjelaskan bahwa disinilah kita sebagai Diaspora akan berperan banyak, ide-ide dan pengalaman kita bisa kita sharing, apa yang menjadi identitas negeri kita seperti kuliner, seni budaya contohnya pencak silat, ini kita kembangkan lebih lanjut. Masukan dari kita sebagai anggota diaspora sangat diperlukan. Melalui taskforce kita bikin way forward/ rencana kerja untuk membangun bangsa. Dalam kongres ke-2 nanti beberapa taskforce telah dibentuk dan diharapkan teman-teman bisa bergabung sesuai bidang keahliannya. Bisa pula nanti kita membentuk unit baru untuk pengembangan sumber daya manusia.

Pak Akhmad (Ketua IATMI UAE) bertanya tentang kemungkinan sharing ilmu dan pengalaman dengan para engineers di bidang perminyakan, kemudian Pak Ratno menanyakan tentang struktur organisasi IDN, disambung oleh Pak Nasuki tentang Definisi dari Diaspora adakah relasi dengan lamanya waktu tinggal di luar negeri, Menurut Pak Nasuki, diaspora itu adalah orang Indonesia yang potensi dirinya dipakai oleh bangsa lain.

Menanggapi pertanyaan Pak Akhmad, Pak Ratno dan Pak Nasuki, Pak Arief menjelaskan bahwa banyak warga Indonesia yang bekerja dibidang minyak dan gas di Amerika yang telah tinggal puluhan tahun tentu sharing ilmu dan pegalaman akan sangat mungkin. IDN adalah organisasi egaliter, keinginan datang dari the grass root, Ia sebagai ketua malah banyak menerima masukan-masukan dari para professional untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu demi kemajuan, bukan Ia memerintahkan  para professional, beda sekali dengan struktur organisasi yang lain. Definisi Indonesian Diaspora tidak dibatasi oleh mereka yang hanya potensinya dipakai oleh bangsa lain, namun diperluas, setiap orang yang memiliki pertalian dengan Indonesia seperti misalnya; Sehat Sutarja warga Negara Amerika keturunan Indonesia pemilik usaha Marvell, Ranomi Kromowidjojo, perenang Belanda menyabet emas dalam Olimpiade 2008 dan 2012 putri pria berdarah Jawa-Suriname Rudy Poniran Kromowidjojo.

Acara ditutup oleh Pak Dubes pukul 23:15 waktu Abu Dhabi, diikuti dengan photo bersama. JJJ

*******************

Salam Diaspora (Made M/Diaspora Ruwais)

About these ads

~ oleh made24 pada Agustus 5, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: