<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Truna Lacur saking Singaraja</title>
	<atom:link href="http://singaraja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://singaraja.wordpress.com</link>
	<description>Hanya sebuah Blog dari seorang pengembara</description>
	<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 13:29:43 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>IDA SANGHYANG WIDHI MENCIPTAKAN BUMI UNTUK KESEJAHTERAAN MANUSIA</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/16/ida-sanghyang-widhi-menciptakan-bumi-untuk-kesejahteraan-manusia/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/16/ida-sanghyang-widhi-menciptakan-bumi-untuk-kesejahteraan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 13:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[
Om Swastyastu,
Setiap Agama memiliki teori tentang penciptaan alam samesta beserta isinya, Tuhan sebagai pencipta jagad raya ini. Alam diciptakan untuk kesejahteraan manusia. Manusia menjadi pangkal dari kelestarian alam ini. Manusia mahluk tertinggi yang mendiami bumi dianugrahi kelebihan berupa akal/pikiran/kecerdasan.
Seiring dengan bertambahnya sang waktu, pengetahuan dan kemampuan manusiapun bertambah, banyak hal telah mengalami peningkatan, namun tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Om Swastyastu,</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap Agama memiliki teori tentang penciptaan alam samesta beserta isinya, Tuhan sebagai pencipta jagad raya ini. Alam diciptakan untuk kesejahteraan manusia. Manusia menjadi pangkal dari kelestarian alam ini. Manusia mahluk tertinggi yang mendiami bumi dianugrahi kelebihan berupa akal/pikiran/kecerdasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seiring dengan bertambahnya sang waktu, pengetahuan dan kemampuan manusiapun bertambah, banyak hal telah mengalami peningkatan, namun tanpa disadari pada saat yang sama terajadi pula penurunan yang tajam pada sisi yang lain. Alam semakin rusak, Ibu pertiwi semakin bopeng, terus dikikis tanpa peduli untuk menjaga keajegannya&#8230;<span id="more-353"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Para tokoh spritual kita berjuang keras untuk menyadarkan kita tentang hal ini. Beliau Ida Pandita Rsi Agung Dwija Bharadwaja dan Bhagawan Dwija, menorehkan sebuah artikel yang saya kira sangat patut kita baca, marilah saudaraku sekalian kita baca karya Para Suci kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh: Ida Pandita Rsi Agung Dwija Bharadwaja &amp; Bhagawan Dwija</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya bumi diciptakan berupa air. Di atas air Dewa Wisnu beryoga; kemudian dari pusar-Nya keluar bunga teratai. Dari bunga teratai keluarlah Dewa Brahma. Ketika Dewa Brahma bertanya tentang diri-Nya, Wisnu menjelaskan bahwa Brahma dilahirkan oleh-Nya, namun Brahma menyangkal. Di saat pertentangan Wisnu dan Brahma memuncak tiba-tiba muncul sebuah Lingga yang besar dan sangat tinggi. Wisnu dan Brahma bertarung untuk membuktikan kesaktian masing-masing dengan cara menemukan pangkal dan puncak Lingga.Wisnu mencari pangkal Lingga; untuk itu Ia berubah menjadi seekor babi. Brahma mencari puncak Lingga, untuk itu Ia berubah menjadi seekor angsa. Keduanya tak berhasil dan seketika hadirlah Dewa Siwa seraya menjelaskan bahwa Mereka bertiga adalah Brahman yang Maha Tunggal di mana segala penciptaan dilaksanakan oleh Brahma, pemeliharaan oleh Wisnu, dan pemusnahan oleh Siwa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Setelah itu Siwa berubah menjadi Mahakala yang sangat kuat, penguasa ruang, waktu, usia dan takdir sehingga dinamakan Mahamrtyunjaya, atau penguasa kematian. Untuk memancarkan energinya, Mahakala lalu menjadi Surya yang mempunyai kekuatan penghancur. Di lain pihak Brahma sebagai pencipta berupaya mengurangi kekuatan Surya agar kehidupan dapat terwujud. Untuk itu Brahma bersama putra-putranya : Kurdama, Daksa, Marici dan Kasyapa menyerap sebagian energy Surya. Kurdama, Daksa dan Marici menciptakan tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan menyerap sari-sari bumi dan energi Surya digunakan untuk mengembangkan batang, daun, bunga dan buah. Dengan demikian maka tumbuh-tumbuhan bisa berkembang biak. Kasyapa menciptakan binatang pemakan tumbuh-tumbuhan. Oleh karena tumbuh-tumbuhan menyerap sari-sari bumi, maka Surya masuk ke bumi. Bumi menjadi berlapis-lapis, dari lapisan pertama di permukaan sampai lapisan ke tujuh di pusat bumi, masing-masing bernama : Patala, Witala, Nitala, Sutala, Tatala, Ratala, dan Satala. Di lapisan-lapisan itu terjadilah pembakaran oleh Surya yang menghasilkan batu mulia, minyak, gas, dan berbagai fosil. Di lapisan paling dalam (Satala) energi Surya terpusat menjadi cairan yang sangat panas, disebut Bedawang. Untuk menjaga kestabilan bumi dan juga agar Bedawang yang merupakan inti panas bumi tidak muncrat keluar, maka Bedawang dibelit dua ekor naga yakni Naga Basuki dan Naga Anantaboga. Dengan kondisi seperti ini maka Surya atau Mahakala yang mempunyai energi sangat besar dapat dikendalikan. Bumi selanjutnya menjadi dingin dan air berangsur-angsur menyurut, membeku dan terkonsentrasi di kutub utara dan di kutub selatan. Timbullah daratan atau benua yang luas. Akhirnya manusia diciptakan oleh Sanghyang Widhi dari Panca Mahabhuta yaitu : tanah (pertiwi), air (apah), angin (bayu), surya (teja) dan atmosphere (akasa).</p>
<p style="text-align:justify;">
Reg Weda, Mandala VIII, Sukta 4.5 : Ayo yonim devakrtam sasada kratva hy agnir amrtam atarit tam osadhis ca vaninas ca garbham bhumis ca visvadhayasambibharti : Mahluk hidup, pepohonan dan bumi mengandung api. Sanghyang Widhi yang mencipta segalanya ini sebagai sumber. Ia menempatkan diri sesuai yang direncanakan alam. Semoga Dia sebagai salah satu fungsi-Nya menerima penghormatan kami atas kekuatan-Nya yang abadi.<br />
Manusia yang kemudian tercipta setelah adanya tumbuh-tumbuhan dan binatang, menikmati kamadhuk atau alam semesta bagi kehidupannya. Populasi manusia kemudian bertambah banyak dan kepandaiannyapun makin berkembang. Manusia bisa membuat api yang tersimpan di tetumbuhan dan di bumi. Pembakaran-pembakaran, penggalian tanah, dan penebangan hutan dilakukan sehingga kekuatan Mahakala yang tersimpan kini bangkit dan energynya mencairkan es di kedua kutub. Permukaan air laut pun meninggi dan terbentuklah pulau-pulau yang tadinya berupa daratan atau benua. Manusia pada mulanya hidup dari hasil pertanian dan peternakan. Ketika itu keharmonisan hubungan manusia dengan alam terjaga baik, karena manusia sangat berkepentingan pada kelestarian alam.</p>
<p style="text-align:justify;">
Pola hidup sebagai petani diliputi nilai-nilai spiritual, karena keyakinan bahwa Sanghyang Widhi telah menganugrahkan kebahagiaan dan kesejahteraan. Tanah, tetumbuhan, binatang, dan sumber-sumber air dihormati dan disayangi, dijaga kelestariannya dan disakralkan dengan menstanakan Wisnu dalam berbagai bentuk manifestasi-Nya. Keyakinan yang menjadi kepercayaan seperti ini berlanjut turun temurun, sampai pada abad ke-19 di saat mana manusia mulai berpikir lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
Revolusi industri kemudian bergulir ke seluruh dunia, mengajarkan pola hidup manusia yang baru, yang mengabaikan kesakralan tanah, air, tetumbuhan, dan binatang-binatang. Tiada lagi rasa bersalah atau berdosa karena merusak tanah demi kepentingan usaha-usaha : industri, perdagangan, jasa-jasa, atau untuk real estate/pemukiman. Tetumbuhan makin berkurang, mata air berkurang, dan bumi dibor untuk pertambangan dan penggalian sumur-sumur minyak bumi, batu bara, dan gas. Pertanian yang tadinya menggunakan pupuk organik diganti dengan pupuk kimia, sehingga tetumbuhan menderita keracunan pada akar, batang, daun dan buah. Akibatnya kemampuan tetumbuhan mengelola energi Surya berkurang, tanah menjadi keras dan tak mampu menyerap energi Surya untuk disalurkan ke lapisan Satala. Oleh karena itu maka energi Surya yang terpendam kembali bangkit menjadi Mahakala. Bedawang terguncang; lilitan Naga Basuki dan Naga Anantabhoga mengendur sehingga energi di lapisan Satala keluar dari pusat bumi. Terjadilah letusan gunung, gempa bumi, laut pasang/tsunami, bumi yang memanas dan perubahan iklim tak menentu. Es di kedua kutub dan di puncak-puncak gunung mencair, permukaan laut meninggi, sehingga pulau-pulau dan benua-benua akan tenggelam bersama-sama dengan segala bentuk kehidupan di atasnya. Dalam purana, keadaan ini disebut Pralaya.</p>
<p style="text-align:justify;">
Intisari Upanisad yang ada di Brahma Purana dan Siwa Purana seperti diuraikan di atas telah mulai nampak dalam kenyataannya sekarang. Pertanyaan yang muncul, sebagai akhir tulisan ini : Sadarkah umat manusia akan ancaman yang dihadapi ? Selanjutnya : Apa upaya kita untuk menanggulangi atau meminimalisir kerusakan alam ?</p>
<p>Om Trayambhakam yajamahe, sugandhim pusti varadhanam, urvarukam iva bandhanat, mrtyor muksiya mamratat</p>
<p style="text-align:justify;">sumber:http://stitidharma.org/main/modules.php?name=Content&amp;pa=showpage&amp;pid=300</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/singaraja.wordpress.com/353/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/singaraja.wordpress.com/353/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=353&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/16/ida-sanghyang-widhi-menciptakan-bumi-untuk-kesejahteraan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/made24-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Am I a Hindu - Adi Sankara</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/15/am-i-a-hindu-adi-sankara/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/15/am-i-a-hindu-adi-sankara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 07:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[AM I a HINDU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[AYAH, AKU TAHU ANDA SANGAT TERTARIK DENGAN ADI SANKARA. AKU INGIN TAHU LEBIH BANYAK MENGENAI DIA.
Ya, anakku. Aku memang memuja dia bagaikan pahlawan. Dia pendiri dari philsafat Advaita. Dia adalah seorang suci dengan pengaruh seperti Kristus, tapi ia terkenal karena pendekatan philsafatnya dalam menafsirkan Weda-weda.
Dia adalah genius dalam segala bidang yang meninggalkan jejaknya dalam setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">AYAH, AKU TAHU ANDA SANGAT TERTARIK DENGAN ADI SANKARA. AKU INGIN TAHU LEBIH BANYAK MENGENAI DIA.</p>
<p>Ya, anakku. Aku memang memuja dia bagaikan pahlawan. Dia pendiri dari philsafat Advaita. Dia adalah seorang suci dengan pengaruh seperti Kristus, tapi ia terkenal karena pendekatan philsafatnya dalam menafsirkan Weda-weda.</p>
<p>Dia adalah genius dalam segala bidang yang meninggalkan jejaknya dalam setiap aspek dari agama Hindu. Dia melaksanakan upacara kematian ibunya dan ia mengarang puisi dan doa-doa kepada dewa-dewi. Namun ia bicara tentang Brahman saja (yang sejati ada, pen) Swami Chinmayananda sering mengatakan , &#8221; Sankara mulai dimana Einstein berakhir.&#8221; Demikian luasnya pengetahuan Sankara.<span id="more-350"></span></p>
<p>Dia lahir di Kaladi, kurang lebih enam mil dari Always, di negara bagian Kerala. Pada usia delapan tahun ia telah menguasai keempat Weda, dan pada usia duabelas tahun ia telah memahami seluruh kitab-kitab suci Hindu. Pada usia enam belas tahun ia telah selesai menulis banyak buku-buku penting, dan pada usia tiga puluh dua tahun ia meninggalkan dunia ini. Menurut para sejarahwan Barat Sankaracharya hidup antara tahun 788 dan 820 AD. Dikatakan bahwa ketika ia berumur delapan tahun ia pergi ke India Utara dan menjadi murid dari Gowinda Bhagavadpada, yang merupakan murid dari Gaudapada.</p>
<p>Kemudian Sankara pergi ke Banaras, dan disana Padmapada, Hastamalaka dan Totaka menjadi muridnya. Menurut beberapa orang, hari-hari terakhir dari Sankara dipergunakan di Kanchi, dimana ia meninggalkan badannya. Menurut beberapa orang, Sankara tidak pernah meninggal. Ia hanya hilang dari pandangan. Sekte Siwa percaya bahwa Sankara adalah Avatara dari Siwa.</p>
<p>Selama persinggahannya yang singkat di dunia ini, Sankara telah menulis banyak buku. Dia menulis komentar atas Bagawad Gita, Upanishad, Brahma Sutra dan Vishnu Sahasranama. Dia menulis dua buku manual bebas yang diberi nama Upadesashasri dan Vivekachoodamani. Ia juga menulis Adma Bodham dadn Bhaja Govindam. Dari semua sajak bhakti yang ia tulis, Saundarya Lahari adalah yang paling baik.</p>
<p>Dia juga mendirikan empat pertapaan (biara) di sudut-sudut India yang berbeda yang dikenal dengan nama Sankaramath. Keempat pertapaan itu adalah di Sringeri (Mysore), Bandrinath (Himalaya), Dwaraka (Gujarat) dan Puri (Orissa). Sankaramath di Kanchi (Tamil Nadu) adalah sebuah &#8217;saka&#8217; (cabang) dari Sankaramath di Sringeri.</p>
<p>Sama seperti Jesus Kristus, Sankara datang bukan untuk menghancurkan tapi untuk memenuhi kekosongan spiritual di India selama satu periode waktu tertentu dalam sejarah India. Sankaracharya menghentikan serangan gencar dari agama Buddha atas ide-ide Hindu dan mengembalikan agama Hindu pada kejayaannya sebelumnya. Menurut dia,&#8221;hanya Brahman satu-satunya yang ada; semua yang lain adalah maya atau ilusi. Jiwatman atau jiwa individu adalah Brahman itu sendiri dan sama sekali bukan yang lain. Manusia diikat oleh lingkaran reinkarnasi yang tiada akhir disebabkan oleh kebodohannya.</p>
<p>Kebodohan adalah akar sumber dari segala masalah. Pengetahuan menghapuskan kebodohan dan membebaskan manusia dari ikatan.&#8221;</p>
<p>Sankara juga mengatakan, &#8220;perbedaan antara manusia dengan Tuhan adalah masalah derajat. Pada hakikatnya mereka adalah satu dan mahluk yang sama. Itu yang ada dalam manusia disebut Atman, dan itu yang memeluk seluruh alam semesta dikenal sebagai Brahman. Mereka adalah satu dan sama seperti ruangan dalam cangkir dan ruangan di luar cangkir adalah satu dan sama.&#8221;</p>
<p>Sama seperti Tao dalam Taoisme, Allah dari Islam dan Ayin dari mistik Yahudi, Brahmannya Sankara tidak memiliki sifat-sifat, tidak memiliki bagian bagian dan kesadaran, dan juga abadi. Bila kamu membaca tulisan Sankara mengenai Brahman dan tulisan Lao-Tse mengenai Tao, keduanya tampak sama.</p>
<p>Agama Hindu berutang cukup banyak kepada Sankara. Pengajarannya adalah perwujudan yang sebenarnya dari kebebasan mutlak, dan ajaran-ajaran itu tidak dibatasi hanya pada satu kelompok tertentu dalam agama Hindu. Kamu harus berupaya membaca dan mempelajari semua buku-bukunya dalam hidupmu.</p>
<p>AYAH, PERNAHKAH SANKARA MENJELASKAN KENAPA BRAHMAN, YANG SEMPURNA DALAM DIRINYA SENDIRI, MENCIPTAKAN DUNIA YANG TIDAK SEMPURNA DAN PENUH MASALAH?</p>
<p>Aku menyesal untuk mengatakan bahwa Adi Sankara tidak pernah enjelaskan pertanyaan ini dalam tulisan-tulisannya. Banyak Vedantis, termasuk istikus Aurobindo (1872-1950), telah menunjukkan masalah ini dengan teori-teori Sankara. Kenapa Brahman, yang sempurna dan lengkap dalam dirinya sendiri, mengembangkan jaring besar Maya atau ilusi dari esensinya sendiri? Bila Dia sempurna mengapa ketidak-sempurnaan datang dari dia? Bila Brahmannya Sankara mengatasi (transcends) semua perasaan-perasaan pribadi (personality feelings), bagaimana Dia membuat satu ciptaan dengan kesadaran? Menurut Aurobindo, Sankara tidak berhasil menjelaskan, atas prinsip-prinsip negativistiknya, mengapa Yang Mutlak harus turun kepada yang terbatas. Baik Mahabagawatam maupun Bhagavad Gita menyebut-nyebut hal ini dengan cara tidak langsung. Keduanya bicara mengenai ciptaan sebagai alat bantu atau perantara (instrumentality of creation). Srimad Mahabagavatam menyatakan bahwa adalah merupakan Leela (permainan suci) bagi Tuhan untuk menciptaan sesuatu. Bhagawad Gita, pada sisi lain menyatakan bahwa adalah bagian dari alam untuk mencipta dan melahirkan (to create dan procreate). Malangnya, tidak ada kitab suci yang dengan jelas menjawab pertanyaan &#8220;kenapa dan apa&#8221; tentang penciptaan itu. Demikian juga dalam Kitab Kejadian (Genesis) kita melihat penciptaan sebagai alat bantu atau perantara, dimana Elohim berobah menjadi Jehovah (&#8221;I am&#8221; atau &#8220;Aku ada&#8221;) dan menciptakan alam semesta dalam enam hari. Dalam Vedanta Sutra kata Leela (Lila, pen) - Permainan Suci digunakan untuk menjelaskan penciptaan sebagai ekspresi tanpa keinginan dari Tuhan (desireless expression of God). Kenapa Tuhan ingin menyatakan (mengekspresikan) dirinya? Aku kira kita tidak akan pernah mendapat jawaban atas pertanyaanmu dari siapapun dengan kemampuan manusia (yang terbatas) di dunia ini.</p>
<p>Sankara sendiri mengatakan bahwa sebuah pertanyaan seperti yang kamu ajukan tidak mempunyai dasar, karena alam semesta materi ini sesungguhnya adalah ilusi atau Maya, hanya kilasan khayalan semata. Kamu dan aku memiliki masalah karena kita tidak mampu mengatasi kerudung besar dari Maya itu. Sankara tidak pernah mengatakan bahwa dunia ini tidak penting. Ia hanya menunjukkan fakta bahwa dunia yang kita lihat bukan dunia yang nyata. Dunia yang kita lihat senantiasa berobah. Duduk dalam mobilmu, satu mil dari sini, air yang kamu lihat di jalan sementara memang nyata, tapi bila kamu dating lebih dekat kepada air itu apa yang kamu lihat menjadi bayangan udara. Perampok dalam mimpi yang menyerang kamu adalah nyata dalam mimpi. Dalam mimpi kamu berkelahi melawannya. Tapi ketika kamu bangun, kamu akan berkata kepada dirimu sendiri, &#8220;ini hanya mimpi.&#8221; Sankara mengatakan seseorang akan mengatakan hal yang sama mengenai dunia pada saat ia menyadari atau mencapai pengetahuan yang benar. Apapun kritik yang ditujukan terhadap aspek-aspek yang lebih halus dari Advaitanya Sankara, aku pribadi merasa philsafat Advaita akan tetap ada selamanya. Bila besok seorang manusia dibuat di laboratorium, tanpa bantuan sperma dari laki-laki dan ovum dari wanita, hampir semua agama terorganisasi di dunia ini akan runtuh. Tapi philsafat Advaita dari Sankara sendirian akan tegak tinggi pada hari itu. Bila pada saat itu Sankara dapat membangkitkan tubuhnya sendiri, ia akan berteriak, &#8220;Tuhan menciptakan ilusi tapi kini manusia sendiri mulai melakukan hal itu!&#8221; Pada hari itu hanya philsafat Advaita yang akan bersorak kegirangan, semua yang lainnya akan hancur luluh.</p>
<p>APAKAH PHILSAFAT DVAITA?</p>
<p>Philsafat ini adalah philsafat mengenai dualitas yang disebarkan oleh Madhva (1197 AD), yang percaya bahwa bhakti (devotion) kepada Tuhan adalah sangat penting. Menurut dia, dunia ini adalah nyata dan ada satu perbedaan antara manusia dengan Tuhan. Realitas menurut dia ada dua macam, yang bebas dan yang tidak bebas. Tuhan satu-satunya realitas yang bebas. Materi dan jiwa manusia tergantung dan dikendalikan oleh Tuhan. Jiwa itu aktif dan bertanggung jawab untuk kebebasannya sendiri dari kelahiran berulang kali yang tak terhitung melalui bhakti kepada Tuhan.</p>
<p>Ramanuja, rasul pertama dari philsafat Dvaita, lahir kira-kira tahun 1050 AD. Ia adalah pemuja Wishnu. Dia mengambil jalan tengah antara philsafat Advaita dengan Dvaita. Reshi Ramanuja mengatakan bahwa Tuhan bukanlah prinsip yang tidak memiliki sifat-sifat, sebagaimana dikatakan oleh Adi Sankara, tapi adalah satu Tuhan berpribadi (Saguna Brahman) yang dapat dicintai dan dimengerti melalui bhakti. Ia mendebat Adi Sankara yang menolak bhakti kepada Tuhan ini. Tapi pada saat yang sama, Ramanuja percaya pada posisi tradisonal dari Wedanta mengenai kesatuan dengan Tuhan Yang Mahakuasa. Ia percaya pada prinsip Jivatman (jiwa individu) dan Paramatman (jiwa absolut) dan persatuan dari jivatman ke dalam Paramatman untuk mencapai moksha. Baik philsafat Advaita maupun Dvaita masih berjaya di India dalam kedudukan terhormat yang sama bahkan sampai dewasa ini. (Masih ada lanjutannya)</p>
<p>AYAH, AKU BINGUNG. BILA PHILSAFAT ADVAITA DAN DVAITA BERBEDA, YANG MANA YANG BENAR?</p>
<p>Seperti telah kukatakan sebelumnya, adalah normal sekali-sekali untuk dibuat bingung oleh kedua sistem philsafat ini. Sesungguhnya, kedua philsafat ini adalah satu dan sama tapi mereka beda hanya menurut dataran dari mana kita memandang mereka. Bila aku melihat kamu dan sebuah robot sebagai satu bundel elektron dan proton, maka kamu berdua adalah satu dan sama. Tapi bila dilihat dari dataran yang lain mahluk manusia sangat berbeda sekali dengan robot yang tidak bernyawa. Keduanya benar, tapi mereka berbeda dalam dataran persepsi. Wajah seorang model sangat cantik di depan mata telanjang, tapi akan buruk sekali di bawah mikroskop elektron yang sangat kuat. Ketika dataran persepsi itu berobah kebenaran yang dilihatnya juga berobah.</p>
<p>Tengoklah kepada cahaya yang dapat dilihat. Sir Isaac Newton berkata, &#8220;Cahaya bergerak dalam garis lurus.&#8221; Albert Einstein, dengan quantum teorinya, memproklamirkan kepada dunia, &#8220;Cahaya bergerak dalam pola gelombang.&#8221; Sekarang kita mempelajari keduanya, teori Newton dan Einstein mengenai cahaya dan menggunakannya untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Pada satu sisi cahaya adalah satu gelombang tetap dalam gerakan, dan pada sisi lain cahaya yang sama itu terbuat dari partikel-partikel independen dalam gerakan. Memeriksanya lebih jauh, cahaya itu adalah satu radiasi elektromagnetik dalam jarak panjang gelombang (range wavelength) termasuk infra merah, cahaya ultraviolet dan cahaya yang dapat dilihat, dengan kecepatan kurang lebih tiga ratus miliar meter per detik bila ia berjalan dalam ruang hampa.</p>
<p>Tanpa persepsi dualitas tindakan tidak mungkin. Kita dapat memahami (perceive) dunia ini hanya karena dia adalah satu seri dari dualitas yang bertentangan (rwa bineda). Manusia hanya dapat bertindak dalam satu lingkungan subyek-obyek. Menurut Taoisme, Satu Yang Mutlak itu (the Absolute One) menjadi dua dalam ciptaan.</p>
<p>I Ching atau Buku tentang Perobahan dari China yang terkenal itu, melihat alam semesta ini sebagai Yin dan Yang atau laki-laki dan wanita. Yin adalah kekuatan phisik dan emosional, dan Yang adalah kekuatan spiritual atau intelektual. Mereka sesungguhnya adalah dua aspek dari satu kekuatan absolut, sama seperti kutub utara dan selatan dari sebuah magnet. Pengikut Tao mencoba untuk memperoleh keseimbangan yang wajar antara Yin dan Yang. Dikatakan bahwa pemuka awal dari sistem pasangan (binary system) yang terkenal itu, Orang Jerman jenius Gottfried Wilhelm Leibniz, dalam tahun 1666 meletakkan dasar dari komputer elektronik modern berdasarkan atas ide-ide yang ia terima dari I Ching mengenai Yin dan Yang. Menurut dia, &#8220;satu&#8221; mewakili Tuhan, &#8220;nol&#8221; mewakili kosong (void), dan dari satu ke kosong segala sesuatu datang sama seperti satu dan kosong dapat menjelaskan ide-ide matematika. Jadi dalam sirkit-sirkit yang terintegrasi dari komputer modern, kita dapat melihat sistem Advaita dan Dvaita.</p>
<p>Dengan menjaga tombol mocroscope eletronik pada sebuah komputer modern dalam posisi &#8220;on&#8221; atau &#8220;off&#8221;, mewakili satu dan kosong, manusia sesungguhnya telah menciptakan satu dunia impian. Semua masalah-masalah rumit dunia ini oleh sebuah komputer elektronik hanya dilihat sebagai posisi &#8220;nol&#8221; dan &#8220;satu&#8221;, sebagai &#8220;off&#8221; dan &#8220;on&#8221; dari sejumlah besar nomor tombol. Ini kedengaran mengagetkan pikiran, tapi itulah sesungguhnya kebenarannya. Aku harap dengan contoh-contoh di atas akan sangat mudah untuk memahami mengapa philsafat Advaita dan Dvaita mempunyai posisi penting yang sama bagi orang Hindu.</p>
<p>Dan lagi, tidak ada pemisahan yang ketat antara aliran philsafat. Adi Sankaracharya sendiri menulis beberapa puisi bhakti untuk bentuk-bentuk Tuhan yang berbeda. Sama seperti Taoisme, Adi Sankara tidak menolak dunia materi atau kehidupan yang biasa, tapi meminta para pengikutnya untuk mengunakan dunia materi dan kehidupan biasa itu mengatasi (transcend) dunia materi itu. Doktrin Maya, yang telah banyak sekali ditulis oleh Adi Sankara, tidak menyatakan bahwa dunia ini tidak nyata tapi bahwa persepsi kita mengenai dunia ini salah. Persepsi kita mengenai dunia ini adalah relatif, tergantung atas waktu, ruang dan penyebab (causation). Kata Maya biasanya dijelaskan oleh orang-orang suci Hindu sebagai &#8220;peniadaan&#8221; (negation) dan &#8220;karena itu ayo hentikan semua tindakan.&#8221; Penjelasan semacam itu sangat jauh dari kebenaran dan melawan semua ajaran Bhagawad Gita. Kata ilusi berasal dari bahasa Latin yang berarti &#8220;memainkan permainan&#8221; (to play the game). Jadi kita tidak dapat menghentikan tindakan sampai tindakan secara alamiah berhenti dalam hidup kita atau sampai kita melihat &#8220;tidak-bertindak dalam tindakan dan tindakan dalam tidak-bertindak&#8221; (inaction in action and action in inaction) seperti dijelaskan dengan panjang lebar oleh Bhawagad Gita.</p>
<p>Kepada sebagian orang philsafat Advaita akan menarik dan kepada sebagian yang lain philsafat Dvaita akan menarik sesuai dengan sifat-sifat individu mereka masing-masing. Secara pribadi, aku merasa kedua philsafat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari satu philsafat besar, seperti kutub utara dan kutub selatan dari sebuah magnet. Kedua philsafat ini membantu agama Hindu untuk secara sungguh-sungguh mengeksplorasi wilayah-wilayah tak dikenal dari hidup kita. (Masih ada lanjutannya, satu kali lagi)</p>
<p>APAKAH ANDA MENYIMPULKAN, AYAH, BAHWA ADVAITA MUNGKIN BENAR TAPI BAHWA DVAITA ADALAH SISTEM YANG DAPAT DIPRAKTEKKAN?</p>
<p>Aku kira aku telah menjelaskan hal itu. Anyway, mari kujelaskan sekali lagi. Bila kamu melihat philsafat Advaita dan Dvaita sebagai dua philsafat yang berbeda, maka Advaita adalah Kebenaran Mutlak. Tapi bila kita hidup dalam satu dunia hubungan subyektif - obyektif, kita dipaksa bertindak dibawah prinsip-prinsip Dvaita. Bahkan Sankara sendiri tidak sama sekali menolak prinsip-prinsip Dvaita, seperti ditunjukkan oleh contohnya yang termashur mengenai &#8220;tali dan ular&#8221; dalam komenternya atas Karika Gaudapada. Seorang manusia yang melihat seutas tali sebagai seekor ular dalam kegelapan dipaksa mengalami stres mental karena harus menghadapi seekor ular. Kemudian, ketika ia menemukan bahwa ular itu sesungguhnya hanya seutas tali, ia mungkin akan berpikir betapa bodohnya dirinya. Tapi tak seorangpun dapat menyalahkan orang itu karena melihat tali sebagai ular dalam kegelapan.</p>
<p>Seseorang mengalami mimpi melihat seekor harimau mengejarnya. Dalam mimpinya ia mencoba lari dari harimau itu. Tanpa bergerak seincipun dari tempat tidurnya, ia merasa lari bermil-mil jauhnya melalui hutan onak-duri, tapi ketika ia tiba-tiba terbangun ia berkata kepada dirinya sendiri, &#8220;ini hanya mimpi.&#8221; Pengalaman menyedihkan yang ia alami dalam mimpi tiba-tiba hanya menjadi suatu kebodohan ketika ia bangun. Menurut Adi Sankara, kita akan merasakan hal sama mengenai dunia materialistik ini ketika kita bangun dari mimpi materialistik ini.</p>
<p>Pada saat yang sama, semua dari kita harus berjuang di dunia dualitas ini sepanjang kita melihat dunia ini sebagai dualistik dalam sifatnya. Berteriak-teriak mengenai Advaita tidak akan membuat kita menyadari kesatuan kita dengan alam semesta ini. Tapi, bersama Sankara, banyak sekali guru-guru telah menyatakan kemampuan mereka untuk melihat dunia ini sebagai Advaita - satu kesatuan (one entity). Para santo sufi adalah contoh sempurna. Bila kamu mencari, akhirnya kamu akan mencapai keadaan dari para Sufi itu dan Adi Sankara. (Madrasuta)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/singaraja.wordpress.com/350/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/singaraja.wordpress.com/350/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=350&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/15/am-i-a-hindu-adi-sankara/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/made24-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sarassamuccaya sloka 44</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/15/sarassamuccaya-sloka-44/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/15/sarassamuccaya-sloka-44/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 07:14:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sarassammucaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Karena itu perhatikanlah segala perbuatan Anda. Sehingga Anda dapat mengetahui hakekat sejatinya yang disebut Dharma. Setelah Anda mengetahui, simpanlah itu baik-baik di dalam hati. Sebagaimana telah hamba katakan terdahulu, segala yang tidak menyenangkan Anda, Hal itu jangan hendaknya dilakukan pada orang lain.
Bhagavan Vararuci mengajarkan pada kita untuk selalu sadar dan memperhatikan setiap saat, setiap detik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Karena itu perhatikanlah segala perbuatan Anda. Sehingga Anda dapat mengetahui hakekat sejatinya yang disebut Dharma. Setelah Anda mengetahui, simpanlah itu baik-baik di dalam hati. Sebagaimana telah hamba katakan terdahulu, segala yang tidak menyenangkan Anda, Hal itu jangan hendaknya dilakukan pada orang lain.</em><span id="more-348"></span></p>
<p>Bhagavan Vararuci mengajarkan pada kita untuk selalu sadar dan memperhatikan setiap saat, setiap detik perbuatan/karma kita, ya&#8230;perhatikan dengan baik, Dengan jalan terus kita memperhatikan setiap gerak dari aktivitas kita sehari-hari kita akan mengetahui hakekat dari yang disebut dengan Dharma (Kebenaran Abadi).</p>
<p>Ajaran moral yang diajarkan beliau sangat sederhana: <em><strong>Segala yang tidak menyenangkan diri kita, janganlah kita lakukan pada orang lain</strong></em>. Pertanyaan kemudian muncul apakah segala yang menyenangkan kita, harus kita lakukan juga pada orang lain&#8230;.? Kenapa sang Viku menfokuskan hanya pada perbuatan yang tidak menyenangkan? bukan pada perbuatan yang menyenangkan..?</p>
<p>Yang tidak menyenangkan mendatangkan penderitaan (sedih, marah, benci, dengki, dll) ini semua menguras energi individu. Dan bisa mempengaruhi keharmonisan hubungan antar sesama manusia. Bila keharmonisan bertetangga, bersaudara, di dalam dunia kerja terganggu maka kedamaian dan kebahagiaan yang menjadi tujuan setiap orang tidak akan tercapai.</p>
<p>Sekarang bagaimana dengan yang menyenangkan tentu akan mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain..? belum tentu juga sih, karena setiap orang itu memiliki kesenangannya sendiri, tentu yang dimaksud di sini adalah kesenangan yang universal seperti: setiap orang suka ditolong, setiap orang suka dipuji pada saat yang tepat, setiap orang suka diberi kejutan/hadiah, setiap orang suka dihargai. Kebahagiaan tidak akan menguras energi, malah akan melipatgandakan energi.</p>
<p>Namun dalam hal ini sang Bhagavan lebih menitik beratkan pada perbuatan yang tidak menyenangkan agar keharmonisan antar individu tetap jalan, agar minimum kondisi pribadi setiap orang itu stabil bahkan kalo bisa naik.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/singaraja.wordpress.com/348/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/singaraja.wordpress.com/348/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=348&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/15/sarassamuccaya-sloka-44/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/made24-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Kambing dan Sang Samong (Harimau)</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/15/sang-kambing-dan-sang-samong-harimau/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/15/sang-kambing-dan-sang-samong-harimau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 05:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Sang Kambing dan Sang Samong (Harimau)
Dahulu kala, di tengah-tengah sebuah hutan yang lebat, hiduplah berbagai jenis binatang, mereka hidup sangat damai. Saling bersahabat. Satu sama lain saling membantu. Pepohonan sangat rindang dan berbagai jenis tumbuhan tumbuh dengan subur. Tampaklah di sana segerombolan binatang yang sedang berkumpul. Ternyata mereka adalah sekelompok Samong (Harimau) dan Kambing.
Mereka adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sang Kambing dan Sang Samong (Harimau)</p>
<p style="text-align:justify;">Dahulu kala, di tengah-tengah sebuah hutan yang lebat, hiduplah berbagai jenis binatang, mereka hidup sangat damai. Saling bersahabat. Satu sama lain saling membantu. Pepohonan sangat rindang dan berbagai jenis tumbuhan tumbuh dengan subur. Tampaklah di sana segerombolan binatang yang sedang berkumpul. Ternyata mereka adalah sekelompok Samong (Harimau) dan Kambing.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka adalah sahabat lama, mereka sedang rapat untuk menyusun rencana dan perjanjian bersama. Sang Samong membuka rapat, dengan senyumnya yang khas, dia membuka mulutnya, taringnya yang panjang dan tajam berkilauan diterpa sinar mata hari, membuat takut setiap mahluk yang lewat. Namun tidak dengan sang kambing. Dengan tenang gerombolan kambing dan samong duduk menanti pidato dari sang Samong.<span id="more-345"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sahabatku semua seperti tradisi kita selama ini, kita selalu hidup bersama dan saling membantu, menuju kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Saat ini musim hujan sudah mulai datang, sangat bagus bagi kita untuk bercocok tanam. Saya ingin mengetahui pendapat saudara-saudara sekalian, tanaman apa yang paling cepat menghasilkan dan rasanya enak yang patut kita tanam&#8230;?&#8221; Sesaat keluarga samong dan keluarga kambing berdiskusi, mulailah mereka mengajukan berbagai jenis tumbuhan, tomat, cabe, terong, semangka, dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melalui diskusi yang panjang dan a lot, akhirnya semua keluarga menyetujui untuk menanam kacang panjang. Lantas bagaimanakah pembagiannya&#8230;? Perwakilan keluarga Kambing berdiri .  Hai&#8230;Samong, kita telah sepakat dengan menanam kacang, trus bagaimana dengan pembagian hasilnya? Kita hanya punya dua produk dari tanaman kacang panjang ini yaitu; pertama adalah daunnya, yang kedua adalah buahnya. Kalian pilih yang mana&#8230;?&#8221;  Keluarga samong tampak mulai berdiskusi, mereka sibuk berbisik-bisik, demikian pula dengan keluarga kambing tidak mau kalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba salah satu perwakilan keluarga Samong mengacungkan tangan sambil berdiri.<br />
&#8220;Hi..Kambing, kami tidak suka dengan daun kacang, kami lebih suka dengan buahnya. Bagaimana kalo kami keluarga samong akan makan buahnya, kalian keluarga kambing makan daunnya&#8230;?&#8221; Sang Kambing melirik ke kelompoknya, sambil pura-pura berfikir, mereka mulai berargumen: Samong, buah kacang tentu lebih enak dari daun kacang, tapi karena aku menghargai kalian, dan juga kita semua harus merasakan nikmat yang sama dari hasil kerja keras kita, kami sekeluarga setuju dengan pembagian ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Singkat cerita, mereka semua bersemangat menyirami tumbuhan kacang, menyiangi dari berbagai tumbuhan yang lain, membawakan pupuk dari busukan dedaunan (kompos), ternyata tanaman kacang tumbuh sangat subur, daunnya lebar-lebar dan hijau sangat menggiurkan bagi sang kambing.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Kambing memimpin keluarganya untuk menikmati daun kacang muda yang segar yang sedang tubuh dengan  lahapnya. Sang Samong datang menghampiri Sang Kambing seraya berkata:&#8221;Kambing kenapa kamu makan daunnya sekarang..? kamu harus tunggu dulu biar berbuah, kalo kamu makan terus daunnya, kapan dia akan berbuah&#8230;.?kamu harus sabar menunggu sehingga nanti kita bisa makan bersama, seperti kita bekerja bersama?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Kambing sambil tersenyum, menimpali: &#8220;Samong kita kan sudah sepakat, kalo daunnya untuk kami, buahnya untuk kalian, jadi kami memakan yang menjadi bagian kami, kenapa kamu marah&#8230;? Ini kan termasuk dalam perjanjian, dan dalam rapat kita tempo hari tidak ada membicarakan tentang kapan kami berhak untuk menikmatinya, demikian juga kapan kalian berhak menikmatinya..?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Samong terdiam, sambik kesel dia kemudian pergi meninggalkan kebun mereka. Sementara itu anak-anak kambing mulai kwatir. &#8221; Bunda kalo nanti Samong marah dan menyerang kita, apa yang harus kita lakukan&#8230;? Samong tenaganya besar, mereka bisa mengalahkan binatang-binatang besar, sementara kita hanya binatang lemah&#8230;? bagaimana menghadapinya..?&#8221; Rengek anak-anak kambing.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Kambing mulai berfikir keras berusaha memutar otaknya. Dia tampak berjalan bolak-balik, dahinya mengernyit pertanda dia sedang sangat serius. Dia menyadari bahaya akan datang. Kesel bagi sang Samong berarti petaka bagi keluarga mereka. Tiba-tiba dia dapat akal, dia kumpulkan semua anak-anaknya. &#8220;Hai anak-anakku semua kita memang binatang yang lebih lemah dari sang Samong tapi kita tidak boleh kalah dari mereka&#8230;., Bunda punya ide, sekarang mari kita kumpulkan buah genola (semacam duet kalo dimakan bikin gigi dan lidah merah)&#8221;. &#8220;Untuk apa Bunda kata anak kambing yang paling bungsu&#8230;?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ikuti saja perintah Bunda, kalian besok pagi kunyah buah genola, semua Bunda perintahkan berdiri dekat sumur di samping kebun kita. Begitu Samong dan keluarganya datang Ibu yang akan menghadapinya. Melihat keyakinan diri Sang Ibu demikian kuat anak-anak kambing tidak ada yang meragukan lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dikisahkan kemudian Sang Samong sangat marah dengan kelakuan sang Kambing, dia memanggil semua keluarganya. &#8220;Sialan sang Kambing, dia mempermainkan kita, dia tidak menghargai kita, tidak bisa melihat kekuatan kita&#8230;.Anak-anakku semua besok pagi kita Serang sang Kambing, kita cabik-cabik dagingnya dengan taring dan cakar-cakar kita.&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi itu semua anak-anak kambing telah berdiri di pinggir sumur sambil mengunyah buah genola. Sementara itu Sang Samong dengan keluarganya sambil mengaum terus mendekati lokasi sumur tersebut. Nyali anak-anak kambing mulai ciut mendengar raungan suara sang Samong. Muka mereka tampak ketakutan. Dengan sabar Sang Kambing berusaha meyakinkan anak-anaknya bahwa mereka akan menang.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang diduga sang Samong sambil berteriak berlari mendekati sang Kambing: &#8221; Hi&#8230;Kambing kamu ternyata sahabat yang jahat, kamu telah menipu kami, sekarang terimalah balasan dari kami, siapkan dirimu, sebentar lagi kalian menjadi santapan siang kami&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Kambing dengan tenang berdiri menghadap arah dari mana sang Samong dan keluarganya berjalan. Dengan lantang dia berkata: &#8220;Hi&#8230;Samong kamu kira kami gentar menghadapi kamu, kami tidak pernah menipu kalian, kami hanya makan apa yang menjadi bagian dari kami,&#8230;.Sambil menatap tajam ke arah Sang Samong. Kambing berkata lantang, &#8230;.Samong, tahan langkahmu sebentar, lihatlah pada anak-anakku, serentak anak-anak kambing menyeringai memperlihatkan gigi dan lidahnya yang merah&#8230; Barusan kami telah memakan sepuluh ekor Samong, perhatikan lidah dan gigi anak-anakku, penuh bersimbah darah dari temen-temen kalian&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tidak mungkin&#8230; kalian hanya binatang lemah pemakan tumbuhan mana mungkin bisa mengalahkan Samong&#8230;?&#8221; kata Harimau sambil menghentikan langkahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kamu tidak percaya&#8230;? Kami memang kecil tapi bukan berarti kami bisa kalian kalahkan dengan mudah, kalo kamu tidak percaya lihatlah ke dalam sumur, banyak sekali kepala temen-temen kamu di sana, tubuh-tubuh mereka telah kami santap sebagai sarapan pagi&#8230;. Apakah kalian mau menyusul&#8230;? Kebetulan kami belum punya makan siang&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Setengah tidak percaya Samong diikuti keluarganya melangkah mendekati sumur, dengan sangat hati-hati mereka mendengokkan kepalanya ,tampaklah wajah-wajah mereka di dalam sumur, seketika itu pula nyali sang Samong jadi ciut, tanpa tunggu lagi mereka segera kabur&#8230;. Ketakutan, bayangan kepala mereka di dalam sumur dikira kepala dari temen-temen mereka yang disantap oleh sang Kambing&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Kambing bersorak gembira&#8230; mereka lepas dari Bahaya&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/singaraja.wordpress.com/345/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/singaraja.wordpress.com/345/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=345&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/15/sang-kambing-dan-sang-samong-harimau/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/made24-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Be 100 % to the present</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/10/be-100-to-the-present/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/10/be-100-to-the-present/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 19:28:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hidup ini sering kali kita kwatir dengan masa depan, apalagi saat melihat kondisi negeri kita yang pasca dilanda krisis. Musibah datang silih berganti di wilayah negeri ini, yang tidak sedikit menelan korban baik harta, maupun nyawa. Sementara para pemimpin belum bisa lepas dari budaya korupsi, kolusi dan nepotisme. Yang kaya semakin kaya, yang miskin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dalam hidup ini sering kali kita kwatir dengan masa depan, apalagi saat melihat kondisi negeri kita yang pasca dilanda krisis. Musibah datang silih berganti di wilayah negeri ini, yang tidak sedikit menelan korban baik harta, maupun nyawa. Sementara para pemimpin belum bisa lepas dari budaya korupsi, kolusi dan nepotisme. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Si miskin berusaha bangkit untuk berjuang mengentaskan kemiskinan. Banyak cara telah dilakukan, banyak hal dikorbankan. Sebagian dari mereka berhasil, sebagian lagi gagal.<span id="more-340"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Diantara cara yang dipilih salah satunya hijrah ke luar negeri menjadi buruh migran. Mengais rejeki dibeberapa daerah. Jauh dari keluarga dan tanah tumpah darah. Hidup di negeri yang berbeda tradisi, hukum dan adat serta budaya. Mereka yang memiliki keahlian dibidang teknik, medis, pariwisata, dll memiliki peluang sukses lebih besar, dibandingkan dengan mereka yang hanya mengandalkan tenaga dan semangat hijrah ke negeri tetangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang memiliki keahlian dihargai sebagai tenaga profesional baik secara materi maupun dalam status sosial di mana mereka diterima bekerja, mereka dipandang sebagai tenaga akhli di bidangnya masing-masing. Mereka mendapatkan pendapatan yang cukup, sehingga sandang pangan dan papan bukan masalah lagi. Bahkan bisa membantu kaum papa dan fakir miskin tentunya yang memiliki empati tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi bagaimanapun nikmatnya tinggal di negeri orang tetap tidak senyaman tinggal di negeri sendiri. Keinginan untuk kembali ke pelukan ibu pertiwi tanah tumpah darahku tercinta, kian hari kian bertambah tinggi. Kerinduan ini sering menghadirkan kekwatiran tentang masa depan. Melihat kenyataan negeri yang boleh dikatakan belum pulih total dari krisis, dengan kurs dolar terhadap rupiah masih tinggi yaitu  bertahan dikisaran  di atas 9000 rupiah, maka bekerja diluar negeri masih tetap menarik untuk dijalani.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan muncul di dalam hati, sampai kapankah diri ini ada dinegeri orang&#8230;? Melihat trend biaya hidup setiap tahun meningkat sangat drastis, terutama biaya pendidikan, ditambah lagi kenyataan bahwa usia produktif kita terbatas adanya, menghadirkan kekwatiran tersendiri dalam hati. Rasa kwatir yang sering mengusik ketenangan ini kalo dibiarkan akan menguras cadangan energi dalam diri secara pelan namun pasti bila tidak dikelola dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dilain sisi bila kita menengok ke masa lalu, sebagai manusia kita sering melakukan kesalahan baik terhadap keluarga, teman, rekan kerja, maupun kesalahan terhadap diri kita sendiri. Penyesalan adalah ujung dari keadaan ini. Penyesalan yang berkepanjangan tidak jarang akan melemahkan kita, kadang badan terasa lemas manakala teringat dengan kesalahan-kesalahan fatal yang terjadi di masa lampau. Kalo direnungkan dengan baik kejadian itu telah lewat, itu semua telah terjadi pantaskah masih mengkonsumsi energi kita&#8230;? Cadangan energi dalam diri ini juga terbatas, bila tidak pandai mengelola perasaan ini, tidak jarang akan menimbulkan penyakit baru yang disebut stress.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Life must go on</em> begitu kata orang, ternyata menyesali masa lalu dan mengkwatirkan masa depan keduanya sama-sama menguras energi kita. Lantas bagaimana cara untuk menjalani hidup agar memberikan output yang optimal dengan resourses yang terbatas? Sementara keinginan untuk maju dan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga, membrantas kemiskinan, membantu mereka yang ditimpa bencana, kaum fakir miskin..?</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Don&#8217;t regret to the past, </em>Jangan menyesali yang telah lewat, karena itu tidak akan merubah keadaan, menangisi yang telah berlalu tidak akan membuat hal itu kembali, karena masa lalu tidak bisa ditarik kembali. Tapi memang tanpa kita sadari, sering kita diseret oleh emosi yang membenamkan kita ke lembah penderitaan ini. Dengan pengetahuan dan iman kita masing-masing saya yakin kita bisa mengatasinya. Lantas apa yang mesti dilakukan selanjutnya&#8230;?</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Be 100 % to the present</em>. Konsentrasikan seluruh energi (100 %) untuk melakukan yang terbaik hari ini, ya hari ini lakukanlah tugasmu dengan sebaik mungkin, pusatkan perhatian pada pelaksanaan tugas dan kwajiban yang sesempurna mungkin, tugas sebagai kepala keluarga, sebagai anak, sebagai ayah, sebagai anggota masyarakat dimana kita tinggal, dan tidak lupa pula melakukan kwajiban yang disuratkan dalam kitab suci masing-masing. Menjadi orang baik dan profesional dapat tercapai dengan selalu melakukan yang terbaik hari ini, ya hari ini&#8230;jangan tunggu nanti, besok, apalagi minggu depan, bulan depan atau tahun depan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em> Don&#8217;t worry to the future</em>. Jangan kwatir dengan masa depan, karena itu belum terjadi, bila kita setiap hari berfikir dan bertindak yang terbaik hari ini <em>100 % to the present</em>, tentu hari esok akan cerah&#8230;..so <em>Be 100 % to the present my brothers..</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/singaraja.wordpress.com/340/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/singaraja.wordpress.com/340/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=340&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/10/be-100-to-the-present/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/made24-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramayana-versi Indonesia-Pertapaan Bagavan Wiswamitra</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/10/ramayana-versi-indonesia-pertapaan-bagavan-wiswamitra/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/10/ramayana-versi-indonesia-pertapaan-bagavan-wiswamitra/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 18:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ramayana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Pertapaan Bagavan Wiswamitra
Setelah para raksasa terusir, Bagawan Wiswamitra beserta para cantrik kembali ke pertapaannya. Para penduduk membersihkan puing-puing yang berserakan akibat peperangan. Rumah-rumah penduduk yang dirusak oleh para raksasa kini diperbaiki dan dibangun lagi.
Mereka juga mulai beternak.  Sawah dan ladang yang rusak  mereka cangkul dan garap lagi. Saluran-saluran air digali pula. Tanah-tanah yang baru dibuka dijadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pertapaan Bagavan Wiswamitra</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah para raksasa terusir, Bagawan Wiswamitra beserta para cantrik kembali ke pertapaannya. Para penduduk membersihkan puing-puing yang berserakan akibat peperangan. Rumah-rumah penduduk yang dirusak oleh para raksasa kini diperbaiki dan dibangun lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka juga mulai beternak.  Sawah dan ladang yang rusak  mereka cangkul dan garap lagi. Saluran-saluran air digali pula. Tanah-tanah yang baru dibuka dijadikan tanah garapan, dibagi-bagi dalam petak-petak persawahan, dan diairi. Benih-benih disebarkan.<span id="more-338"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kuil-kuil yang runtuh pun mereka bangun kembali. Di bawah pimpinan Bagawan Wiswamitra, mereka berdoa dan menyelenggarakan upacara-upacara pemujaan. Mereka memanjatkan doa agar memperoleh ketentraman, kemakmuran dan kesejahteraan, serta dijauhkan dari segala penyakit dan perang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ramawijaya dan Laksamana kadangkala masih  mengunjungi pertapaan Sang Bagawan untuk berjaga-jaga kalau masih ada raksasa yang hendak mengganggu ketentraman penduduk</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/singaraja.wordpress.com/338/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/singaraja.wordpress.com/338/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/338/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=338&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/10/ramayana-versi-indonesia-pertapaan-bagavan-wiswamitra/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/made24-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendidik Anak dengan Bercerita atau Mendongeng</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/08/mendidik-anak-dengan-bercerita-atau-mendongeng/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/08/mendidik-anak-dengan-bercerita-atau-mendongeng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 20:12:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu warisan leluhur yang merupakan media dalam mendidik anak adalah mendongeng. Mendongeng atau bercerita tentang suatu lakon ternyata amat besar manfaatnya bagi si kecil. Teringat sewaktu saya masih kecil, Ibu, Nenek, Paman sering sekali bercerita tentang kepahlawan baik itu berupa dongeng fabel (binatang) seperti: kancil dan buaya, burung keker dan sang monyet, Si Ayam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Salah satu warisan leluhur yang merupakan media dalam mendidik anak adalah mendongeng. Mendongeng atau bercerita tentang suatu lakon ternyata amat besar manfaatnya bagi si kecil. Teringat sewaktu saya masih kecil, Ibu, Nenek, Paman sering sekali bercerita tentang kepahlawan baik itu berupa dongeng <em>fabel</em> (binatang) seperti: kancil dan buaya, burung keker dan sang monyet, Si Ayam Hitam, dll atau dongeng tentang manusia seperti kisah bawang merah dan bawah putih, cupak grantang, Si Miskin dan Si kaya, Raja Pala, Arjuna, Timus Mas, dll. Sebelum kami tidur, sambil membelai rambut kami Ibu atau Nenek selalu bercerita tentang kisah-kisah di masa lampau. Kami merasa sangat <em>exited</em> dengan cerita-cerita mereka, tak jarang cerita itu sampai terbawa ke alam mimpi.<span id="more-329"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mendongeng atau bercerita ternyata amat besar manfaatnya. Manfaat itu bisa saya rasakan hingga kini. Budaya yang mulai dilupakan orang. Sebagai contoh waktu saya masih kecil Ibu selalu menceritakan kisah perjuangan Sang Arjuna dalam mendapatkan Panah Sakti Kalimusada (Panah=Manah=Pikiran/akal/kecerdasan). Dia harus bertapa di puncak gunung Indrakila. Melewati berbagai macam cobaan seperti: Emas Permata (Harta), Bidadari (Wanita Cantik/lawan jenis), Raksasa (Nafsu), Bahaya mengancam ada Babi Hutan (Kerakusan) yang mau menggulingkan gunung indrakila (Panca Indra) . Arjuna berhasil membunuh babi hutan tersebut dengan panahnya. Pada saat yang sama Bhatara Siva menjelma menjadi seorang pemanah, untuk memberikan <em>final examination</em> kepada Arjuna, menguji kesiapan fisik dan mental Arjuna, apakah dia layak untuk mendapatkan senjata ampuh Panah Kalimusada. Pemanah yang tidak lain adalab Siva mewujudkan diri sebagai<em> compatitor</em> bagi sang Ksatria Arjuna. Dengan keteguhan dan kerja kerasnya Arjunapun mampu melewatinya dengan baik sehingga Siva berkenan menghadiahkan Panah Kalimusada.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalo kita simak dalam kisah Arjuna, dalam setiap pencapaian suatu prestasi kita pasti memerlukan kekuatan panah (manah=pikiran/akal/kecerdasan). Kemampuan untuk mengatasi berbagai cobaan yang bersifat materi (emas permata), lawan jenis (bidadari), pesaing (pemanah lain yang merupakan jelmaan Siva) dan yang paling kuat adalah nafsu (yang dilambangkan dengan raksasa yang sangat serem dan ganas). Mampu mengendalikan panca indra kita (dilambangkan dengan bertapa di gunung indrakila). Bila kita bisa melewati semua itu maka dengan mudah kita bisa meraih suatu prestasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat saya berada di Arab Saudi, begitu banyak tantangan yang dihadapi, karena ini pertama kali bagi saya untuk menginjakkan kaki di negeri orang. Perbedaan suhu dan iklim, perbedaan makanan, budaya, tradisi, dan lain-lain semua merupakan tantangan yang tidak mudah untuk dilalui. Cobaan-cobaan ini mengkonsumsi tidak sedikit energi saya, sehingga ada saat dimana energi saya melemah, dalam kondisi seperti ini tiba-tiba saya teringat dengan kisah yang diceritakan oleh Ibu tentang perjuangan Arjuna untuk mendapatkan Panah Kalimusada. Spirit Arjuna ternyata mampu membangkitkan kembali kekuatan saya , semangat untuk menunaikan tugas menggelora kembali tanpa terduga.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini terjadi beberapa kali, contoh lain dalam persaingan saya teringat dengan perjuangan Si Tamtam (Titisan Wisnu untuk memberikan pelajaran pada manusia di Bumi Visnu lahir menjadi pemuda miskin yang lahir di dusun terpencil dengan segala keterbatasan. Sementara Saktinya Devi Sri lahir menjadi seorang putri cantik jelita, pinter, dan sangat kaya, putri raja Mesir, yang bernama Ajnyaswari  artinya wanita berilmu).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kegigihan, dengan kepercayaan dirinya, dengan doa dan usahanya akhirnya Si Tamtam bisa menaklukkan semua putra mahkota di seantero jagad bumi persada. Spirit Tamtam kerap kali memotivasi saya saat saya merasa <em>inferior</em> dalam setiap kompetisi. Cerita ini sering dituturkan oleh Pekak Baru salah satu sesepuh di desa kami, juga oleh Guru Made Sri Dana (paman saya), ketika saya mengunjungi mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Melihat begitu banyak manfaat dari bercerita, timbul keinginan saya untuk membangkitkan kembali tradisi bercerita terutama bagi anak-anak yang lahir, tinggal di luar negeri. Mereka terbiasa mendengarkan dan menonton cerita-cerita dari luar sebut saja tokoh-tokoh seperti: <em>wood packer, spiderman, superman, superboy, doraemon, sincan, flinston, mickey and donald</em>, dan lain-lain yang notabenenya adalah semua produk impor.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak jarang anak-anak sering meniru tingkah polah para tokoh idolanya, banyak dampak positif dari menonton film atau cerita dari luar, dampak negatif juga tidak bisa dielakkan sehingga banyak kita jumpai media masa yang mewartakan seorang anak meninggal atau cidera melompat dari ketinggian meniru tokoh idolanya seperti <em>spiderman.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Bercerita/mendongeng bisa menumbuhkan imajinasi anak, sekaligus membangun hati nurani anak. Nasihat pun dapat disisipkan dalam dongeng. Dongeng dapat mempererat hubungan anak dan orangtua, nenek/kakek dengan cucu, paman dengan keponakan, kakak dengan adik-adiknya. Karena terjadi interaksi yang begitu intens. Hal ini akan menciptakan hubungan yang sangat erat, menumbuhkan perngertian sejak dini antar anggota keluarga. Pemilihan waktu tidak perlu harus selalu di malam hari. Siang atau sore pun, bisa. Tentu saja, pilih waktu yang tepat.</p>
<p>Kegiatan bercerita sudah bisa dimulai ketika anak berusia 6 bulan. Meskipun pada saat itu, anak belum sepenuhnya mengerti yang dikatakan oleh orangtua ketika bercerita. Namun, anak dapat belajar memahami dari ekspresi orangtua. Memilih cerita juga salah satu faktor yang penting. Lebih baik sesuaikan dengan usia si kecil.</p>
<p>Anak usia 0-2 tahun, umumnya belum bisa berfantasi oleh karena keterbatasan bahasa mereka. Jika orangtua memilih bercerita dengan bantuan buku, cari buku dengan sedikit teks, tetapi sarat gambar. Anggaplah buku itu sebagai bagian dari mainan dan hiburan.</p>
<p>Untuk anak usia 2-4 tahun sebagai usia pembentukan. Banyak sekali konsep baru yang harus si kecil pelajari di masa ini. Si kecil sangat suka mempelajari manusia dan kehidupan. Itulah sebabnya mereka suka sekali meniru tingkah laku orang dewasa. Biasanya diungkapkan lewat main tamu-tamuan, dokter-dokteran, dan lainnya.</p>
<p>Selain itu, orangtua juga bisa menceritakan perihal karakter-karakter binatang yang disesuaikan dengan keseharian anak. Anak usia itu sudah pandai berfantasi, yang puncaknya usia 4 tahun.</p>
<p>Kemudian, untuk anak usia 4-7 tahun, orangtua dapat memperkenalkan si kecil dongeng-dongeng yang lebih kompleks. Mereka juga sudah mulai menyukai cerita-cerita tentang terjadinya suatu benda dan bagaimana cara kerja sesuatu. Inilah kesempatan orangtua untuk mendorong minat anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Interaksi yang penuh kasih sayang selama mendongeng akan terjalin indah dan membekas begitu dalam di sanubari anak. Itu semua akan menjadi modal bagi kebahagiaan mereka pada masa depan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat begitu banyak manfaat dari bercerita/mendongeng pada si kecil, Marilah kita lestarikan budaya warisan leluhur ini dengan membiasakan untuk bercerita pada anak-anak kita.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/singaraja.wordpress.com/329/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/singaraja.wordpress.com/329/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=329&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/08/mendidik-anak-dengan-bercerita-atau-mendongeng/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/made24-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Kancil dan Buaya</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/08/sang-kancil-dan-buaya/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/08/sang-kancil-dan-buaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 16:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman dahulu Sang Kancil adalah merupakan binatang yang paling cerdik di dalam hutan. Banyak binatang-binatang di dalam hutan datang kepadanya untuk meminta pertolongan apabila mereka menghadapi masalah. Walaupun ia menjadi tempat tumpuan binatang- binatang di dalam hutan, tetapi ia tidak menunjukkan sikap yang sombong malah selalu bersedia membantu mereka yang membutuhkan.
Suatu hari Sang Kancil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pada zaman dahulu Sang Kancil adalah merupakan binatang yang paling cerdik di dalam hutan. Banyak binatang-binatang di dalam hutan datang kepadanya untuk meminta pertolongan apabila mereka menghadapi masalah. Walaupun ia menjadi tempat tumpuan binatang- binatang di dalam hutan, tetapi ia tidak menunjukkan sikap yang sombong malah selalu bersedia membantu mereka yang membutuhkan.<span id="more-327"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari Sang Kancil berjalan-jalan di dalam hutan untuk mencari makanan. Oleh karena makanan di sekitar kawasan kediaman telah berkurangan Sang Kancil pergi mencari makanan di luar kawasan kediamannya. Cuaca pada hari tersebut sangat panas, menyebabkan Sang Kancil merasa dahaga karena terlalu lama berjalan, lalu ia berusaha mencari sungai yang terdekat. Setelah merambah hutan akhirnya kancil sampai pada sebuah sungai yang sangat jernih airnya. Tanpa membuang waktu Sang Kancil terus minum dengan sepuas-puasnya. Kesegaran dan kesejukan air sungai tersebut telah menghilangkan rasa dahaga Sang Kancil.</p>
<p style="text-align:justify;">Kancil terus berjalan-jalan menyusuri tebing sungai, ketika merasa capek ia beristirahat sebentar di bawah pohon beringin yang sangat rindang di sekitar kawasan tersebut. Kancil berkata didalam hatinya &#8220;Aku mesti bersabar jika ingin mendapat makanan yang lezat-lezat&#8221;. Setelah rasa capek hilang, Sang Kancil menyusuri tebing sungai tersebut sambil memakan dedaun kegemarannya yang terdapat disekitarnya. Tibalah Sang Kancil di satu wilayah yang agak lapang, Sang Kancil kaget melihat kebun buah-buahan yang sedang masak ranum di seberang sungai.&#8221;Alangkah enaknya jika aku dapat menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati buah-buahan tersebut&#8221; fikir Sang Kancil.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Kancil terus berfikir mencari akal bagaimana cara untuk menyeberangi sungai yang sangat dalam lagi deras arusnya. Tiba-tiba Sang Kacil melihat Sang Buaya yang sedang asyik berjemur di tebing sungai. Sudah menjadi kebiasaan buaya apabila hari panas ia suka berjemur untuk mendapat cahaya matahari.Tanpa ragu-ragu Kancil terus menghampiri buaya yang sedang berjemur lalu berkata &#8221; Hai sabahatku Sang Buaya, apa khabar kamu pada hari ini?&#8221; buaya yang sedang asyik menikmati cahaya matahari terus membuka mata dan didapati sang kancil yang menegurnya tadi &#8220;Kabar baik sahabatku Sang Kancil&#8221; sambung buaya lagi &#8220;Apakah yang menyebabkan kamu datang ke mari?&#8221; jawab Sang Kancil &#8220;Aku membawa khabar gembira untuk kamu&#8221; mendengar kata-kata Sang Kacil, Sang Buaya tidak sabar lagi ingin mendengar kabar yang dibawa oleh Sang Kancil lalu berkata &#8220;Ceritakan kepada ku apakah yang engkau hendak sampaikan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kancil berkata &#8220;Aku diperintahkan oleh Penguasa Hutan supaya menghitung jumlah buaya yang terdapat di dalam sungai ini karena Sang Penguasa ingin memberi hadiah kepada kamu semua&#8221;. Mendengar saja nama Penguasa Hutan sudah menggerutkan nyali semua binatang karena sang Penguasa Hutan sangat kuat dan tegas menjalankan roda pemerintahannya. &#8220;Baiklah, kamu tunggu di sini, aku akan turun ke dasar sungai untuk memanggil semua teman-temanku aku&#8221; kata Sang Buaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu Sang Kancil sudah berangan-angan untuk menikmati buah-buahan. Tidak lama kemudian semua buaya yang berada di dasar sungai berkumpul di tebing sungai. Sang Kancil berkata &#8220;Hai buaya sekalian, aku telah diperintahkan oleh Penguasa untuk menghitung jumlah kamu semua karena Penguasa akan memberi hadiah yang istimewa pada hari ini&#8221;. Kata kancil lagi &#8220;Atas nama Yang Mulia Penguasa yang kita hormati aku perintahkan kamu semua berbaris membentang di sungai mulai dari tebing sebelah sini sehingga ke tebing sebelah sana&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh kerana perintah tersebut datangnya daripada Penguasa yang sangat disegani semua buaya segera berbaris tanpa membantah. Kata Buaya tadi &#8220;Sekarang hitunglah, kami sudah siap&#8221; Dengan penuh wibawa Sang Kancil berjalan mendekati mereka, Kancil mengambil sepotong kayu yang berada di situ lalu melompat ke atas buaya yang pertama di tepi sungai dan ia mula menghitung dengan menyebut &#8220;Satu dua, tiga..dan seterusnya, jantan betina aku ketuk&#8221; sambil mengetuk kepala buaya. Hingga kancil berhasil menyeberangi sungai. Begitu sampai ditebing di seberang sana kancil terus melompat ke atas tebing sungai sambil bersorak kegembiraan dan berkata&#8221; Hai buaya-buaya sekalian, tahukah kamu bahwa aku telah menipu kamu semua dan tidak ada hadiah yang akan diberikan oleh Penguasa&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar kata-kata Sang Kancil semua buaya merasa marah dan malu kerana mereka telah di tipu oleh kancil. Mereka bersumpah dan tidak akan melepaskan Sang Kancil apabila bertemu pada masa akan datang. Dendam buaya tersebut terus membara sehingga hari ini. Sementara itu Sang Kancil terus melompat kegembiraan dan terus meniggalkan buaya-buaya tersebut dan terus menghilangkan diri di dalam kebun buah-buahan untuk menikmati buah-buahan yang sedang masak ranum itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Moral Cerita:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tubuh kecil tidak menghalangi orang untuk bisa meraih yang diinginkan asal dia menggunakan pikiran dan kecerdasannya, demikian sebaliknya tubuh besar dan kuat tidak menjamin keberhasilan bila tidak menggunakan akalnya, sehingga mudah dimanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan mereka.</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/singaraja.wordpress.com/327/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/singaraja.wordpress.com/327/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/327/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=327&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/08/sang-kancil-dan-buaya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/made24-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Jalan Utama</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/03/tiga-jalan-utama-2/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/03/tiga-jalan-utama-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 17:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Sri Swami Sivananda
Prihal perintah-perintah Karma yang dianjurkan dan Karma yang tak dianjurkan pelaksanaannya, telah tertuang di dalam Veda-Veda. Veda-Veda berbicara tentang manfaat-manfaat dan cela-cela terkait dengan Karma. Mereka juga bicara tentang Varna (tingkatan profesi dalam masyarakat - pent.) dan Asrama (pentahapan dalam menjalani kehidupan spiritual-religius sesuai usia - pent.), yang berbeda-beda sesuai waktu, ruang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Oleh Sri Swami Sivananda</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Prihal perintah-perintah Karma yang dianjurkan dan Karma yang tak dianjurkan pelaksanaannya, telah tertuang di dalam Veda-Veda. Veda-Veda berbicara tentang manfaat-manfaat dan cela-cela terkait dengan Karma. Mereka juga bicara tentang Varna (tingkatan profesi dalam masyarakat - pent.) dan Asrama (pentahapan dalam menjalani kehidupan spiritual-religius sesuai usia - pent.), yang berbeda-beda sesuai waktu, ruang, dan pengkondisian, yang dapat mengantarkan pencapaian Swarga (kebahagiaan) ataukah yang dapat menjerumuskan menuju alam Naraka (penderitaan).<span id="more-323"></span><br />
Naluri terhadap baik atau buruk bukanlah pembawaan lahir, tetapi diperoleh dari kitab-kitab ajaran; dan dari kitab-kitab yang sama pula dapat dikurangi pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan ajaran. Bagi para pembaca awam, mereka bisa jadi membingungkan. Mengingat kecenderungan kontradiktif ini, melalui bimbingan-bimbingan serta penjelasan-penjelasan yang tertuang didalam Bhagavata Purana, terbukti dapat ditiadakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Telah disebutkan keberadaan dari Tiga Jalan Utama guna mencapai Moksha yakni: Jnana, Karma dan Bhakti Yoga. Secara pasti, telah disebutkan bahwa tak ada jalan lainnya untuk mencapai Moksha (kebebasan mutlak), kecuali melalui Jalan-jalan Utama ini. Jnana Yoga diperuntukan bagi yang kurang berkenan menjalankan Karma Yoga. Sebaliknya, Karma Yoga diperuntukan bagi yang tak-enggan melakukannya, bahkan merasa lebih sesuai baginya. Bagi ia yang secara kebetulan, menjadi sedemikian patuhnya terhadap apa yang dikatakan sebagai sabda-sabda dan perintah-perintah Tuhan, dan tak segan-segan melaksanakan Karma, termasuk juga yang tak &#8212; semestinya dilekati, adalah amat sesuai menjalankan Bhakti Yoga.</p>
<p style="text-align:justify;">Seseorang mesti mengikuti jalan Karma, sejauh ia tak-enggan melaksanakannya atau ia tak berbakat untuk membenamkan batinnya dalam kesadaran Tuhan. Melaksanakan Yajna-yajna, merupakan kewajiban bagi semuanya, tanpa disertai keinginan-keinginan pribadi (berdasarkan ke-aku-an) dan secara tulus-ikhlas. Hendaknyalah, tidak melakukan perbuatan terlarang. Dengan cara itulah orang melampaui batas-batas Swarga (kebahagiaan) dan Naraka (penderitaan). Melalui pelaksanaan kewajiban masing-masing sebaik-baiknya, orang suci mencapai kemurnian dari kebijaksanaan dan Bhakti.</p>
<p style="text-align:justify;">Para penghuni Swarga masih membutuhkan jasmani, demikian pula para penghuni Naraka. Namun sesungguhnya, jasmani manusia hanya masih diperlukan untuk mencapai Jnana dan Bhakti, bukan untuk pencapaian Swarga apalagi Naraka. Orang yang berpandangan jauh kedepan tak pernah berharap untuk mencapai Swarga atau ketakutan mendengar Naraka. Ia bahkan tak mengharapkan untuk terlahir dalam jasad manusia lagi. Oleh karena, ia memahami bahwa berhubungan dengan jasad manusia ini, membangkitkan gangguan ke-aku-an.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang suci mengetahui dengan jelas bahwa jasmani ini sesungguhnya diperuntukan bagi penghentian segala kenafsuan dan keinginan. Namun - masih dalam jasad manusia - beliau berhasil didalam berjuang mencapai Moksha, sebelum kematian menghampirinya; beliau ibarat seekor burung yang tak lagi terikat pada sarangnya, terbang melayang dengan bebas dan dalam kebahagiaan, sebelum rambahan tangan-tangan manusia yang menebang pohon - dimana ia bersarang.<br />
Jasmani manusia, yang merupakan sumber prima untuk berbagai pencapaian, adalah perahu yang sempurna, sungguh sulit menjaganya, akan tetapi menjadi mudah bila telah mencapai &#8216;pantai seberang&#8217;. Sang Guru menjaga perahu ini, dan Tuhan adalah angin baik yang mengantarkannya ke seberang. Manusia yang tak berupaya menyeberangi samudra kelahiran dan kematian, sesungguhnya adalah pembunuh Sang Diri Jati.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Jnana Yoga</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bila seseorang kurang cocok dan tak-sabaran dalam mengikuti jalan Karma, dan bila ia mampu mengendalikan semua indriya-nya, ia juga harus melatih konsentrasi pikiran. Ketika berusaha berkonsentrasi - umumnya - pikiran menjadi rapuh dan liar, semua ini mesti disadari dan tetap dalam kendali serta dilakukan dengan semangat yang tak kunjung padam. Dengan membiarkannya berkelana sejenak, pikiranpun dapat dijinakkan nantinya. Jangalah lalai dalam memeriksa pikiran Anda menggunakan Prana (daya vital) Anda dan mengendalikan semua indriya Anda sejalan dengan Sattvika Buddhi (keluhuran budi), guna menggiring pikiran pada kesadaran Diri Jati.</p>
<p style="text-align:justify;">
Pengendalian pikiran adalah Yoga tertinggi. Sang pelatih kuda, pada mulanya mengendorkan kendali, akan tetapi tak pernah benar-benar melepas kendali tersebut. Refleksikanlah batin Anda pada semua objek manifestasi kreatif, kemudian lakukanlah yang sebaliknya, yaitu proses pemutusan secara batiniah - sesuai metode Sankhya (penguraian sesuatu ciptaan atas unsur-unsur dasar pembentuknya; merupakan salah satu aliran filsafat besar dalam Hinduisme yang juga merupakan dasar filosofi Yoga - pent.). Lakukanlah ini hingga batin berangsur-angsur menjadi kalem.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menanamkan rasa muak terhadap keduniawian, sikap ketidak-berpihakan, dan secara konstan merenungkan ajaran-ajaran Sang Guru, batin akan terlepas dari kegelapan yang meliputinya. Melalui praktek Yama (menahan diri) dan metode lainnya dalam Yoga, dengan mengadakan pemisahan diri dari ke-aku-an serta pemujaan kepada-Nya, batinpun akan mampu mencapai Kesadaran Tuhan. Bila mengalami kehilangan kendali keseimbangan mental, dimana Sang Yogi melakukan perbuatan yang tak semestinya ia lakukan, maka ia harus membakar kecemarannya itu hanya lewat jalan Yoga &#8212; bukan dengan jalan lainnya, seperti melalui ritus-ritus usang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketaatan pada jalur tertentu yang diikuti, adalah sesuatu yang baik. Masyarakat diajarkan untuk dapat membedakan, mana yang benar dan mana yang salah, bukan karena hal itu untuk menjaga kemurnian Diri Jatinya, akan tetapi oleh karena kemampuan pembeda tersebut amat dibutuhkan guna mengatur prilakunya; atas pemahaman bahwa itu akhirnya memungkinkannya melepas berbagai hal yang melekati.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Karma Yoga</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ini telah disebutkan, didalam berbagai kitab-kitab ajaran, bahwasanya Nitya-Karma (perbuatan-perbuatan yang ditetapkan sebagai suatu keharusan untuk dilaksanakan) dan Naimitta-Karma (perbuatan-perbuatan yang adakalanya baik untuk dilaksanakan) dapat mensucikan batin. Jadi, mereka termasuk perbuatan baik. Membunuh binatang dan perbuatan sejenisnya adalah buruk; itu merupakan perbuatan buruk (Dosha). Pengakuan-pengakuan terhadap dosa-dosa (Prayaschitta) dianjurkan pelaksanaannya, guna menghilangkan konsekwensi dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat. Oleh karenanyalah, Prayaschitta merupakan suatu yang bermanfaat (Guna).</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana kecemaran dapat dimusnahkan melalui Yoga dan bukan melalui Prayaschitta? Itulah sebabnya mengapa disebutkan adanya perbuatan yang baik dan bermanfaat bagi batin (Guna) dan buruk (Dosha), melalui perintah-perintah dan larangan-larangan, sebagai aturan mainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Manfaat daripadanya adalah, guna menanamkan pengertian bahwa pada hakekatnya kecemaran-kecemaran manusia, bukanlah merupakan hasil dari kecenderungan-kecenderungannya . Manusia menjadi cemar karena adanya tendensi serta dorongan alaminya. Adalah tidak mungkin bagi-nya, untuk serta merta, memiliki keseganan dalam melakukan berbagai perbuatan. Oleh karenanyalah diajarkan untuk &#8216;melakukan ini&#8217;, &#8216;jangan lakukan itu&#8217; &#8212; perintah-perintah dan larangan-larangan hanyalah untuk membatasinya menuju kemunduran batiniah, dan dengan demikian mereka digiring pada kecenderungan berbuat baik. Para Yogi tak memiliki kecenderungan. Jadi, aturan-aturan main yang termaktub didalam Prayaschitta, bukan diperuntukkan bagi mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong> Bhakti Yoga</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong></strong></span><br />
Ia yang memiliki keyakinan dengan penuh hormat (ta&#8217;zim) terhadap semua yang disebutkan tentang Tuhan dan merasa enggan dalam berbuat (melaksanakan Karma Yoga - pent), ia yang mengetahui bahwa berbagai bentuk kenafsuan identik dengan kesengsaraan, akan tetapi masih belum berhasil meniadakannya,&#8211; mesti memuja Tuhan dengan tulus dan penuh kesungguhan serta keyakinan yang teguh. Walaupun masih memuaskan kenafsuannya, ia tak boleh memiliki kelekatan padanya, dengan memahami bahwa mereka mengantarkannya pada kesengsaraan - di penghujungnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang secara konstan menyembah Tuhan melalui Bhakti Yoga, bisa mengahancurkan semua nafsu keinginannya, bersamaan dengan terlingkupinya batin mereka dalam Tuhan. Perbudakanpun hancur, semua keragu-raguan sirna, akumulasi semua perbuatan berangsur-angsur hilang tatkala Tuhan menampakan Diri-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Bhakta-pun dengan cepat mencapai apa yang ia harapkan seperti: Swarga, Kerajaan Allah atau bahkan Moksha, bila ia benar-benar menginginkannya. Akan tetapi para Bhakta yang semata-mata setia kepada-Nya, tak menginginkan apa-apa &#8212; walaupun ia ditawari oleh-Nya &#8212; tidak juga kebebasan akhir. Mereka berada diluar Guna dan Dosha</p>
<p style="text-align:justify;">Interpreted by: Anata-Bali</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/singaraja.wordpress.com/323/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/singaraja.wordpress.com/323/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=323&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/03/tiga-jalan-utama-2/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/made24-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramayana Versi Indonesia-Bhagavan Visvamitra</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/03/bhagavan-visvamitra/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/03/bhagavan-visvamitra/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 17:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ramayana]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Bhagavan Visvamitra
Bagawan Wiswamitra bertempat tinggal jauh dari kota Ayodya. Kedatangannya ke Ayodya kali ini bertujuan untuk meminta bantuan agar Sang Prabu menghalau raksasa-raksasa yang sering mengganggu ketentraman penduduk desa.
Sudah agak lama pertapaan Sang Bagawan selalu didatangi para raksasa perusuh dari negeri Raja Tatsaka. Mereka merusak sawah dan ladang para cantrik serta menangkap dan merampas ternak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bhagavan Visvamitra</p>
<p>Bagawan Wiswamitra bertempat tinggal jauh dari kota Ayodya. Kedatangannya ke Ayodya kali ini bertujuan untuk meminta bantuan agar Sang Prabu menghalau raksasa-raksasa yang sering mengganggu ketentraman penduduk desa.</p>
<p>Sudah agak lama pertapaan Sang Bagawan selalu didatangi para raksasa perusuh dari negeri Raja Tatsaka. Mereka merusak sawah dan ladang para cantrik serta menangkap dan merampas ternak. Jika mereka tidak mendapatkan ternak, siapapun yang ditemuinya ditangkapnya pula dan dijadikan mangsa.<span id="more-320"></span></p>
<p>Penduduk desa di sekitar pertapaan Sang Bagawan sudah pernah mengadakan perlawanan tetapi karena jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah raksasa maka para raksasa itu tak dapat dikalahkan.</p>
<p>Para raksasa perusuh itu pun semakin kejam dan ganas. Prabu Dasarata amat bersedih mendengar pengaduan Bagawan Wiswamitra. Putranda Ramawijaya dan Laksamana dipanggilnya lalu diperintahkannya menumpas para raksasa yang membuat kekacauan di pertapaan Bagawan Wiswamitra.</p>
<p>Maka berangkatlah Ramawijaya dan Laksamana beserta pasukan Ayodya. Kedatangan para satria Ayodya itu pun disambut oleh para raksasa dengan geram.  Pasukan Ayodya berperang dengan gagah berani sehingga para raksasa itu tumpas. Raja Tatsaka terbunuh oleh panah Ramawijaya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/singaraja.wordpress.com/320/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/singaraja.wordpress.com/320/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=320&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2008/08/03/bhagavan-visvamitra/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/made24-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>