<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kebenaran...Kedamaian...Keindahan</title>
	<atom:link href="http://singaraja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://singaraja.wordpress.com</link>
	<description>Hanya sebuah Blog dari seorang pengembara</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 08:47:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='singaraja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5c5f139f9e183cec8b946b4b6002a553?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Kebenaran...Kedamaian...Keindahan</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://singaraja.wordpress.com/osd.xml" title="Kebenaran...Kedamaian...Keindahan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://singaraja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Judi dalam Pandangan Hindu</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/judi-dalam-pandangan-hindu/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/judi-dalam-pandangan-hindu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 07:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bhagawan Dwija]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Judi dilarang dalam Agama Hindu. Kitab suci Manawa Dharmasastra Buku IX (Atha Nawano dhyayah) sloka 221, 222, 223, 224, 225, 226, 227, dan 228 dengan jelas menyebutkan adanya larangan itu. Sloka 223 membedakan antara perjudian dengan pertaruhan. Bila objeknya benda-benda tak berjiwa disebut perjudian, sedangkan bila objeknya mahluk hidup disebut pertaruhan.  Benda tak berjiwa misalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1116&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Judi dilarang dalam Agama Hindu. Kitab suci Manawa Dharmasastra Buku IX (Atha Nawano dhyayah) sloka 221, 222, 223, 224, 225, 226, 227, dan 228 dengan jelas menyebutkan adanya larangan itu.</div>
<div>
<p style="text-align:justify;">Sloka 223 membedakan antara perjudian dengan pertaruhan. Bila objeknya benda-benda tak berjiwa disebut perjudian, sedangkan bila objeknya mahluk hidup disebut pertaruhan. <span id="more-1116"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Benda tak berjiwa misalnya uang, mobil, tanah, rumah, dsb. Mahluk hidup misalnya binatang peliharaan, manusia, bahkan istri sendiri seperti yang dilakukan oleh Panca Pandawa dalam ephos Bharatha Yuda ketika Dewi Drupadi dijadikan objek pertaruhan melawan Korawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah berwenang mengawasi agar larangan judi ditaati sebagaimana ditulis dalam Manawa Dharmasastra.IX.221:</p>
<blockquote><p><strong>DYUTAM SAMAHWAYAM CAIWA, RAJA RATRANNIWARAYET, RAJANTA KARANA WETAU DWAU, DOSAU PRITHIWIKSITAM</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Perjudian dan pertaruhan supaya benar-benar dikeluarkan dari wilayah Pemerintahannya karena kedua hal itu menyebabkan kehancuran kerajaan dan putra mahkota.</p>
<p style="text-align:justify;">Istilah kerajaan dan putra mahkota zaman sekarang dapat ditafsirkan sebagai negara dan generasi penerus, sedangkan istilah Pemerintah dapat ditafsirkan sebagai penguasa, mulai Kelian Adat, Kepala Lingkungan, Lurah, Camat, Bupati, sampai Gubernur.</p>
<p style="text-align:justify;">Para penjudi dan peminum minuman keras digolongkan sebagai orang-orang “sramana kota” (sloka 225) disebut pencuri-pencuri tersamar (sloka 226) yang mengganggu ketenteraman hidup orang baik-baik. Judi menimbulkan pencurian (sloka 222), permusuhan (sloka 227) dan kejahatan (sloka 228).</p>
<p style="text-align:justify;">Para penguasa khususnya di Bali diharap memahami benar tentang jenis-jenis judi agar tidak terkecoh dengan dalih pelaksanaan adat dan upacara agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada kegiatan penggalian dana dengan mengadakan tajen, ada kegiatan piodalan di Pura dilengkapi dengan tajen, dan kebiasaan meceki pada waktu melek di acara ngaben, bahkan pada hari-hari raya seperti Galungan, Kuningan, Nyepi, Pagerwesi, dll.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>TABUH RAH TIDAK SAMA DENGAN TAJEN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tabuh Rah adalah bagian dari upacara agama khususnya dalam upacara pecaruan. Tajen adalah adu ayam bertujuan judi dan pertaruhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai Tabuh Rah, sudah diatur dalam Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu hasil seminar PHDI tahun 1976 di Denpasar. Sumber sastra Tabuh Rah adalah: Lontar Siwatattwapurana dan Yadnyaprakerti.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelaksanaan Tabuh Rah adalah upakara (banten) diiringi puja mantra yang dilengkapi dengan taburan darah binatang korban antara lain ayam, itik, babi, kerbau di mana darahnya keluar dari di sambleh atau perang sata, dilanjutkan dengan mengadu kemiri, telor, kelapa.</p>
<p style="text-align:justify;">Perang sata (adu ayam) dalam Tabuh Rah hanya dilaksanakan tiga ronde (telung perahatan) di tempat melaksanakan upacara agama, dapat menggunakan toh (taruhan) tetapi hasil kemenangan taruhan itu dihaturkan seluruhnya sebagai dana punia kepada Sang Yajamana.</p>
<p style="text-align:justify;">Adu ayam yang pelaksanaannya menyimpang dari ketentuan-ketentuan di atas tidak dapat disebut sebagai Tabuh Rah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>AWIDYA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Maraknya judi di seluruh pelosok Bali disebabkan bukanlah karena umat Hindu di Bali tidak taat beragama, tetapi karena tidak tahu bahwa judi itu dilarang dalam Agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Judi khususnya tajen sudah mentradisi di Bali. Dampak negatif Pariwisata dalam hal ini seolah-olah membenarkan tajen sebagai objek wisata antara lain terlihat dari banyaknya lukisan atau patung kayu yang menggambarkan dua ekor ayam sedang bertarung, atau gambaran seorang tua sedang mengelus-elus ayam kesayangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh lain, suatu ketika saya kaget mendengar pernyataan seseorang bahwa ia harus pandai berjudi karena leluhurnya dahulu terkenal sebagai penjudi; jadi jika hormat pada leluhur harusnya menuruti pula hobi leluhurnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berjudi juga sering menjadi simbol eksistensi kejantanan. Laki-laki yang tidak bisa bermain judi dianggap banci. Judi juga menjadi sarana pergaulan, mempererat tali kekeluargaan dalam satu Banjar.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu bila tidak turut berjudi dapat tersisih dari pergaulan, dianggap tidak bisa “menyama beraya”.</p>
<p style="text-align:justify;">Di zaman dahulu sering pula status sosial seseorang diukur dari banyaknya memiliki ayam aduan. Raja-raja Bali khusus menggaji seorang “Juru kurung” untuk merawat ayam aduannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketidaktahuan atau awidya bahwa judi dilarang Agama Hindu antara lain karena pengetahuan agama terutama yang menyangkut Tattwa dan Susila kurang disebarkan ke masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>TAMASIK</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Motivasi lain berjudi adalah keinginan untuk mendapatkan uang dengan cepat tanpa bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang dimaksud dengan bekerja menurut Agama Hindu adalah pekerjaan yang berhubungan dengan yadnya sebagaimana ditulis dalam Bhagawadgita Bab III.9:</p>
<p style="text-align:justify;">“Kecuali pekerjaan yang dilakukan sebagai dan untuk yadnya, dunia ini juga terikat dengan hukum karma. Oleh karenanya Oh Arjuna, lakukanlah pekerjaanmu sebagai yadnya, bebaskan diri dari semua ikatan.”</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian mereka yang ingin dapat hasil tanpa bekerja tergolong orang tamasik. Walaupun dalam judi ada unsur untung-untungan atau sesuatu yang tidak pasti, tidak menyurutkan keberanian orang-orang tamasik berjudi, malah makin mendorong keinginan mereka berspekulasi dengan harapan hampa mendapat kemenangan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SADRIPU</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalah atau menang dalam berjudi membawa dampak munculnya sadripu (enam musuh) pada diri seseorang. Sadripu adalah:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>kama (nafsu tak terkendali),</li>
<li>lobha (serakah),</li>
<li>kroda (kemarahan),</li>
<li>mada (kemabukan),</li>
<li>moha (sombong), dan</li>
<li>matsarya (cemburu, dengki, irihati).</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Penjudi yang menang menguatkan: kama, lobha, mada, dan moha, pada dirinya dan yang kalah menguatkan: kroda, dan matsarya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bhagawadgita Bab III.37:</p>
<blockquote><p><strong>YAJNARTHAT KARMANO NYATRA, LOKO YAM KARMABANDHANAH, TADARTHAM KARMA KAUNTEYA, MUKTASANGAH SAMACARA</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">“Kuatnya keinginan dan kemarahan yang lahir dari nafsu rajaguna menjadikan lobha dan berdosa yang merupakan musuh di dunia”</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu menjadi tugas para Sulinggih atau pemimpin-pemimpin umat untuk meningkatkan kualitas beragama antara lain menyadarkan masyarakat akan dosa berjudi.</p>
<p style="text-align:justify;">Memberantas perjudian tidak dapat dengan paksaan atau kekuasaan berdasarkan Undang-undang saja, tetapi akan lebih berhasil jika disertai dengan dharmawacana-dharmatula, dan penyuluhan-penyuluhan yang intensif.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebanggaan sebagian masyarakat sebagai penjudi sedikit demi sedikit dikikis sehingga menjadi malu berjudi. Salah satu alasan masyarakat berjudi di zaman dahulu adalah karena kurangnya fasilitas hiburan atau rekreasi. Oleh karena itu perkataan lain untuk berjudi adalah “makelecan” (kelecan artinya hiburan).</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjaga kesehatan rohani masyarakat, salah satu upaya mungkin dapat ditempuh misalnya Pemerintah menyediakan fasilitas hiburan atau rekreasi yang sehat, antara lain berolah raga.</p>
<p style="text-align:justify;">Jarang sekali di desa-desa ada lapangan voli, sepak bola, bulu tangkis, meja pingpong, dll. yang dikelola oleh Pemerintah. Jika ada, fasilitas itu dibuat oleh warga setempat, klub-klub, atau perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat yang ingin berenang di sungai atau di laut airnyapun sudah tercemar limbah atau sampah. Pemerintah agar berupaya mengalihkan keinginan masyarakat mencari hiburan dari berjudi kepada bentuk hiburan lain yang sehat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari-hari raya misalnya diadakan pertandingan olah raga antar Banjar, Desa. Bentuk olah raga dipilih yang murah meriah misalnya tarik tambang, lomba lari karung, naik pedana, yaitu pohon pinang licin yang di puncaknya diisi berbagai hadiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Buleleng dahulu ada tradisi yang sangat baik, yaitu pada hari Galungan ada perlombaan “megoak-goakan” yang sangat meriah dan mengundang gelak tawa kegirangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Klungkung, Gianyar dan Karangasem ada permainan “Ayunan Jantera” yang ramai dikunjungi pada hari-hari raya oleh anak-anak, tua, muda. Bentuk hiburan zaman sekarang yang mahal dan mewah belum tentu membawa kegembiraan dan kesehatan rohani.</p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat penjudi adalah masyarakat yang “sakit” sebagaimana diuraikan dalam Manawa Dharmasastra IX.221. Pendapat ini disepakati oleh Pemerintah dan tokoh-tokoh agama. Ironisnya belum ada upaya-upaya prefentif dan represif yang sifatnya mendidik untuk menyembuhkan penyakit rohani ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Usulan saya sederhana saja, misalnya para penjudi (bebotoh) di tiap-tiap desa didata dan secara periodik dikumpulkan kemudian diberikan siraman-siraman rohani yang menekankan bahwa judi itu adalah dosa. (Bhagawan Dwija)</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://stitidharma.org/judi-dalam-pandangan-hindu/#more-465">http://stitidharma.org/judi-dalam-pandangan-hindu/#more-465</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singaraja.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singaraja.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singaraja.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singaraja.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/1116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1116&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/judi-dalam-pandangan-hindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesan Galungan &amp; Kuningan</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/pesan-galungan-kuningan/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/pesan-galungan-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Jero Mangku Made Sudiada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=1110</guid>
		<description><![CDATA[Om Swastyastu MWANG KOTAMANING IKAN DHARMA, PRESIDA SANGKANING HITAWASANA,IRIKANG MULAHAKNE YA MUANG PINAKASRAYA SANG PANDITA, SANGKUPAENYA DHARMAMENSAAKANIKANG TRI LOKA. Artinya: Sesungguhnya adalah sumber kebahagiaan bagi mereka yang senantiasa memenangkan dharma dalam hidupnya, karena dharma adalah sebuah perlindungan bagi pare wikane.  &#8221;SATYAM EVA JAYATE&#8221;. TRADISI beragama Hindu di Bali wujudnya sangat lokal Bali. Tetapi, di dalamnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1110&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Om Swastyastu</p>
<p style="text-align:justify;">MWANG KOTAMANING IKAN DHARMA, PRESIDA SANGKANING HITAWASANA,IRIKANG MULAHAKNE YA MUANG PINAKASRAYA SANG PANDITA, SANGKUPAENYA DHARMAMENSAAKANIKANG TRI LOKA. Artinya: Sesungguhnya adalah sumber kebahagiaan bagi mereka yang senantiasa memenangkan dharma dalam hidupnya, karena dharma adalah sebuah perlindungan bagi pare wikane.<span id="more-1110"></span></p>
<p style="text-align:justify;"> &#8221;SATYAM EVA JAYATE&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">TRADISI beragama Hindu di Bali wujudnya sangat lokal Bali. Tetapi, di dalamnya terkandung nilai-nilai moral yang universal. Galungan, misalnya, yang segera akan dirayakan umat Hindu, dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja. Nilai yang dikandungnya tidak terbatas pada ruang dan waktu tertentu saja. Nilai yang universal diwujudkan dengan budaya lokal, agar nilai global universal itu lebih mudah diaktualkan dalam kehidupan sosial yang kontekstual dengan perkembangan ruang dan waktu. Nilai-nilai moral yang universal dalam perayaan Galungan tersurat dan tersirat dalam teks kitab sastra. Teks penjelasan Galungan tersurat dalam Lontar Sunarigama. Dalam teksnya ada yang tersurat pesan moral yang universal dan ada juga yang tersurat untuk aplikasi lokal. Galungan pada hakikatnya untuk mensinergikan kekuatan suci yang ada dalam diri setiap manusia untuk membangun jiwa yang terang untuk menghapuskan kekuatan gelap (adharma) dalam diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Lontar Sunarigama dinyatakan, Budha Kliwon Dungulan ngaran Galungan patitis ikang jnyana sandhi galang apadang mariakena biaparaning idep. Artinya, Galungan adalah memusatkan (patitis) pengetahuan suci (jnyana) untuk mendapatkan kekuatan yang terang (galang apadang) untuk menghilangkan kegelapan hati (mariakena biaparaning idep). Pesan moral yang universal itulah hendaknya terus-menerus kita renungkan sebagai intisari perayaan Galungan. Hal ini untuk menghindari perayaan Galungan berhenti pada kegiatan yang lebih menekankan pada hura-hura tanpa makna. Kemeriahan dan keindahan dalam merayakan Galungan memang sepatutnya kita wujudkan. Namun, kemeriahan dan keindahan itu hendaknya sebagai pengejawantahan dari pesan moral universal dari Galungan. Karena itu, sebelum puncak perayaan Galungan ada rangkaian yang disebut sugian, embang sugian, penyajaan dan penampahan. Semua istilah tersebut kedengarannya sangat lokal Bali. Tetapi, kalau kita runut teksnya ternyata mengandung nilai yang benar-benar universal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sugian ada tiga kali. Budha Pon wuku Sungsang Sugian Tenten. Sugian itu penyucian awal. Tenten artinya sadar atau kesadaran. Galungan hendaknya dirayakan dengan kesadaran rohani. Mengikuti tradisi hendaknya dengan kesadaran, orang yang sadar adalah orang yang bisa membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang patut dan mana yang tidak patut dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kesadaran itu dasarnya kita tidak terjebak untuk mengikuti tradisi yang sesat, justru yang harus diperkuat, tradisi yang berdasarkan kebenaran (Dharma) Wrehaspati Wage wuku Sungsang Sugian Jawa. Jawa dalam hal ini artinya jaba, di luar diri kita. Dalam lontar Sunarigama dinyatakan: Sugian Jawa mratistha bhuwana agung. Artinya, Sugian Jawa itu menyucikan bhuwana agung. Bhuana agung menyucikan alam lingkungan hidup kita ini. Sedangkan Sugian Bali pada Sukra Kliwon Sungsang. Dalam Lontar Sunarigama dinyatakan, Sugian Bali mratistha raga tahulan. Artinya, Sugian Bali adalah sebagai media untuk menyucikan diri pribadi.<br />
 <br />
Embang Sugian pada Redite Paing Wuku Dungulan. Dalam lontar dinyatakan: embang Sugian anyekung jnyana nirmalakna. Artinya, mengheningkan kesadaran diri sampai suci (nirmala). Esoknya pada hari penyajahan dinyatakan: matirtha Gocara. Artinya, memohon air suci sebagai permohonan restu pada Tuhan. Pada Anggara Wage wuku Dungulan disebut penampahan. Upacaranya natab banten sesayut pamiakala laramelaradan yang disebut Sesayut Penampahan. Natab banten ini sebagai lambang peningkatan rohani dalam tahap Wiweka Jnyana. Artinya, kondisi rohani yang sudah dapat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Nampah dalam hal ini adalah &#8221;menyembelih&#8221; sifat-sifat kebinatangan yang bersembunyi dalam diri kita, seperti sifat Rajah dan Tamah. Setelah dilakukan tahapan-tahapan tersebut barulah mencapai puncak Galungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata Galungan dalam bahasa Jawa bersinonim dengan kata Dungulan yang artinya menang atau unggul. Mendapatkan kemenangan yang benar dalam hidup ini merupakan sesuatu yang seharusnya kita perjuangkan. Untuk itu haruslah menempuh tahapan-tahapan hidup seperti yang dilukiskan dalam merayakan Galungan. Dari kesadaran diri, membenahi kesejahteraan alam (Bhuta Hita), membina kesucian diri, mengkonsentrasikan kesucian diri dan memohon restu pada Tuhan. Terpadunya kekuatan perjuangan manusia dengan anugerah Tuhan itulah yang akan membawa kemenangan dalam hidup ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Nilai-nilai itulah yang harus dijadikan membangun kondisi hidup yang harus diperjuangkan pada setiap Galungan. Lebih-lebih di zaman global ini godaan dan tantangan hidup semakin besar dan multi dimensi. Karena itu Galungan adalah salah satu tonggak peringatan setiap enam bulan agar manusia jangan sampai lupa akan nilai-nilai moral universal yang dikandung oleh tahapan-tahapan perayaan Galungan. Nilai-nilai perayaan Galungan yang tersurat dalam sastra itulah yang lebih utama kita renungkan dalam setiap merayakan Galungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari raya artinya, hari yang kita rayakan atau besarkan serta utamakan nilai-nilai hakikinya untuk direnungkan lebih dalam. Dari perenungan itu kita wujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari menjalani tahapan hidup. Namaste (Jero Mangku Made Sudiada/JMS)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/1110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/1110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/1110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/1110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singaraja.wordpress.com/1110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singaraja.wordpress.com/1110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singaraja.wordpress.com/1110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singaraja.wordpress.com/1110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/1110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/1110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/1110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/1110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/1110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/1110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1110&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/pesan-galungan-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rangkaian Upacara dan Makna Filosofis Hari Raya Galungan dan Kuningan</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/rangkaian-upacara-dan-makna-filosofis-hari-raya-galungan-dan-kuningan/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/rangkaian-upacara-dan-makna-filosofis-hari-raya-galungan-dan-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bhagawan Dwija]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=1107</guid>
		<description><![CDATA[Om Swastyastu Berikut rangkaian upacara dan Makan filosofis dari Hari Raya Galungandan Kuningan yang dipaparkan oleh: Bhagawan Dwija. TUMPEK WARIGA Jatuh pada hari Saniscara, Kliwon, Wuku Wariga, atau 25 hari sebelum Galungan. Upacara ngerasakin dan ngatagin dilaksanakan untuk memuja Bhatara Sangkara, manifestasi Hyang Widhi, memohon kesuburan tanaman yang berguna bagi kehidupan manusia. ANGGARA KASIH JULUNGWANGI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1107&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Om Swastyastu</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut rangkaian upacara dan Makan filosofis dari Hari Raya Galungandan Kuningan yang dipaparkan oleh: Bhagawan Dwija.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>TUMPEK WARIGA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jatuh pada hari Saniscara, Kliwon, Wuku Wariga, atau 25 hari sebelum Galungan. Upacara ngerasakin dan ngatagin dilaksanakan untuk memuja Bhatara Sangkara, manifestasi Hyang Widhi, memohon kesuburan tanaman yang berguna bagi kehidupan manusia.<span id="more-1107"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>ANGGARA KASIH JULUNGWANGI</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Anggara, Kliwon, Wuku Julungwangi atau 15 hari sebelum Galungan. Upacara memberi lelabaan kepada watek Butha dengan mecaru alit di Sanggah pamerajan dan Pura, serta mengadakan pembersihan area menjelang tibanya hari Galungan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BUDA PON SUNGSANG</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Buda, Pon, Wuku Sungsang atau 7 hari sebelum Galungan. Disebut pula sebagai hari Sugian Pengenten yaitu mulainya Nguncal Balung. Nguncal artinya melepas atau membuang, balung artinya tulang; secara filosofis berarti melepas atau membuang segala kekuatan yang bersifat negatif (adharma).</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu disebut juga sebagai Sugian Pengenten, artinya ngentenin (mengingatkan) agar manusia selalu waspada pada godaan-godaan adharma.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa nguncal balung yang berlangsung selama 42 hari (sampai Buda Kliwon Paang) adalah dewasa tidak baik untuk: membangun rumah, tempat suci, membeli ternak peliharaan, dan pawiwahan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SUGIAN JAWA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Wraspati, Wage, Wuku Sungsang, atau 6 hari sebelum Galungan. Memuja Hyang Widhi di Pura, Sanggah Pamerajan dengan Banten pereresik, punjung, canang burat wangi, canang raka, memohon kesucian dan kelestarian Bhuwana Agung (alam semesta).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SUGIAN BALI</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Sukra, Kliwon, Wuku Sungsang, atau 5 hari sebelum Galungan. Memuja Hyang Widhi di Pura, Sanggah Pamerajan dengan Banten pereresik, punjung, canang burat wangi, canang raka, memohon kesucian, dan keselamatan Bhuwana Alit (diri sendiri).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENYEKEBAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Redite, Paing, Wuku Dungulan, atau 3 hari sebelum Galungan. Turunnya Sang Bhuta Galungan yang menggoda manusia untuk berbuat adharma. Galung dalam Bahasa Kawi artinya perang; Bhuta Galungan adalah sifat manusia yang ingin berperang atau berkelahi.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia agar menguatkan diri dengan memuja Bhatara Siwa agar dijauhkan dari sifat yang tidak baik itu. Secara simbolis Ibu-ibu memeram buah-buahan dan membuat tape artinya nyekeb (mengungkung/ menguatkan diri).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENYAJAAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Soma, Pon, Wuku Dungulan, atau 2 hari sebelum Galungan. Turunnya Sang Bhuta Dungulan yang menggoda manusia lebih kuat lagi untuk berbuat adharma. Dungul dalam Bahasa Kawi artinya takluk; Bhuta Dungulan adalah sifat manusia yang ingin menaklukkan sesama atau sifat ingin menang.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia agar lebih menguatkan diri memuja Bhatara Siwa agar terhindar dari sifat buruk itu. Secara simbolis membuat jaja artinya nyajaang (bersungguh-sungguh membuang sifat dungul).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENAMPAHAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Anggara, Wage, Wuku Dungulan, atau 1 hari sebelum Galungan. Turunnya Sang Bhuta Amangkurat yang menggoda manusia lebih-lebih kuat lagi untuk berbuat adharma. Amangkurat dalam Bahasa Kawi artinya berkuasa. Bhuta Amangkurat adalah sifat manusia yang ingin berkuasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia agar menuntaskan melawan godaan ini dengan memuja Bhatara Siwa serta mengalahkan kekuatan Sang Bhuta Tiga (Bhuta Galungan, Bhuta Dungulan, dan Bhuta Amangkurat).</p>
<p style="text-align:justify;">Secara simbolis memotong babi “nampah celeng” artinya “nampa” atau bersiap menerima kedatangan Sanghyang Dharma. Babi dikenal sebagai simbol tamas (malas) sehingga membunuh babi juga dapat diartikan sebagai menghilangkan sifat-sifat malas manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sore hari ditancapkanlah penjor lengkap dengan sarana banten pejati yang mengandung simbol “nyujatiang kayun” dan memuja Hyang Maha Meru (bentuk bambu yang melengkung) atas anugerah-Nya berupa kekuatan dharma yang dituangkan dalam Catur Weda di mana masing-masing Weda disimbolkan dalam hiasan penjor sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>lamak simbol Reg Weda,</li>
<li>bakang-bakang simbol Atarwa Weda,</li>
<li>tamiang simbol Sama Weda, dan</li>
<li>sampian simbol Yayur Weda.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Di samping itu penjor juga simbol ucapan terima kasih ke hadapan Hyang Widhi karena sudah dianugerahi kecukupan sandang pangan yang disimbolkan dengan menggantungkan beraneka buah-buahan, umbi-umbian, jajan, dan kain putih kuning.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sandyakala segenap keluarga mabeakala, yaitu upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Galungan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>GALUNGAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Buda, Kliwon, Wuku Dungulan, merupakan perayaan kemenangan manusia melawan bentuk-bentuk adharma terutama yang ada pada dirinya sendiri. Bhatara-Bhatari turun dari Kahyangan memberkati umat manusia. Persembahyangan di Pura, Sanggah Pamerajan bertujuan mengucapkan terima kasih kepada Hyang Widhi atas anugrah-Nya itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>MANIS GALUNGAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Wraspati, Umanis, Wuku Dungulan, 1 hari setelah Galungan, melaksanakan Dharma Santi berupa kunjungan ke keluarga dan kerabat untuk mengucapkan syukur atas kemenangan dharma dan mohon maaf atas kesalahan-kesalahan di masa lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam harinya mulai melakukan persembahyangan memuja Dewata Nawa Sangga, mohon agar kemenangan dharma dapat dipertahankan pada diri kita seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemujaan di malam hari selama sembilan malam sejak hari Manis Galungan sampai hari Penampahan Kuningan disebut sebagai persembahyangan Nawa Ratri (nawa = sembilan, ratri = malam) dimulai berturut-turut memuja Bhatara-Bhatara: Iswara, Mahesora, Brahma, Rudra, Mahadewa, Sangkara, Wisnu, Sambu, dan Tri Purusa (Siwa-Sada Siwa-Parama Siwa).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PEMARIDAN GURU</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Saniscara, Pon, Wuku Dungulan, 3 hari setelah Galungan merupakan hari terakhir Wuku Dungulan meneruskan persembahyangan memuja Dewata Nawa Sangga khususnya Bhatara Brahma.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>ULIHAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Redite, Wage, Wuku Kuningan, 4 hari setelah Galungan, Bhatara-Bhatari kembali ke Kahyangan, persembahyangan di Pura atau Sanggah Pamerajan bertujuan mengucapkan terima kasih atas wara nugraha-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PEMACEKAN AGUNG</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Soma, Kliwon, Wuku Kuningan, 5 hari setelah Galungan. Melakukan persembahan sajen (caru) kepada para Bhuta agar tidak mengganggu manusia sehingga Trihitakarana dapat terwujud.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENAMPAHAN KUNINGAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Sukra, Wage, Wuku Kuningan, 9 hari setelah Galungan. Manusia bersiap nampa (menyongsong) hari raya Kuningan. Malam harinya persembahyangan terakhir dalam urutan Dewata Nawa Sanga, yaitu pemujaan kepada Sanghyang Tri Purusha (Sisa, Sada Siwa, Parama Siwa).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KUNINGAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Saniscara, Kliwon, Wuku Kuningan, 10 hari setelah Galungan. Para Bhatara-Bhatari turun dari Kahyangan sampai tengah hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia mengucapkan terima kasih kepada Hyang Widhi atas wara nugrahanya berupa kekuatan dharma serta mohon agar kita senantiasa dihindarkan dari perbuatan-perbuatan adharma.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara simbolis membuat sesajen dengan nasi kuning sebagai pemberitahuan (nguningang) kepada para preti sentana agar mereka mengikuti jejak leluhurnya merayakan rangkaian hari raya Galungan – Kuningan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu menggantungkan “tamiang” di Palinggih-palinggih sebagai tameng atau perisai terhadap serangan kekuatan adharma.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PEGAT UWAKAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Buda, Kliwon, Wuku Paang, satu bulan atau 35 hari setelah Galungan, merupakan hari terakhir dari rangkaian Galungan. Pegat artinya berpisah, dan uwak artinya kelalaian. Jadi pegat uwakan artinya jangan lalai melaksanakan dharma dalam kehidupan seterusnya setelah Galungan. Berata-berata nguncal balung berakhir, dan selanjutnya roda kehidupan terlaksana sebagaimana biasa. (Sumber: Bhagawan Dwija)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singaraja.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singaraja.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singaraja.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singaraja.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/1107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/1107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/1107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1107&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/rangkaian-upacara-dan-makna-filosofis-hari-raya-galungan-dan-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Hari Raya Galungan dan Kuningan</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/kisah-hari-raya-galungan-dan-kuningan/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/kisah-hari-raya-galungan-dan-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=1105</guid>
		<description><![CDATA[Om Swastyastu Menurut Lontar Puana Bali Dwipa, Galungan pertamakali dirayakan pada hari Purnama Kapat, Budha Kliwon Dungulan, tahun Saka 804 atau 882 Masehi. Sejak 1103 Saka, masa pemerintahan Sri Eka Jaya, perayaan Galungan dihentikan. Perayaan tidak dilaksanakan hingga kepemerintahan Sri Dhanadi, Konon musibah datang tiada henti. Umur para pejabat kerajaan menjadi pendek. Setelah Raja Sri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1105&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Om Swastyastu</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Menurut Lontar Puana Bali Dwipa, Galungan pertamakali dirayakan pada hari Purnama Kapat, Budha Kliwon Dungulan, tahun Saka 804 atau 882 Masehi. </span><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Sejak 1103 Saka, masa pemerintahan Sri Eka Jaya, perayaan Galungan dihentikan. Perayaan tidak dilaksanakan hingga kepemerintahan Sri Dhanadi, Konon musibah datang tiada henti. Umur para pejabat kerajaan menjadi pendek. Setelah Raja Sri Dhanadi mangkat, digantikan oleh Sri Jayakasunu pada tahun 1126 Saka. Sejak itulah baru Galungan kembali dirayakan. Hal ini diketahui dari Lontar Sri Jayakasunu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Dalam lontar itu dikisahkan, Prabu Sri Jayakasunu merasa heran mengapa umur Raja dan para penjabat istana sebelumnya pendek. Beliau kemudian mencari tahu dengan melakukan tapa brata yoga Samadhi di Bali, yang terkenal dengan istilah Dewa Sraya. Dewa Sraya artinya mendekatkan diri pada Dewa, dilaksanakan di Pura Dalem Puri dekat Pura Besakih. Berkat tapa bratanya yang Teguh, maka Prabu Jayakasunu mendapatkan “pawisik”Dewi Durgha sakti dari Bhatara Siwa. Dewi Durga memberitahukan bawah ini terjadi karena mereka tidak merayakan hari raya Galungan. Dewi Durga menganjurkan untuk merayakan kembali hari raya galungan setiap Rabu Kliwon Dungulan mengikuti tradisi terdahulu. Dan juga menyarankan membuat Penjor di hari Penampahan Galungan. Disebutkan pula Inti pokok dari pelaksanaan penampahan Galungan adalah untuk byakala, memisahkan energy negatif dari diri manusia dan lingkungannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Santih</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singaraja.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singaraja.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singaraja.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singaraja.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/1105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1105&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/kisah-hari-raya-galungan-dan-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mitologi Hari Raya Galungan dan Kuningan</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/mitologi-hari-raya-galungan-dan-kuningan/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/mitologi-hari-raya-galungan-dan-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:28:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=1103</guid>
		<description><![CDATA[Om Swastyastu Menurut cerita yang berkembang di dalam masyarakat Bali, Pada Zaman dahulu hidup seorang raja yang sangat kejam, bengis dan tamak dan sakti luar biasa, namanya Raja Maya Danawa. Rakyat dilarang untuk melakukan persembahyangan ke pura menyembah Tuhan. Rakyat diminta untuk menyembah dirinya. Rakyat menjadi takut memuja Tuhan, akibatnya keadaan dunia menjadi tak menentu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1103&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Om Swastyastu</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Menurut cerita yang berkembang di dalam masyarakat Bali, Pada Zaman dahulu hidup seorang raja yang sangat kejam, bengis dan tamak dan sakti luar biasa, namanya Raja Maya Danawa. Rakyat dilarang untuk melakukan persembahyangan ke pura menyembah Tuhan. Rakyat diminta untuk menyembah dirinya. Rakyat menjadi takut memuja Tuhan, akibatnya keadaan dunia menjadi tak menentu, banyak musibah, penderitaan dan kesengsaraan, keseimbangan alam terganggu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Turunlah Bhatara Indra untuk menghancurkan kejahatan Raja Maya Danawa. Dalam peperangan yang maha dasyat Maya Danawa melakukan berbabagai tipu daya untuk mengalahkan Bhatara Indra, termasuk menciptakan mata air beracun. Air ini membunuh pasukan Bhatara Indra. Bhatara Indra kemudian menciptakan mata air suci untuk menghidupkan kembali pasukan yang telah mati. Mata air ini kemudian dikenal dengan nama Tirtha Empul. Mada Danawa terdesak, dia melarikan diri dengan menjejakkan telapak kakinya secara miring. Tempat itu kemudian dikenal dengan Tampak Siring. Peperangan itu kemudian diakhiri dengan kemenangan Bhatara Indra. Kemenangan ini kemudian dirayakan oleh Rakyat Bali sebagai hari Raya Galungan dan Kuningan, yang secara filosofis bermakna, merayakan kemenangan kebajikan (dharma) melawan kebatilan (adharma).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Santih</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/1103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/1103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/1103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/1103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singaraja.wordpress.com/1103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singaraja.wordpress.com/1103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singaraja.wordpress.com/1103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singaraja.wordpress.com/1103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/1103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/1103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/1103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/1103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/1103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/1103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1103&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2012/01/31/mitologi-hari-raya-galungan-dan-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011: Happy New Year 2012</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/31/refleksi-2011-happy-new-year-2012/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/31/refleksi-2011-happy-new-year-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 08:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=1097</guid>
		<description><![CDATA[Mereka yang tidak belajar dari sejarah ditakdirkan untuk mengulanginya. George Santayana (1863–1952)  Bicara tentang sejarah adalah bicara tentang masa lalu. Tahun 2011 sebentar lagi akan berlalu. Banyak peristiwa yang terjadi di tahun 2011, yang layak kita renungkan. Seperti yang diajarkan dalam kitab-kitab suci dan guru-guru spiritual bahwa kehidupan ini adalah tempat pembelajaran yang sesungguhnya. Bercermin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1097&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Mereka yang tidak belajar dari sejarah ditakdirkan untuk mengulanginya. George Santayana (1863–1952)</p>
<p style="text-align:justify;"> Bicara tentang sejarah adalah bicara tentang masa lalu. Tahun 2011 sebentar lagi akan berlalu. Banyak peristiwa yang terjadi di tahun 2011, yang layak kita renungkan. Seperti yang diajarkan dalam kitab-kitab suci dan guru-guru spiritual bahwa kehidupan ini adalah tempat pembelajaran yang sesungguhnya. Bercermin dari masa lalu, kita merenda masa depan yang lebih baik. Guru kehidupan 2011 memberi kita banyak pelajaran yang bermakna diantaranya<span id="more-1097"></span></p>
<p style="text-align:justify;"> Pelajaran pertama: <strong>Hukum bisa di beli</strong>. Mulai dari kasus Nazarudin kasus korupsi dana wisma atlet miliaran. Nunun Nurbaeti kasus dugaan suap cek perjalanan.  Artalyta Suryani alias Ayin si Ratu Suap kasus menyuap <strong>Kemas Yahya Rahman</strong> Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. <strong>Inong Malinda Dee</strong> didakwa melakukan penggelapan uang dan terlibat pencucian uang senilai miliaran. Ternyata diusianya yang telah dewasa, negeri kita belum mampu menjaga kepastian hukum.</p>
<p style="text-align:justify;"> Pelajaran kedua: <strong>Jaga Keseimbangan alam</strong>, musibah di negeri sebagai peringatan untuk menjaga keseimbangan alam. Keserakahan manusia kadang melupakan hal penting yang mesti dilakukan untuk menjaga keharmonisan di bumi ini. Musibah gempa di Jepang sebesar 8.8 scala rifter yang mengakibatkan tsunami, menewaskan ribuan orang, menelan kerugian yang luar biasa besarnya. Runtuhnya Jembatan di Kutai Kertanagara yang menelan ratusan korban, padahal usianya baru sekitar 10 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelajaran ketiga: <strong>Kemajuan teknologi dan informasi gagal membuat manusia menjadi insan penuh kasih.</strong> Manusia menjadi semakin beringas, tragedy pembantaian di masuji, lampung. Pembunuhan seorang ibu dan anak yang dimasukkan ke dalam kardus di Jakarta, dll. Kemajuan teknologi dan informasi tidak membantu manusia menjadi lebih bijaksana, lebih lembut. Peristiwa Bom buku yang menewaskan bukan hanya orang dewasa juga anak-anak</p>
<p style="text-align:justify;">Pelajaran keempat: <strong>Haus akan tahta menghilangkan rasa malu</strong>, Kisruhnya pemilihan Ketua PSSI, mengajari kita betapa manusia itu serakah, empuknya kursi kepemimpinan membuat Nurdin yang tidak dikendaki oleh masyarakat dengan segala upaya berusaha untuk menduduki kursi ketua tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelajaran kelima: <strong>Hedonisme dikalangan pejabat</strong>, perkawinan yang menelan biaya miliaran, ternyata pemimpin negeri ini belum mampu mencontohkan pola hidup sederhana.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelajaran keenam: <strong>Kejahatan/Kesombongan para pemimpin pada akhirnya akan tumbang</strong>. Pergerakan rakyat melawan dictator yang berkuasa di Timur Tengah, diawali dengan pergerakan di Tunisia dengan aksi bakar diri seorang pedagang sayur Muhammed Bouazizi di Tunisia. Bouazizi adalah seorang pedagang sayuran berusia 26 tahun yang melakukan aksi bakar diri lantaran polisi mengambil semua dagangannya. Terbunuhnya Muamar Khadafi dictator Negara Libya. Tersingkirnya Muhammad <em>Hosni</em> Sayyid <em>Mubarak</em> (Preside Mesir 1981-2011) menyerahkan tampuk kekuasaan pada wakil presiden setelah terjadi demonstrasi besar-besaran. Di negeri kita, aksi protes seorang mahasiswa SONDANG Hutagalung nekat me <em>diri di depan Istana</em> Negara sebagai ketidak puasan akan tindakan pemerintah dalam menegakkan kebenaran di negeri ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam falsafah hidup orang Bali ada dikenal dengan nama Rwa Bhineda = Dua hal yang berlawanan, ada baik ada buruk, ada yang gagal ada yang sukses. Demikian pula negeri ini, selain adanya musibah, prestasi gemilang di kancah internasional juga dicapainya yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;"> <strong>1. Menjadi juara umum dalam perhelatan olah raga se-Asia Tenggara (Sea Games).</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Semoga di tahun 2012, Para pemimpin bisa bertindak lebih arif dan bijak, sehingga bisa menjadi teladan bagi rakyatnya. Seorang pemimpin yang memiliki integritas tinggi, selaras antara ucapan dan prilakunya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Indonesia menjadi Juara umum dalam </strong>International Competition (WIZMIC) 2011 yang berlangsung di India, 20 hingga 24 Oktober yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Kain Batik semakin mendunia, </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Gamelan menjadi kurikulum sekolah di Di New Zealand, Singapura, Amerika Serikat dan Jepang.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Toyota Kijang Innova, sepenuhnya diproduksi di Indonesia berhasil masuk ke pasar UAE dan menjadi salah satu mobil vaporit </strong></p>
<p style="text-align:justify;"> Di Abu Dhabi, para pekerja profesional Indonesia yang bekerja di Borouge (Abu Dhabi Petrochecimal Company ltd.) Bahu membahu menyukseskan Borouge International Day. Menampilkan empat tarian Indonesia yaitu: Tari Cendrawasih, Tari Jaipongan, Tari Piring dan Rebana. Stand Vapiliun mengambil tema Rumah Suku Dayak Kalimantan. Mengundang decak kagum para sahabat dari berbagai negara. Mereka dengan semangat nasionalisme bergotong royong, memperkenalkan betapa cantik Indonesia di depan sahabat dan para Duta Besar. Borouge memperkerjakan pekerja asing yang berasal lebih dari 37 nasionality dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika.</p>
<p style="text-align:justify;"> Selamat tahun baru saudaraku semua. Semoga di tahun 2012, wajah negeri kita akan semakin cantik ditangan-tanganmu yang penuh dengan semangat kemajuan, menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan negara. Mengharumkan bangsa dan negara diamanapun berada.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/1097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/1097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/1097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/1097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singaraja.wordpress.com/1097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singaraja.wordpress.com/1097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singaraja.wordpress.com/1097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singaraja.wordpress.com/1097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/1097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/1097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/1097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/1097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/1097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/1097/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1097&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/31/refleksi-2011-happy-new-year-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesempatan</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/16/kesempatan/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/16/kesempatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 04:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[QUOTE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=1095</guid>
		<description><![CDATA[Kesempatan itu sulit diraih, ketika Beliau berkunjung manfaatkanlah sebaik-baiknya. Kesempatan bisa juga diciptakan dengan menjadi proaktip. Bila kesempatan bertemu dengan persiapan yang baik maka tercapai kesuksesan. Oleh karenanya persiapkan diri sebaik mungkin, isi waktu dan pikiran dengan kebaikan-kebaikan. (made m)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1095&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kesempatan itu sulit diraih, ketika Beliau berkunjung manfaatkanlah sebaik-baiknya. Kesempatan bisa juga diciptakan dengan menjadi proaktip. Bila kesempatan bertemu dengan persiapan yang baik maka tercapai kesuksesan. Oleh karenanya persiapkan diri sebaik mungkin, isi waktu dan pikiran dengan kebaikan-kebaikan. (made m)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singaraja.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singaraja.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singaraja.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singaraja.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/1095/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1095&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/16/kesempatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terbang Tinggi bersama pikiran</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/15/terbang-tinggi-bersama-pikiran/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/15/terbang-tinggi-bersama-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 05:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[QUOTE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=1091</guid>
		<description><![CDATA[Pikiran yang dibebani dengan kejadian-kejadian di masa lalu dan keinginan-keinginan di masa mendatang sulit terbang tinggi mencapai kapasitas optimum Kejadian masa lalu kadang ada yang manis ada yang pahit menyakitkan, seringkali kejadian masa lalu ini membayangi kehidupan kita saat ini, tak jarang kita menjadi marah, kesel, benci dan bersedih yang menguras banyak energi, sehingga kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1091&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pikiran yang dibebani dengan kejadian-kejadian di masa lalu dan keinginan-keinginan di masa mendatang sulit terbang tinggi mencapai kapasitas optimum<span id="more-1091"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kejadian masa lalu kadang ada yang manis ada yang pahit menyakitkan, seringkali kejadian masa lalu ini membayangi kehidupan kita saat ini, tak jarang kita menjadi marah, kesel, benci dan bersedih yang menguras banyak energi, sehingga kita menjadi lemah. Masa lalu hendaknya menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas bukan untuk melemahkan. Kejadian masa lalu tidak bisa diputar kembali</p>
<p style="text-align:justify;">Keinginan-keinginan masa depan seringkali beraneka macam, yang tak jarang menghasilkan ketakutan, kekwatiran, kegusaran yang menguras banyak energi dan melemahkan kita, padahal masa depan itu belum pasti, siapapun tidak tahu apa yang akan terjadi. Keinginan masa depan ini hendaknya menjadi lokomotip, energi penyemangat untuk menjalani hidup, untuk meningkatkan diri&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/1091/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/1091/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/1091/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/1091/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singaraja.wordpress.com/1091/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singaraja.wordpress.com/1091/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singaraja.wordpress.com/1091/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singaraja.wordpress.com/1091/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/1091/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/1091/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/1091/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/1091/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/1091/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/1091/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1091&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/15/terbang-tinggi-bersama-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEMAN</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/03/quotes-of-made-m/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/03/quotes-of-made-m/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 08:01:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[QUOTE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=1086</guid>
		<description><![CDATA[Teman adalah harta utama, cepat atau lambat teman mempengaruhi kehidupan kita, oleh karenanya bersosialisasilah, teman yang baik akan membawa kita pada kemajuan, teman yang tidak baik akan membawa kita pada kemerosotan&#8230;. pandai-pandailah berteman. 01 dec 11<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1086&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Teman adalah harta utama, cepat atau lambat teman mempengaruhi kehidupan kita, oleh karenanya bersosialisasilah, teman yang baik akan membawa kita pada kemajuan, teman yang tidak baik akan membawa kita pada kemerosotan&#8230;. pandai-pandailah berteman. 01 dec 11</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singaraja.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singaraja.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singaraja.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singaraja.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/1086/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1086&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2011/12/03/quotes-of-made-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasionalisme di era modernisasi</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2011/08/19/nasionalisme-di-era-modernisasi/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2011/08/19/nasionalisme-di-era-modernisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 08:35:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=1069</guid>
		<description><![CDATA[Om Swastyastu &#8220;Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita&#8221; (Bung Karno – Pahlawan Proklamator) 66 tahun yang lalu para pejuang dengan gigih memerdekakan negeri ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1069&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><span style="text-decoration:underline;">Om Swastyastu<br />
</span></p>
<p align="center"><em>&#8220;Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita&#8221; (Bung Karno – Pahlawan Proklamator)</em></p>
<p style="text-align:justify;">66 tahun yang lalu para pejuang dengan gigih memerdekakan negeri ini dari cengkraman penjajah Belanda. Setiap orang bahu membahu bersemangat bersatu bergerak bersama menghancurkan segala kelemahan dan ketakutan untuk mendobrak dan mengusir penjajah dari negeri nusantara.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/map_of_indonesia.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1078" title="map_of_indonesia" src="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/map_of_indonesia.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Sebuah Negara baru terbentuk yang merupakan penyatuan dari berbagai tradisi, budaya, suku, agama yang terbentang dari Sabang sampai Mearuke. Hasil tetesan keringat semua rakyat yang menyatu dalam suatu gerakan pembebasan, menuntut hak kebebasan yang dibawa sejak lahir.</p>
<p style="text-align:justify;"> Tanggal 17 Agustus 2011, Indonesia genap berusia 66 tahun, diusia yang cukup dewasa bagi sebuah negera. Dalam pidato menyambut HUT RI ke-66, Duber RI untuk UAE menyatakan bahwa, pertumbuhan ekonomi Indonesia 6.5% yang merupakan pertumbuhan tertinggi di Asia setelah China dan Jepang. Dengan GDP 720 billion USD, dimana sekitar 54 % diperoleh dari domestic consumtions dan komponen Export sekitar 27 % GDP.<span id="more-1069"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bila dulu para pejuang dengan mengorbankan harta, waktu, tenaga dan darah memerdekakan negeri ini yang kita warisi saat ini, lantas apakah yang bisa kita wariskan pada generasi kita sebagai wujud dari nasionalisme kita…? Masih adakah semangat nasionalisme di dada kita, walau kita berada jauh dari negeri tercinta?</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat perjalanan Bangsa ini, benarkah kita telah merdeka?&#8230; Iya kalo dilihat dari diusirnya para penjajah asing dan proklamasi kemerdekaan yang dibacakan 66 tahun silam. Namun sudahkah negeri ini terbebas dari penjajahan di usianya yang ke-66?</p>
<p style="text-align:justify;">Memang negeri ini terbebas dari penjajah asing, namun penjajah dalam negeri ternyata tidak kalah hebatnya, para koruptor merajalela dengan jaringannya yang demikian kuat… panggung sandiwara dengan berbagai pelaku dengan tema yang sama terus dipentaskan… walau kadang tampak wagu dan lucu… tapi tidak juga pernah berhenti…</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga kini rakyat belum mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan secara menyeluruh, kemakmuran menjadi barang lux yang hanya dimiliki oleh segelintir orang. Pemerintah masih belum mampu membersihkan para koruptor, pun juga tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup untuk rakyatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu alternatip yang bisa ditempuh untuk mendapatkan pekerjaan adalah menjadi buruh migran di Negara-negara tetangga. Walau banyak dari mereka para Kartini yang dengan pendidikan minim nekad untuk hijrah ke negeri orang menjadi pekerja-pekerja non professional, kadang mendapat siksaan, mendapatkan perlakuan asusila, dipermainkan oleh para agen tenaga Kerja… namun semangat untuk meningkatkan diri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dari para Kartini ini luar biasa. Pantang mundur mereka terus maju…. Tidak bisa dipungkiri bahwa bekerja di luar negeri memberikan pendapatan yang lebih dibandingkan di dalam negeri .</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sekian banyaknya kisah pilu para TKI unskill labour ini, ada juga yang mampu mengharumkan nama bangsa dengan usaha dan kerja kerasnya yang tiada henti.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/elly-anita.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1072" title="elly anita" src="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/elly-anita.jpg?w=150&#038;h=118" alt="" width="150" height="118" /></a>Elly Anita</span></em></strong>, wanita asal Jember yang menjadi TKI di berbagai Negara sejak 1997-2007 adalah korban human trafficking,  dengan semangat baja wanita ini bertekad untuk membantu teman-temannya sesame TKI untuk lepas dari korban human trafficking, keinginannya itu dia tuangkan dengan bergabung dengan Migrant Care. Walau hanya lulusan SD wanita ini mampu menguasai empat bahasa asing.  Kiprahnya yang luar biasa mampu menolong banyak TKI, banyak penghargaan didapatkannya salah satunya adalah anugrah Pahlawan Anti Trafficking dari Amerika Serikat. Dia bahkan diundang untuk berpidato di gedung PBB di Swiss.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Nuryati Solapari,</span></em></strong> <a href="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/nuryati-solapari1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1076" title="nuryati solapari" src="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/nuryati-solapari1.jpg?w=150&#038;h=118" alt="" width="150" height="118" /></a>wanita asal Banten yang bekerja menjadi TKI pengasuh anak di Saudi Arabia, bekerja dengan harapan dapat mengumpulkan biaya untuk bisa kuliah, dia geram melihat  banyaknya TKi yang punya masalah hukum memotivasi dia terus belajar menuntut ilmu hingga dia meraih gelar Sarjana dengan predikat Cummlaude, kemudian dia melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2 hingga jenjang Doktoral. Selain menjadi Dosen Hukum di Untirta, Ketua Asosiasi PurnaTKI propensi Banten ini juga menjadi staff Migrant Institute yang aktip memberikan pengarahan pada para TKI. Dengan semangat baja, dengan keberaniannya, dan dengan tekadnya yang kuat Ibu Nuryati Solapari memberikan contoh pada kita semua cara untuk mengharumkan bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan TKI yang lainnya, mari kita tengok kiprah mereka untuk mengangkat harkat dan martabat bangsanya…</p>
<p style="text-align:justify;"> <strong><em><span style="text-decoration:underline;">Imam Nahrawi</span></em></strong>, <a href="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/imam-nahrawi-indonesiaproud1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1077" title="imam-nahrawi-indonesiaproud" src="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/imam-nahrawi-indonesiaproud1.jpg?w=497" alt=""   /></a>mantan TKI dari Korea Selatan, kini menjadi pengusaha sukses di kampung halamannya, Way Jepara, Lampung Timur. Imam memiliki toko bahan bangunan, ruko, dan aset lain senilai total Rp 2,1 miliar. Namun, yang membuatnya tersohor adalah suksesnya mendirikan pasar TKI di Labuhan Ratu, Lampung Timur. Dia mendirikan pasar dengan 70 toko yang semua penjualnya adalah mantan TKI. <em>“Pasar itu untuk memotivasi mereka agar tidak lagi menjadi TKI dan sukses berwirausaha,”</em> katanya.</p>
<p style="text-align:justify;"> Dalam sebuah wawancara pada acara <em>KickAndy </em>Imam berkenan berbagi rahasia sukesnya,</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em><em>“Istri saya sempat berpesan dan memberi saya 2 pilihan saat akan berangkat yaitu, pulang dan berhasil membuat iri tetangga karena sukses, atau pulang dengan malu karena disorakin tetangga karena tidak sukses,”</em> tutur Imam.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbekal pesan dari sang istri tadi, Imam pun bekerja di perusahaan tekstil di Pusan, Korea Selatan. Tekad, usaha keras dan kejujuran yang membuat Imam bisa mengumpulkan banyak modal untuk menjadi pengusaha di tanah kelahirannya, setelah ia kembali dari korea tahun 2002. Kini Imam memiliki sejumlah usaha. Semua asset yang dibangun dari modal gaji yang dia kumpulkan selama bekerja di Korea itu, kini mencapai milyaran rupiah.</p>
<p style="text-align:justify;"> Tentu masih ada banyak lagi kisah-kisah yang lain, jujur saja membaca kisah-kisah ini hati ini berdegup kagum, mereka mampu memberikan sesuatu buat bangsanya, selain untuk dirinya sendiri, Mereka-mereka ini telah menjadi manusia-manusia yang rela menderita untuk membela cita-cita, pekerja keras seperti yang diungkapkan oleh Pahlawan Proklamator pada awal  karya kecil ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku mari kita berlomba untuk berbuat sesuatu untuk bangsa kita, di jalan kita masing-masing. Semoga akan semakin banyak lahir tokoh-tokoh yang memiliki semangat dan daya juang tinggi seperti  Elly Anita, Nuryati Solapari dan Imam Nahrawi… MERDEKA!!!!! Dirgahayu HUT RI-66</p>
<p style="text-align:justify;">Made M./ 17-08-2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/1069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/1069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/1069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/1069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/singaraja.wordpress.com/1069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/singaraja.wordpress.com/1069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/singaraja.wordpress.com/1069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/singaraja.wordpress.com/1069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/1069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/1069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/1069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/1069/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/1069/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/1069/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&amp;blog=2700225&amp;post=1069&amp;subd=singaraja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2011/08/19/nasionalisme-di-era-modernisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/map_of_indonesia.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">map_of_indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/elly-anita.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">elly anita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/nuryati-solapari1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">nuryati solapari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://singaraja.files.wordpress.com/2011/08/imam-nahrawi-indonesiaproud1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imam-nahrawi-indonesiaproud</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
