<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kebenaran...Kedamaian...Keindahan</title>
	<atom:link href="http://singaraja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://singaraja.wordpress.com</link>
	<description>Hanya sebuah Blog dari seorang pengembara</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2009 03:31:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='singaraja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5c5f139f9e183cec8b946b4b6002a553?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kebenaran...Kedamaian...Keindahan</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Irihati … Tembok Penghalang Kesuksesan</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2009/11/07/irihati-%e2%80%a6-tembok-penghalang-kesuksesan/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2009/11/07/irihati-%e2%80%a6-tembok-penghalang-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 03:31:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu adalah bulan purnama, langit sangat cerah, cahaya bulan menyapu sang rau menerangi alam samesta. Cahayanya yang lembut menyapa siapa saja yang menatap kepadanya. Binatang malampun ikut bersuka ria, kunang-kunang beterbangan saling berkejaran, menari membentuk lingkaran-lingkaran yang sedap di pandang mata. Jengkrikpun tidak mau ketinggalan berlomba melantungkan tembang-tembang yang membuat suasana malam itu begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=832&subd=singaraja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hari itu adalah bulan purnama, langit sangat cerah, cahaya bulan menyapu sang rau menerangi alam samesta. Cahayanya yang lembut menyapa siapa saja yang menatap kepadanya. Binatang malampun ikut bersuka ria, kunang-kunang beterbangan saling berkejaran, menari membentuk lingkaran-lingkaran yang sedap di pandang mata. Jengkrikpun tidak mau ketinggalan berlomba melantungkan tembang-tembang yang membuat suasana malam itu begitu semarak.<span id="more-832"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di dalam bale agung, Guru Jati sedang asyik berdiskusi dengan para muridnya. Mereka melanjutkan pembahasan enam tembok penghalang kesuksesan. Yang terdiri dari: Keinginan, Kemarahan, Loba, Bingung, Mabuk dan Iri Hati. Kelima dari enam tembok tersebut telah mereka diskusikan. Malam itu mereka mendiskusikan tembok yang ke-enam yaitu Irihati.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Seorang murid mengacungkan tangannya, “Salam sejahtera Guru (Om Swastyastu), pertama-tama perkenankanlah hamba mengungkapkan kegembiraan hamba telah berada di sini selama beberapa hari, mendengarkan wejangan-wejangan Guru, mengikuti disiplin/latihan pengendalian diri dan konsentrasi. Sungguh hamba sangat beruntung.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hamba sangat tertarik dengan ungkapan guru bahwa, musuh yang paling hebat bukan di di luar diri, sesungguhnya mereka di dalam diri, untuk mengenalinya sangatlah sulit. Berarti hamba harus bisa mengenali diri hamba sendiri terlebih dahulu. Guru telah mengajari kami cara untuk mengenali diri sendiri dengan rajin melakukan komtemplasi, melakukan perenungan, instropeksi diri, mencintai diri sendiri, memperhatikan dengan seksama setiap proses dalam diri, datang dan perginya segala rasa seperti, takut, sedih, senang, marah, kesel, gembira, dll. Guru mengajari kami tentang enam tembok penghalang kesuksesan, secara detail telah guru jabarkan lima dari enam tembok tersebut, untuk melengkapi pengetahuan kami, mohon sudi kiranya Guru menjelaskan kepada kami tembok yang ke-6?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Baiklah anakku.. tembok yang ke-6 adalah Irihati (<em>Matsarya</em>), Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang melihat kelebihan/rejeki yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Sifat ini ada pada diri manusia. Kalo tidak dikendalikan akan merusak kehidupan sosial dan menjadi racun dalam diri. Orang yang dikuasai oleh sifat Iri hati tidak akan tenang melihat kesuksesan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kita harus menyadari bahwa sebagai manusia  pasti ada kelebihan dan ada kekurangan, setiap orang tidak lepas dari suka dan duka, rejeki dan penyakit. Tidak setiap orang mendapatkan rejeki pada waktu dan jumlah yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sesuai dengan <em>hukum karma, </em>Apapun yang dilakukan akan mendatangkan hasil. Bila Ananda rajin melakukan hal-hal yang baik  (berfikir, berkata dan bertindak) maka hanya kebaikan yang akan ananda peroleh baik berupa rejeki, pekerjaan, harta, teman, kemasyuran/nama baik, martabat, dll. Sebaliknya bila ananda rajin menuai hal-hal yang buruk, jangan pernah heran dengan keburukan yang menghampiri, musibah, petaka, penyakit, penghinaan, kehilangan teman/saudara, kehilangan martabat/kedudukan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Menyadari bahwa setiap orang memetik karmanya sendiri artinya dia mendapat rejeki lebih baik dari kita karena usaha yang dilakukannya, entah yang kita saksikan atau yang kita tidak saksikan. Demikian pula kadang kita mendapatkan rejeki lebih karena usaha kita, janganlah sombong.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Guru yang kami muliakan, dalam kehidupan ini seringkali dia datang tiba-tiba tanpa bisa kita control, bila mana Irihati itu datang muncul pada diri kami, apa yang harus kami lakukan, seperti yang kita ketahui bersama kekuatan energi yang dilahirkan oleh iri hati ini cukup besar…?”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Ananda benar sekali, kekuatan yang lahir dari sifat iri hati ini besar, kekuatan ini bisa kita manfaatkan untuk kemajuan kita. Rubah energi negative produk irihati menjadi energi perubah menuju kemajuan. Dengan menggali potensi diri, kenali diri dengan baik, apa kelebihan dan kekuranganmu. <em>Management modern</em> memperkenalkan <em>SWOT Analysis</em>. <em>SWOT = Strength</em> (kekuatan/kelebihan), <em>Weakness</em> (Kelemahan/kekurangan), <em>Opportunity</em> (kesempatan) dan <em>Threats</em> (Tantangan/Rintangan).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mengasah kelebihan, memanfaatkannya untuk meningkatkan produktifitas, mengurangi atau menghilangkan kelemahan dengan belajar, pelatihan, diskusi, dll. Memanfaatkan setiap kesempatan yang datang. Menciptakan kesempatan-kesempatan dengan memperbanyak usaha misalnya; melalui media masa, media elektronik, kampus, teman, datang langsung ke tempat-tempat yang memungkinkan untuk memberikan kesempatan. Sehingga rejeki, nama baik/kedudukan, teman akan menjadi teman setia, seperti kodok, burung, capung, yang mendatangkan dirinya ke telaga yang jernih…”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ananda sekalian, bila hati kita riang, canda, tawa, nyanyian akan muncul dengan sendirinya. Apakah ananda sedang senang hari ini…?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Tentu saja guru…” Jawab para murid serempak seperti ada yang memberikan komando.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Bagaimana kalo kita bernyanyi…?</p>
<p style="text-align:justify;">“Setuju…….”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Ananda sejak jaman dahulu pabila orang itu senang dia akan bernyanyi, baik dalam hati ataupun bernyanyi keras-keras. Nyanyian juga kadang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral, jangan heran ananda akan temukan hampir diseluruh bumi persada ini,</p>
<p style="text-align:justify;">para tetua kitapun dahulu kala mengingatkan kita melalui lagu/tembang macapat, marilah kita lantunkan kembali tembang sinom dalam bahasa Bali:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Dabdabang dewa dabdabang</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Mungpung dewa kari alit</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Melajah ningkahang awak</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dharma Patute Gugonin</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Eda pati iri hati</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Duleg teken anak lacur</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Eda bonggan teken awak</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Lagute kaucap ririh</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Eda sumbung</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Manyumbungang awak bisa</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Artinya:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Anakku persiapkanlah dirimu</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Selagi usiamu masih muda</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Belajarlah membawa diri</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ajaran Kebenaran/Kesucian/Agama itu yang patut dipercaya</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Jangan sekali-sekali Ananda Irihati</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kurangajar pada fakir miskin</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Jangan terlalu bangga pada diri sendiri</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Oleh karena Ananda telah dikatakan pandai/cerdas</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Jangan sombong</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Menyombongkan diri telah mampu.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan berakhirnya tembang macapat (sekar alit) pupuh sinom ini, berakhirlah uraian tentang enam tembok penghalang kesuksesan, semoga karya kecil ini memberikan maanfaat bagi mereka yang menyempatkan diri untuk membaca. Apabila ada kata yang tidak berkenan itu murni karena kelemahan penulis, pabila ada kata yang bermanfaat itu adalah anugrah Hyang Maha Agung Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ruwais – Abu Dhabi, 07 November 2009</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Made Mariana</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="../../../../../">http://singaraja.wordpress.com</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=832&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2009/11/07/irihati-%e2%80%a6-tembok-penghalang-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mabuk&#8230; Tembok Penghalang Kesuksesan ke 5</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/30/mabuk-tembok-penghalang-kesuksesan-ke-5/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/30/mabuk-tembok-penghalang-kesuksesan-ke-5/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 13:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[Mari kita lanjutkan kisah Pandita yang sedang memberikan penjelasan pada para muridnya tentang Enam Tembok Penghalang Kesuksesan.
Di lembah Toya Mantra tempat dimana pesraman sang Pandita berdiri megah yang dikelilingi oleh bukit-bukit hijau, bukit kapasjawa, bukit bibun, bukit timbul, tampak Sang Pandita duduk di depan murid-muridnya, mereka  berbincang-bincang akrab seperti seorang ayah dengan anak-anaknya, sesekali mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=829&subd=singaraja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Mari kita lanjutkan kisah Pandita yang sedang memberikan penjelasan pada para muridnya tentang Enam Tembok Penghalang Kesuksesan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di lembah Toya Mantra tempat dimana pesraman sang Pandita berdiri megah yang dikelilingi oleh bukit-bukit hijau, bukit kapasjawa, bukit bibun, bukit timbul, tampak Sang Pandita duduk di depan murid-muridnya, mereka  berbincang-bincang akrab seperti seorang ayah dengan anak-anaknya, sesekali mereka tampak bercanda ria bagai seorang sahabat karib.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Guru yang satu ini memang sangat berbeda, Beliau tidak pernah menempatkan dirinya diatas para murid-muridnya, Beliau total lebur dengan siapapun yang hadir bertamu. Kesederhanaan, keceriaan, dan kelembutannya<span id="more-829"></span> sangat menarik perhatian siapapun yang sempat bertamu ke pesramannya. Mungkin ini adalah merupakan kristalisasi dari dalamnya pengetahuan spiritual dan sekuler yang beliau miliki. Teori dan praktis yang diajarkan, telah Beliau alami sendiri dimasa <em>Brahmacari</em> ( masa belajar), <em>Grehasta</em> (masa berkeluarga), <em>Vanaprasta</em> (masa pension dan mengasingkan diri belajar ilmu spiritual) dan <em>Biksuka</em> (menjadi pandita, mengabdi pada umat manusia)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Seorang murid berdiri, sambil mencakupkan kedua tangannya mengucapkan salam pangenjali; “<em>Om Swastyastu</em> (Ya Tuhan semoga semua mahluk berbahagia dan sejahtera), Guru… penjelasan guru sungguh membuat hamba semakin penasaran, ternyata ada banyak hal selama ini yang hamba anggap remeh malah memberikan dampak yang significan pada pencapaian kesuksesan kita hidup di dunia ini. Mohon sudikiranya guru menjelaskan tembok selanjutnya..”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Anakku seperti yang sering kita bahas dalam setiap perjuampaan kita, tujuan manusia hidup adalah sukses di dunia dan di akhirat, atau kebahagiaan hidup di dunia disebut <em>jagad hitha</em> (Jagad : bumi/dunia, Hitha : kebahagiaan) dan terlepasnya dari ikatan reinkarnasi/punarbawa (<em>moksha</em>), yang sering disebut pula <em>suka tan pa wali duka </em> kebahagiaan yang tidak diikuti duka/ kebahagiaan yang tidak pernah berakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Untuk bisa sukses di akhirat, kita harus sukses di dunia dulu. Untuk bisa sukses di dunia maka kita harus mampu menghacurkan setiap tembok yang menghadang. Empat tembok sebelumnya (Keinginan, Kemarahan, Lobha, Kebingungan) telah kita bahas bersama, tembok ke lima adalah : <strong><span style="text-decoration:underline;">Mabuk (Madha)</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mabuk mengandung banyak arti diantaranya: berbuat di luar kesadaran, tergila-gila, lupa diri. Orang yang dikuasi oleh mabuk, berbuat di luar kesadaran atau lepas control, sehingga  tidak bisa mengontrol dirinya, tidak mampu mengarahkan dirinya untuk melakukan kebaikan, tidak bisa memilah mana yang berguna, mana yang tepat, mana yang pantas, mana yang tidak patut, mana yang sewajarnya mana yang berlebihan, tidak bisa memilih dengan baik. Akibatnya tidak bisa mengambil keputusan yang tepat guna.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh orang yang mabuk karena minuman keras, sering kali ngoceh tidak karuan, bahkan sering kali rahasia dapurnya diceritakan dimuka umum. Orang mabuk tidak bisa mengontrol emosinya sehingga sering menimbulkan pertikaian, bukan hanya pertikaian mulut namun juga baku hantam yang tidak jarang memakan korban jiwa.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itulah maka semua agama melarang untuk minum-minuman keras apalagi sampai memabukkan. Minuman keras adalah minuman para <em>butha kala,</em> minuman keras adalah tergolong <em>tamasika, </em>yang kalo diminum akan menghasilkan kekuatan tamas dalam diri manusia yaitu; kekuatan malas, bodoh, syaraf-syarat jadi lemah sehingga proses pengiriman dan perekaman informasi menjadi lamban.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ada banyak penyebab mabuk seperti:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>minuman keras(minuman      beralkhohol) /obat-obatan dan makanan yang mengandung alkhohol (<em>Sura</em>),</li>
<li>mabuk karena wajah yang      rupawan/<em>Surupa</em> (tampan/cantik),</li>
<li>mabuk karena <em>Dhana</em> (Kekayaan),</li>
<li>mabuk karena kepandaian (G<em>una</em>),</li>
<li>mabuk karena usia muda  (Y<em>ohana</em>),</li>
<li>mabuk karena keturunan ( K<em>ulina</em> ),</li>
<li>mabuk karena kemenangan (<em>Kasuran</em>)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nanti akan Bapa jelaskan satu persatu bahaya dari 7 penyebab kemabukan ini, yang sering dikenal juga dengan nama <em>Sapta Timira.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Orang yang mabuk karena kesenangan misalnya berolah raga/nonton tv/ main game/, sampai melupakan anak dan istri, melupakan kewajiban spiritual sembahyang, sholat atau puasa, melupakan kewajiban sebagai seorang mahasiswa/siswa untuk belajar mempersiapkan diri untuk menempuh ujian esok hari. Melupakan kewajiban sebagai karyawan, ini akan merugikan kalian dalam pencapaian kesuksesan di dunia ini apalagi di akhirat”.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Guru mohon dijelaskan lebih detail apa dampak dari mabuk ini bagi kehidupan manusia dan bagaimana cara untuk mengatasi dan menghilangkan mabuk ini”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sambil tersenyum lembut sang Guru melangkah pelan mendekati sang murid yang bertanya, Beliu hening sejenak, sambil menarik nafas dalam Sang guru mengelus janggutnya yang panjang berwarna putih..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Anakku orang yang dikuasai oleh mabuk tidak disukai di dalam keluarga, di dalam masyarakat, ataupun di tempat kerja. Oleh karenanya taklukkanlah sifat mabuk ini. Kita adalah manusia yang dikaruniai kelebihan oleh Tuhan berupa akal dan pikiran, kemampuan untuk melakukan perubahan, kemampuan untuk meningkatkan diri, seperti diwejangkan oleh Bhagavan Wararuci:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Manusah sarvabhutesu<br />
vartate vai cubhacubhe,<br />
achubhesu samavistam<br />
cubhesveva vakaravet. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dari Demikian banyaknya mahluk yang hidup, yang dilahirkan sebagai manusia itu saja yang dapat melakukan perbuatan baik buruk itu; adapun untuk peleburan perbuatan buruk ke dalam perbuatan yang baik juga manfaatnya jadi manusia.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karenanya anakku, mulai detik ini mari kita rubah segala yang buruk dalam diri kita menuju pada kebaikan, termasuk mabuk ini harus kita kuasai dan hilangkan dengan:</p>
<p style="text-align:justify;">
<ol style="text-align:justify;">
<li>Menyadari bahwa minuman      keras/obat-obatan, adalah sesuatu yang mengakibatkan kerugian karena dia      akan menghasilkan <em>guna tamas</em>,      melemahkan syaraf-syaraf, memproduksi kemalasan dan kebodohan oleh      karenanya dilarang oleh semua agama</li>
<li>Menjauhi minuman keras dan      sejenisnya.</li>
<li>Menyadari bahwa kekayaan,      kerupawanan,keturunan, kepandaian, kemenangan dan keremajaan adalah      sesuatu yang tidak tetap, semua akan berubah. Semua itu dikaruniakan Tuhan      pada manusia agar manusia bisa lebih banyak berbuat baik,      beryadnya/bersedekah, untuk membantu mereka yang membutuhkan, untuk      membangun generasi yang mandiri, bukan untuk disombongkan.</li>
<li>Memanfaatkan kelebihan berupa      kekayaan, kepandaian, kerupawanan, kemenangan dan keremajaan untuk      memajukan diri, untuk memberikan pelayanan lebih pada mahluk lain, pada      alam samesta ini.</li>
<li>Menyadari bahwa mabuk adalah      tidak baik, jadi hindarilah mabuk ini.</li>
<li>Mulailah dari diri sendiri      untuk mampu mengarahkan mabuk ini, atau menghilangkan mabuk ini.</li>
<li>Mabuk adalah merupakan <em>guna tamas</em>, bisa dikalahkan dengan <em>guna rajas</em> dan <em>guna rajas</em> bisa dikalahkan dengan <em>guna satwam</em>, jadi perbanyaklah aktivitas untuk meningkatkan      guna satwam (kebaikan) dengan:</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">-         Bersembahyang dan meditasi teratur</p>
<p style="text-align:justify;">-         Puasa dan Brata</p>
<p style="text-align:justify;">-         Sewa/Pelayanan</p>
<p style="text-align:justify;">-         Yadnya/Sedekah baik berupa ilmu, harta, ide maupun berupa jasa/pelayanan</p>
<p style="text-align:justify;">
<ol style="text-align:justify;">
<li>Menyadari bahwa waktu dan      pikiran kita bukanlah hanya untuk kita pribadi, tapi juga buat keluarga,      buat masyarakat dan buat lingkungan alam dimana kita berada, sehingga kita      selalu dapat membagi waktu dengan arif dan bijak, agarkepentingan pribadi,      kepentingan keluarga, kepentingan perusahaan dimana bekerja dan      kepentingan Negara bisa bersinergi.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“<em>Ragadi musuh maparo ri hati ya tonggwanya tan wadoh ring awak”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Yang artinya :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Raga (Nafsu) adalah musuh utama, tidak jauh dari badan, dihati tempatnya.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kembali lagi Bapa ingatkan bahwa keenam tembok itu ada di dalam diri, yang datang setiap saat, tanpa mengenal waktu, tempat dan keadaan. Waspadalah selalu anakku. Bentengi diri Ananda dengan pengendalian yang kuat dengan kesadaran yang tinggi dan dengan praktis yang benar. Jangan malas, jangan menunda-nunda waktu, segala yang baik yang mungkin dilakukan hari ini. Lakukan, karena sang waktu tidak akan bisa berputar balik. Tidak ada kata terlambat dalam berbuat baik.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Made Mariana</p>
<p style="text-align:justify;">Ruwais – Abu Dhabi, 30 October 2009</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="../../../../../">http://singaraja.wordpress.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/829/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=829&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/30/mabuk-tembok-penghalang-kesuksesan-ke-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bingung..,Tembok Penghalang Kesuksesan 4</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/30/bingung-tembok-penghalang-kesuksesan-4/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/30/bingung-tembok-penghalang-kesuksesan-4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 13:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[“Guru, tadi pagi guru telah menjelaskan pada kami tembok yang ke:3 yaitu Lobha yang tak terkendali. Ternyata banyak sekali penyakit masyarakat yang bisa tumbuh subur dengan tidak terkendalinya lobha/serakah itu. Kolusi, nepotisme, korupsi, lintah darat,  adalah beberapa model produknya yang menyengsarakan rakyat banyak. Serakah yang tak terkendali ini pada akhirnya akan menuju pada himsa karma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=826&subd=singaraja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">“Guru, tadi pagi guru telah menjelaskan pada kami tembok yang ke:3 yaitu Lobha yang tak terkendali. Ternyata banyak sekali penyakit masyarakat yang bisa tumbuh subur dengan tidak terkendalinya lobha/serakah itu. Kolusi, nepotisme, korupsi, lintah darat,  adalah beberapa model produknya yang menyengsarakan rakyat banyak. Serakah yang tak terkendali ini pada akhirnya akan menuju pada himsa karma dalam bentuk yang halus.<span id="more-826"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hamba jadi semakin penasaran dengan keenam tembok ini, sudilah kiranya guru menjelaskan pada kami tembok selanjutnya”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Anakku, tembok berikutnya adalah Moha/Bingung. Bingung adalah hilang akal (tidak tahu yang harus dilakukan), Bingung juga berarti kekacauan hati (pikiran). Bingung disebabkan oleh adanya Avidya = ketidaktahuan, tidak tahu mana yang baik, mana yang tidak baik. Tidak tahu mana yang paling baik diantara yang baik. Tidak tahu mana yang terbaik diantara alternatip terburuk yang ada. Tidak tahu mana yang patut dan mana yang tidak patut. Tidak tahu mana Agama mana yang bukan Agama. Tidak tahu arah, mana Utara, Selatan, Barat dan Timur.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Kebingungan</em> dapat membuat pikiran menjadi gelap. Saat pikiran gelap, saat tidak tahu arah, saat tidak tahu mana yang baik dan yang buruk maka tentu akan sangat sulit bagi kita untuk mengambil suatu keputusan. Apalagi keputusan itu akan berpengaruh pada kehidupan kita di planet bumi ini. Jangan sekali-kali Ananda memaksakan diri untuk mengambil keputusan saat sedang bingung. Lenyapkanlah dulu kebingungan Ananda dengan Vidya (pengetahuan).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Orang bingung tidak bisa berkonsentrasi sehingga tidak mampu menghasilkan output yang optimal. Karena kebuntuan otak tidak bisa berfikir, kecerdasan jadi hilang, orang tidak tahu arah, orang tidak tidak mana yang berguna, mana yang tidak berguna. Kebingungan menghambat pencapaian kesuksesan Ananda.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Guru, mohon sudikiranya memberikan contoh yang lebih detail sehingga hamba tidak mengalami kebingunan oleh Moha/kebingungan ini”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Contoh nyata misalnya dalam memilih jurusan/program studi yang digeluti, memilih universitas dari deretan universitas yang bagus yang mana Ananda telah lulus test ujian masuk, memilih deretan pekerjaan yang ditawarkan dengan berbagai paket benefit dan allowance yang semuanya menawarkan paket yang menggiurkan, memilih pendamping hidup. Memilih rumah atau tempat tinggal. Bilamana tidak tersedia cukup data baik tentang kebutuhan dan cita-cita Ananda maupun data tentang apa yang ananda akan pilih, maka sangat sulit mengambil sebuah keputusan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Oleh karenanya, hanya dengan pengetahuanlah kebingungan bisa dilenyapkan, pengetahuan tentang apa bingung itu, bagaimana proses terbentuknya bingung, bagaimana mengatasi kebingungan, selanjutnya Ananda bisa menyiapkan strategi untuk mengatasinya. Pengetahuan adalah ibarat perahu yang akan mengantarkan ananda menyebarang dari satu tujuan ke tujuan berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi Bapa ingatkan Moha/Bingung bila tidak dikendalikan akan menguras energi dan waktu dan sumberdaya. Bingung adalah sebuah pertanda baik dari proses pembelajaran sedang berjalan. Bingung bisa dihilangkan dengan mendapatkan pengetahuan melalui membaca, bertanya, berdiskusi, riset/penelitian, melalui mulat sarira/instropeksi diri, dengan bermeditasi atau berdoa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Proses mendapatkan informasi ini akan memberikan kita banyak pelajaran, Ananda akan dapat banyak kenalan, berkenalan dengan diri Ananda sendiri, mengenal diri lebih dalam, apa cita-cita atau rencana hidup kedepan, apa kemampuan dan kelemahan yang ananda miliki. Berkenalan dengan banyak orang, dengan berbagai macam keunikannya, berkenalan dengan alam sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jadi bersyukurlah dengan adanya kebingungan, jangan menjadi panic apalagi menyerah,“Never Give-Up”.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Krodhad bhawati sammodah sammohat smrti-wibhramah</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Smrti-bhramsad buddhi-naso buddhi-nasat pranasyati</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">(Dari kemarahan timbullah kebingungan, dari kebingungan hilangnya ingatan dan dari hilangnya ingatan kecerdasan terhancurkan. Dari hancurnya kecerdasan membawanya pada kemusnahan). Gita II-63</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">(bersambung…. Tembok ke:5 Mada/Mabuk yang tak terkendali)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ruwais, 24 Oktober 2009, Sanicara, Kliwon,Kuningan</p>
<p style="text-align:justify;">Made M ariana.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="../../../../../">http://singaraja.wordpress.com</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/826/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=826&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/30/bingung-tembok-penghalang-kesuksesan-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enam Tembok Penghalang Kesuksesan Bag 3</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/19/enam-tembok-penghalang-kesuksesan-bag-3/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/19/enam-tembok-penghalang-kesuksesan-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 19:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Om Swastyastu
Tembok 3: Lobha/Serakah yang tak terkendali
Pagi itu begitu cerah, sinar mentari menyapu sang rau, angin sejuk pegunungan berhempus dengan lembut seakan menyapa siapapun yang datang bertamu, burung-burung berkicau riang beterbangan dari satu dahan ke dahan yang lain, tak mau kalah, kupu-kupupun bercengkrama mesra menari riang di atas bunga-bunga yang mekar berwarna-warni menghiasi taman di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=823&subd=singaraja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Om Swastyastu</p>
<p>Tembok 3: Lobha/Serakah yang tak terkendali</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi itu begitu cerah, sinar mentari menyapu sang rau, angin sejuk pegunungan berhempus dengan lembut seakan menyapa siapapun yang datang bertamu, burung-burung berkicau riang beterbangan dari satu dahan ke dahan yang lain, tak mau kalah, kupu-kupupun bercengkrama mesra menari riang di atas bunga-bunga yang mekar berwarna-warni menghiasi taman di depan pesraman sang Pandita. Tampak Sang Pandita bersama murid-muridnya sedang asyik berdiskusi dibawah pohon rindang di pinggir kolam dengan airnya yang jernih dihiasi oleh bunga teratai beraneka warna membuat takjub siapapun yang menyaksikan karya agung Tuhan Maha Esa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Seorang murid yang bertubuh jangkung berpakaian warna biru tiba-tiba berdiri diantara kerumunan kawan-kawannya. Dengan mencakupkan kedua tangannya di dada sang pemuda mengucapkan salam pangenjali “Om semoga semua mahluk berbahagia dan sejahtera, Guru terimakasih atas penjelasan guru tentang Tembok:1 Keinginan yang terkendali, Tembok:2 Marah yang tak terkendali, sungguh semua penjelasan guru telah membuka mata hamba yang bodoh ini. Ternyata tanpa hamba sadari selama ini hamba sering diperbudak oleh kedua tembok itu. Pabila Guru berkenan sudilah kiranya Guru menjelaskan tembok berikutnya..”<span id="more-823"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sang Pandita dengan senyumnya yang khas membuat tenang dan nyaman siapapun yang memandang, menatap lembut yang pemuda; “Anakku tembok yang ketiga adalah Lobha atau disebut pula serakah. Lobha/serakah/tamak artinya selalu ingin mendapat (memiliki) banyak-banyak, Sifat ini bila tidak terkendali akan menyebabkan petaka, bisa menjadi tembok yang kuat dan kokoh yang menghalangi perjalanan Ananda menuju sukses.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Loba adalah produk dari kekuatan aktip (<em>Guna Rajas</em>). Loba yang disertai dengan sifat malas, melahirkan banyak penyakit baru seperti, korupsi, kolusi dan nepotisme, Ingin hidup enak dan senang tetapi malas berusaha. Inilah musuh manusia yang sering menyelinap dalam dirinya yang sulit membendungnya bila diri tidak dibentengi dengan kekuatan kebajikan (<em>Guna Satwam).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sattvat saýjàyate jñànam<br />
rajaso lobha eva ca,<br />
pramàdamohau tamaso<br />
bhavato&#8217;jñànam eva ca.</em></p>
<p style="text-align:justify;">(Dari Sattvam timbullah kebajikan, dari Rajas timbullah kerakusan/tamak/loba, dari Tamas timbullah kemalasan juga kekacauan dan kebodohan).<em> (Gìtà XIV.17.)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Anakku bila nanti kalian terpilih menjadi pemuka adat, menjadi pejabat atau petinggi di dalam sebuah perusahaan/organisasi, menjadi pemimpin negeri/Negara, berhati-hatilah pada musuh yang satu ini, kewajiban pemimpin memberi contoh yang baik dan menjadi pelayan masyarakat. Janganlah sampai kalian diperbudak oleh Loba/tamak ini, karena dia sangat berbahaya, seorang pemimpin hendaknya mengusahakan kemakmuran rakyat, mewakili aspirasi dari rakyat yang dipinpinnya. Bukan malah menghisap madu ataupun sumber daya yang dimiliki oleh rakyatnya lantaran tidak mampu menundukkan musuh si loba/tamak ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Karmanaá sukritasyàhuá<br />
sattvikaý nirmalaý phalam,<br />
rajasastu phalaý duhkham<br />
ajñànaý tamasaá phalam.</em></p>
<p style="text-align:justify;">(Pahala perbuatan Sattvika adalah kebajikan yang suci nirmala, pahala dari Rajasika adalah duka nestapa, sedang pahala dari Tamasika adalah kebodohan).<em> (Gita</em> XIV.16.)</p>
<p style="text-align:justify;">Loba/tamak pada harta benda membuat orang menjadi kikir, membangun kecendrungan untuk mementingkan diri sendiri (<em>nresangsia</em>). Loba pada pekerjaan, loba hobbies seperti main bulu tangkis, main sepak bola, mancing, <em>aeromodelling</em>, main internet/<em>face book</em>/<em>game</em>, nonton TV, membaca novel, tanpa disadari akan menyikat banyak waktu-waktu emas untuk melakukan aktivitas kebaikan (sembahyang/sholat, namasmaranam/zikir, meditasi/tafaqur, sembahyang tengah malam/tahajud, waktu untuk berpunya/bersadaqah, waktu untuk pesantian/pengajian, waktu untuk berdharmawacana/berkotbah, dll). Kehilangan waktu-waktu emas bersama keluarga tercinta. Jangan sampai karena kesenangan pribadi pendidikan anak, kemesraan berumah tangga jadi terganggu. Keseimbangan/keharmonisan adalah inti dari sepritual..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Loba pada diri pengusaha akan melahirkan konglomerat yang berwajah serakah tidak peduli pada kaum tak bermodal atau kaum lemah. Loba yang selalu menginginkan kesenangan sesuatu yang berlebih untuk kepentingan pribadi tidak peduli pada kelestarian alam dan generasi berikutnya akan merusak alam dan mewariskan penderitaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Keserakahan menggunduli hutan misalnya, menyisakan bahaya banjir dan tanah longsor yang menelan korban nyawa, harta, tenaga dan waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Keserakahan untuk mendapatkan keuntungan pribadi tanpa memperhatikan keseimbangan alam, juga bisa merusak ekosistem di alam ini, keinginan dapat ikan yang banyak di sungai/danau dengan menggunakan potassium misalnya membunuh bukan hanya ikan-ikan kecil, tapi juga membuat busuk telor-telor ikan sehingga membuat punah banyak jenis ikan-ikan langka air tawar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sifat loba ini adalah bagian dari diri manusia yang merupakan anugrah mesti diarahkan untuk kebaikan, loba dalam melakukan perbuatan baik, loba dalam beryadnya (membantu orang lain) tentunya dengan tidak melalaikan kepentingan keluarga dan diri sendiri, justru akan membantu menuju sukses, terutama dalam menjalin jaringan dengan teman-teman. Dalam kehidupan ini teman adalah harta yang utama, dari mereka kita bisa mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan, informasi tentang pelayanan kesehatan, tips dan trik menuju sukses dibidangnya masing-masing (sharing informasi, ilmu dan pengalaman).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Oleh karena demikian berbahayanya loba/serakah/tamak yang terkendali, maka usahakanlah jangan sampai ananda diperbudak oleh sifat loba ini”.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Guru bulu roma saya jadi bergidik membayangkan bahaya yang ditimbulkan oleh loba/serakah yang tidak terkendali ini, agar tidak terjadi petaka pada diri maupun lingkungan (alam, orang lain, mahluk lain) mohon sudi kiranya Guru menunjukkan pada hamba bagaimana cara mengatasi sifat loba ini…?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Anakku, sifat loba adalah produk dari kekuatan aktip (guna rajas), bisa dikendalikan dengan guna satwam (kekuatan kebajikan). Beberapa bentuk mudah dari kekuatan kebajikan (guna satwam) ini adalah:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Bersyukur, berbahagia dengan      apa yang diperolehnya.</li>
<li>Menerima apa yang menjadi      haknya dan tidak menginginkan apalagi mengambil hak orang lain,</li>
<li>Menyadari bahwa orang lain      juga memiliki kebutuhan yang sama dengan kita (primer, skunder dan      tersier) yang membutuhkan sumber daya juga.</li>
<li>Mengurangi makan makanan yang      bersifat aktip (rajas) seperti: daging, bawang merah, cabe, merica.      Meningkatkan makan makanan yang bersifat bajik (satwam) seperti:      sayur-sayuran hijau dan segar, buah-buahan yang segar, kacang-kacangan,      madu, beras/gandung, susu.</li>
<li>Rajin berlatih puasa untuk      memperkuat pengendalian diri.</li>
<li>Rajin sembahyang/meditasi untuk      memperkuat kekuatan kebajikan (satwam)</li>
<li>Membiasakan diri untuk hidup      sederhana, tidak terpengaruh oleh budaya kemewahan dan hedonisme.</li>
<li>Menyadari bahwa tidak ada      orang yang suka melihat orang lain serakah termasuk diri Ananda sendiri.      Jadi mulailah dari diri sendiri untuk mengurangi sifat serakah, kemudian      kendalikan selanjutnya lenyapkan.</li>
<li>Berbagilah dengan sesame      (beryadnya/bersedekah) baik dengan ilmu, ide, harta ataupun      tenaga/pelayanan.</li>
<li>Rajin membaca kitab suci,      berdialog/berdiskusi, mendengarkan dharma wacana/qotbah yang memberikan      bimbingan dan penerangan serta meningkatkan kesadaran diri.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">(bersambung…. Tembok ke:4 Bingung yang tak terkendali)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ruwais, 19 Oktober 2009, Soma, Kliwon,Kuningan</p>
<p style="text-align:justify;">Made M.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="../../../../../">http://singaraja.wordpress.com</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=823&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/19/enam-tembok-penghalang-kesuksesan-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enam Tembok Penghalang Kesuksesan part 2</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/16/enam-tembok-penghalang-kesuksesan-part-2/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/16/enam-tembok-penghalang-kesuksesan-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 11:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=821</guid>
		<description><![CDATA[Tembok 2: Marah yang tak terkendali
Anakku sekalian, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.

“Nafsu keinginan tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=821&subd=singaraja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tembok 2: Marah yang tak terkendali</p>
<p style="text-align:justify;">Anakku sekalian, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Nafsu keinginan tak pernah terpuaskan dengan menikmati objek keinginan itu, karena ia akan tumbuh semakin besar, seperti api yang dituangi bahan bakar’ demikian dinyatakan dalam Manu II.94</p>
<p style="text-align:justify;">“Na jaatu kaamah kaamaanaam upabhogena saamyati</p>
<p style="text-align:justify;">Hawisaa krsnawartmewa bhuya ewabhiwardhate”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Guru, terimakasih banyak dengan penjelasan guru yang sangat gamblang, kini kami mengerti kenapa keinginan yang tak terkendali itu bisa menjadi sebuah penghalang yang hebat, bagaimana dengan tembok penghalang berikutnya…?Krodha (Marah)<span id="more-821"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Ananda.. tembok berikutnya adalah marah/krodha yang tidak terkendali, kemarahan adalah nafsu yang terbentuk dari guna rajas yang sangat merusak dan berdosa, oleh karenanya mereka sering disetarakan dengan musuh dalam diri manusia”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Guru bagaimanakah proses terbentuknya kemarahan itu…? Apakah akibat atau dampak kemarahan yang tak terkendali itu..?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sambil mengelus janggutnya yang panjang, Sang Wiku diam sejenak Beliau memandang ke seluruh bagian dari Bale Gede tempat mereka berkumpul. Beliau melangkah pelah menuju ke tengah-tengah para muridnya. Sambil tersenyum sejuk, Sang Wiku kemudian melanjutkan penjelasannya:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Pada umumnya pria cenderung lebih cepat marah dan agresif dibandingkan wanita. Sifat ini disebabkan oleh pengaruh hormon testoteron terhadap proses perkembangan otak bayi lelaki sejak masih dalam kandungan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Keinginan/Kama/Nafsu yang tidak terkendali akan menimbulkan kemarahan, yang kadang-kadang  lepas kendali. Marah yang tidak terkendali ini sangat berbahaya bagi kita,  Indra-indra, pikiran dan kecerdasan dikatakan sebagai tempat kedudukannya, Dari kemarahan timbullah kebingungan, dari kebingungan hilangnya ingatan, sehingga mereka yang dikuasai oleh marah tidak menyadari keberadaannya sendiri. Kenapa dia lahir, apa tujuan dia lahir dan hidup di dunia.Dari hilangnya ingatan kecerdasan terhancurkan dari hancurnya kecerdasan menuju pada kemunduran.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Orang yang dikuasai kemarahan sudah tidak bisa membedakan mana yang baik, mana yang tidak baik, mana yang patut dan mana yang tidak patut, sehingga tidak mampu mengontrol tingkah lakunya, tidak mampu mengontrol ucapannya, juga tidak mampu mengontrol pikirannya. Bila perbuatan, ucapan dan pikiran sudah tidak mampu terkendalikan maka pintu kejahatan telah terbuka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalo pikiran sudah tidak terkontrol, pikiran tidak tenang… maka kedamaian sudah lenyap apalagi yang namanya kebahagiaan akan sangat sulit dicapai.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam kehidupan ini, tidak ada orang yang suka dimarahi walaupun mereka tahu bahwa dirinya bersalah. Karena tindakan dan ucapan orang yang dikuasai oleh marah tidak mengenakkan di hati. Padahal kita semua tahu, dalam dunia kirja; atasan kita, bawahan kita, pemilik dari perusahaan, pelanggan kita, rekan kerja kita, supplier kita, pemerintah/legalitas istilah kerennya <em>stake holders</em> mereka semua adalah manusia yang tidak suka mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai kemarahan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Demikian pula dalam keluarga dan masyarakat; orang tua kita, anak kita, pasangan kita, saudara-saudara, sahabat mereka adalah manusia juga yang tidak suka dimarahi dan mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai oleh rasa marah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kinipun tahu bahwa yang merekruit kita menjadi tenaga professional, yang mempromosikan kita naik menduduki jabatan yang lebih tinggi, yang memberikan kita penghargaan/apreasiasi dari hasil kerja kita, yang memecat kita, yang menghukum kita bila ada kesalahan adalah juga adalah manusia yang tidak suka dan tidak mau dimarahi dan mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai oleh rasa marah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu bila Ananda ingin sukses baik di dunia kerja, di masyarakat maupun dalam keluarga, kendalikanlah marah itu”.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Guru yang kami muliakan, tadi telah dijelaskan tentang proses terbentuknya marah dan dampak dari kemarahan yang terkendali, lantas bagaimanakah cara mengendalikan kemarahan itu…?”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Anakku  lebih jauh tentang kemarahan itu Maharisi Vaisampayana/Vararuci mengatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Jika ada orang yang dapat (berhasil) meninggalkan kemarahan hatinya berdasarkan kesabaran hati sebagai keadaan ular yang meninggalkan kulesnya (kulitnya yang terlepas), karena kesemuanya itu tidak akan kembali lagi; orang yang demikian keadaannya itu adalah ia disebut berbudi luhur dan patut disebut manusia sejati”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Sebenarnya, meskipun orang itu selalu jaya terhadap seterunya, seta tak terbilang jumlah musuh yang dibunuhnya, asal yang dibencinya musnah, maka selama hidupnyapun, jika ia hanya akan menuruti kemarahan hatinya belaka, tentu saja tidak akan habis-habisnya musuhnya itu. Akan tetapi yang benar-benar tidak mempunyai musuh, adalah orang yang berhasil mengekang kemarahan hatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Orang yang selalu marah, bertengkar, senantiasa ia resah, rusuh hati kemanapun ia pergi. Dan dalam semua perbuatannya, meski ditempat tidur sekalipun, tidak tentram hatinya, sebagai keadaan orang yang tidur dalam rumah yang berisi ular.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ada banyak cara untuk mengendalikan marah</p>
<p style="text-align:justify;">
<ol style="text-align:justify;">
<li>Membaca doa/mengulang      nama-nama suci Tuhan (Namasmaranam)</li>
<li>Tenangkan diri/relaksasi      dengan mengatur nafas (Pranayama); menarik nafas pelan (puraka), menahan      nafas (kumbaka), menghembuskan nafas pelan (recaka).</li>
<li>Mengendalikan panca indra</li>
<li>Mengendalikan pikiran/merubah      pola pikir (Cognitive Restructuring)</li>
<li>Dengan memohon pembersihan      dari Hyang Wisnu  denga cara cuci      muka/leher, tangan dan kaki</li>
<li>Berkomunikasi dan bergurau      yang lucu-lucu/ humor</li>
<li>Merubah lingkungan (Changing      environment)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ruwais-Abu Dhabi, 16 Oktober 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Made Mariana</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="../../../../../">Http://singaraja.wordpress.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/821/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=821&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/16/enam-tembok-penghalang-kesuksesan-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enam Tembok Penghalang Kesuksesan</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/14/enam-tembok-penghalang-kesuksesan/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/14/enam-tembok-penghalang-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 18:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=818</guid>
		<description><![CDATA[Tembok 1: Keinginan yang tak terkendali
Seperti biasa pagi itu setelah melakukan meditasi bersama, Sang Pandita berkumpul di Bale Gede yang terbuat dari kayu berukir indah sekali, ornamen ukiran yang dihiasi dengan motif bunga-bunga yang sedang mekar, berpadu dengan motif dedaunan yang dikombinasikan dengan warna-warna alami. Disetiap pilar tampak ukiran tumbuhan rambat dimana beberapa burung bertengger [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=818&subd=singaraja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tembok 1: Keinginan yang tak terkendali</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti biasa pagi itu setelah melakukan meditasi bersama, Sang Pandita berkumpul di Bale Gede yang terbuat dari kayu berukir indah sekali, ornamen ukiran yang dihiasi dengan motif bunga-bunga yang sedang mekar, berpadu dengan motif dedaunan yang dikombinasikan dengan warna-warna alami. Disetiap pilar tampak ukiran tumbuhan rambat dimana beberapa burung bertengger mesra bersama kawan-kawannya, membuat mata sedap memandangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Wiku tampak asik berdiskusi bersama murid-muridnya, Kali ini mereka mendiskusikan enam tembok penghalang kesuksesan<span id="more-818"></span>, Sang Wiku dengan serius menjelaskan secara garis besar ada enam anugrah Tuhan dalam diri manusia yang tidak bisa dihindari, mereka bermanfaat bagi kehidupan manusia bila mampu mengendalikannya ke arah yang benar. Namun bila mana keenam anugrah Tuhan itu tidak mampu dikendalikan maka mereka akan menjadi tembok-tembok yang sangat kokoh mengalangi laju kehidupan kita. Keenam anugrah itu adalah:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Keinginan (Kama)</li>
<li>Loba (Serakah)</li>
<li>Marah (Krodha)</li>
<li>Bingung (Moha)</li>
<li>Mabuk (Madha)</li>
<li>Irihati (Matsaria)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tampak para murid sangat antusias dengan penjelasan Sang Pandita, beberapa diantara mereka terutama yang masih berusia muda, tampak ragu dengan penjelasan Sang Pandita, mereka tampak kasak-kusuk di sudut paling. Saking asiknya mereka kasak-kusuk sampai-sampai mereka tidak sadar kalo sang Wiku datang menghampirinya. Dengan senyumnya yang khas lembut dan penuh kasih membuat tenang siapapun yang melihatnya, Sang Pandita melangkah mendekati mereka sambil berkata: “Anakku, apalabila menemukan keraguan janganlah didiamkan, adakah perkataan Bapa yang tidak Ananda pahami, atau mungkin Bapa menyampaikannya kurang jelas..?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Para pemuda yang sedari tadi kasak-kusuk kaget dengan sapaan lembut dari Sang Wiku. Mereka tampak kebingungan, saling pandang dan tak sepatah katapun terdengar, bibir mereka seakan terkunci rapat entah karena apa. Ternyata salah satu dari mereka yang paling muda memberanikan diri bertanya: “Guru, hamba masih tidak mengerti kenapa Enam anugrah itu bisa menjadi tembok-tembok penghalang kesuksesan bila tidak dikendalikan dengan baik, mohon diuraikan lebih detail…?”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Baiklah kalo begitu… mari kita mulai dari yang pertama yaitu: <strong><span style="text-decoration:underline;">Keinginan. </span></strong>Keinginan  bila tidak terpenuhi akan menimbulkan kedukaan, kedukaan akan menguras energi kadang kedukaan juga mengkonsumsi waktu kita tanpa kita sadari, membawa diri dari kondisi kedukaan kepada kondisi normal pun butuh waktu energi dan sumber daya yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Keinginan yang terpenuhi akan memberikan kegembiraan, namun keinginan ini bila tidak terkendali akan bertambah banyak dengan cepat sekali bahkan sampai pada jumlah tak terbatas (unlimited), sementara kenyataan dalam hidup ini sumber daya (resources) yang dimiliki manusia itu terbatas”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Guru.. bagaimana caranya mengendalikan keinginan itu…? Bagaimana proses terbentuknya keinginan…?” Tanya pemuda yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Anakku untuk bisa mengendalikan keinginan kita harus bisa mengetahui proses terbentuknya keinginan…Keinginan terbentuk karena adanya kontak dari Panca Indra dengan alam samesta beserta isinya. Mata melihat model-model baju yang indah maka timbullah keinginan untuk memilikinya. Kulit menyentuh kain yang lembut muncullah keinginan untuk memilikinya. Lidah mengecap makanan yang lezat timbul keinginan untuk memakannya. Telinga mendengarkan lagu-lagu yang merdu dan harmonis menimbulkan keinginan untuk membeli sound system/stereo. Hidung mencium wangi parfum buatan Itally, tumbuh keinginan untuk membeli parfum.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kontak panca indra dengan alam material ini membangkitkan keinginan dalam diri kita. Dengan mengendalikan panca indra maka kita bisa mengurangi keinginan sedikit-demi sedikit bertahap hingga nanti kita bisa benar-benar menguasai keinginan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Keinginan juga sesungguhnya yang membuat manusia aktif bergerak untuk maju, karena sumber daya manusia terbatas maka untuk meraih sukses (keinginannya terpenuhi) maka kita harus bisa menyaring mana keinginan yang benar-benar bermanfaat buat kemajuan kita, bermanfaat buat keluarga kita, bermanfaat buat alam samesta ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Keinginan yang benar-benar memberi manfaat itulah menjadi sebuah kebutuhan, makanya jangan heran bila beberapa akli management keuangan menyarankan kita harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan, maksudnya adalah diantara banyak keinginan-keinginan yang ada saringlah terlebih dahulu mana yang benar-benar memberi manfaat buat kehidupan, kemajuan dan kelestarian kita, setelah itu penuhilah keinginan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya sumber daya yang terbatas itu akan bisa digunakan secara optimum untuk mencapai keinginan yang bermanfaat inilah disebut dengan sukses”. Jadi bila Ananda tidak mampu mengendalikan keinginan maka Ananda akan menjadi budak dari keinginan itu, dengan sumber daya terbatas tentu tidak semua keinginan akan terpenuhi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh: Punya tabungan sedikit pingin bisa lulus kuliah, pingin punya mobil bagus, pingin pake perhiasan mahal…Jadi kuliahnya macet ditengah jalan, jadilah kita berduka terus…Tidak terpenuhinya keinginan ini disebut dengan tidak sukses..Keinginan yang tak terkendali adalah Tembok yang pertama…</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Prajahaati yadaa kaamaan sarwaan paartha mano-gataan,</p>
<p style="text-align:justify;">Atmany ewaatmanaa tustah sthita-prajnas tadocyate&#8221;  Gita II-55</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Artinya:</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bilamana seseorang telah dapat menyingkirkan segala keinginannya, wahai Partha (Arjuna), dan manakala jiwanya telah merasa terpuaskan pada dirinya sendiri, maka mereka itulah yang disebut sebagai orang yang kecerdasannya stabil</p>
<p style="text-align:justify;">(bersambung.. Tembok Ke-2 Kemarahan/Krodha)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ruwais, 14 Oktober 2009, Budha Kliwon Dungulan</p>
<p style="text-align:justify;">Made M.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="../../../../../">http://singaraja.wordpress.com</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/818/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=818&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/14/enam-tembok-penghalang-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fokus pada proses bukan pada hasil</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/05/fokus-pada-proses-bukan-pada-hasil/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/05/fokus-pada-proses-bukan-pada-hasil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 17:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[Mari kita lanjutkan kembali kisah sang Pandita Sakti. Seperti biasa selalu saja ada orang yang datang mengunjungi sang Pandita, entah apa yang mendorong mereka untuk rela menempuh perjalanan jauh, siang dan malam, menaiki gunung dan menuruni lembah yang tidak sedikit hanya untuk bisa berjumpa dengan sang Pandita.
Tak lupa para murid menyiapkan kopi Bali yang rasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=815&subd=singaraja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Mari kita lanjutkan kembali kisah sang Pandita Sakti. Seperti biasa selalu saja ada orang yang datang mengunjungi sang Pandita, entah apa yang mendorong mereka untuk rela menempuh perjalanan jauh, siang dan malam, menaiki gunung dan menuruni lembah yang tidak sedikit hanya untuk bisa berjumpa dengan sang Pandita.<span id="more-815"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tak lupa para murid menyiapkan kopi Bali yang rasanya sudah sangat terkenal kala itu, hasil olahan tangan-tangan trampil para murid senior mengikuti arahan sang Guru Pandita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Diantara para tamu yang datang tampaklah seorang pemuda sederhana, berpakaian ala kadarnya namun bersih dan rapi. Dari raut mukanya tampak dia bukanlah pemuda seperti pemuda kebanyakan. Wajahnya tenang, tatapan matanya lembut tapi sangat tajam, menandakan dia bukanlah orang sembarangan. Pemuda ini sangat sopan, prilakunya santun dan menarik perhatian sang Pandita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sambil tersenyum sang Pandita mendekati anak muda itu. Mereka duduk berdampingan, kemudian bercakap-cakap dengan akrab seakan mereka telah bersahat bertahun-tahun, padahal hari itu adalah hari pertama mereka bertemu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil sesekali menegak kopi Bali mereka berbincang-bincang dari hal-hal kecil hingga hal-hal yang menyangkut masalah hidup dan kiat-kiat mencapai kesuksesan dalam hidup. Tampaknya pemuda ini datang bukan untuk berguru menjadi seorang pandita. Hal itu terlihat dari pertanyaan yang diajukan pada Sang Guru:</p>
<p style="text-align:justify;">“Ratu Pandita yang saya muliakan, sudilah kiranya Pandita memberikan petunjuk pada hamba yang muda ini untuk mencapai hasil yang maksimal dalam setiap aktivitas yang dijalani?”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sang Pandita mengelus janggutnya panjang, Beliau diam sejenak kemudian dengan tersenyum manis Beliau  menatap sang pemuda sambil berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">“Anakku setiap orang pasti ingin berhasil dalam hidupnya, artinya dia berhasil dalam setiap aktivitas yang dijalaninya, keberhasilan ini bisa dicapai apa bila kita mampu menggunakan potensi/energi kita yang terbatas secara optimal. Tidak ada pencuri energi (<em>thief energy</em>) atau kebocoran-kebocoran energi (<em>leak energy</em>) dengan memfokuskan pada proses bukan pada hasil dari setiap aktivitas itu, maka pemanfaatan energi akan menjadi optimal, teguh menghadapi setiap tantangan yang datang berkunjung, hasil optimalpun akan mudah dicapai”.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sang pemuda termenung berusaha memahami yang dipaparkan sang Guru Agung. Dia menarik nafas pelan, kemudian menghembuskannya dengan pelan, mengikuti alur nafas secara alami tanpa berusaha untuk memaksa aliran nafas dalam dirinya. Pikirannya mulai terkonsentrasi dengan baik. Dia melanjutkan pertanyaannya:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Guru kalo kita tidak memfokuskan diri para hasil, apakah itu berarti kita tidak konsisten pada target, bukankah hasil baik yang ingin dicapai sesungguhnya adalah target/goal dari setiap aktivitas yang kita lakukan?”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sang Guru tersenyum kembali, Dengan pandangan lembut sang Guru melanjutkan penjelasannya:</p>
<p style="text-align:justify;">“Anakku, engkau benar hasil yang diinginkan itu adalah goal/target yang dicanangkan, namun dengan memfokuskan diri pada proses yang sempurna sudah pasti hasilnya akan baik, namun bila energi kita banyak terkonsumsi untuk hanya memikirkan hasil tanpa diiringi dengan praktik nyata hanyalah sebuah mimpi. Oleh karenanya anakku fokuskanlah energimu pada setiap proses, pusatkan pikiran untuk melakukan aktivitas dengan sebaik mungkin, hasil baik pasti akan datang. Karena sesungguhnya dalam proses itu kita bisa belajar banyak hal, kita bisa menemukan mutiara-mutiara hidup yang tersembunyi, kita bisa mengetahui kelemahan dan kelebihan kita” Demikian pula dalam Gita V-12 dikatakan:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>“Seorang pengabdi mencapai kedamaian dengan melepaskan keterikatan hasil kegiatan kerja, tetapi mereka yang tidak menyatukan jiwanya dengan yang illahi, didorong oleh keinginan-keinginan dan terikat dengan hasil kegiatan kerja sehingga mereka terbelenggu.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Orang yang terbelenggu akan sulit bergerak apalagi berlari dan terbang, oleh karenanya marilah kita pusatkan energi dan pikiran kita pada proses, bagaimana melakukan setiap aktivitas dengan sebaik mungkin, hasilnya kita pikirkan ataupun tidak pasti akan datang.</p>
<p>Made Mariana, Abu Dhabi, 05 Oct 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/815/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=815&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/05/fokus-pada-proses-bukan-pada-hasil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sarasamuccaya Sloka 67</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/05/sarasamuccaya-sloka-67/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/05/sarasamuccaya-sloka-67/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 02:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sarassammucaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=813</guid>
		<description><![CDATA[Kantakan kuupamagnin ca varjayanti sadaa naraah
Tathaa nrsamsakarmaanam varjayanti nardhanam.
Artinya:
Inilah keburukannya nrsangsa (mementingkan diri sendiri) tidak disukai dalam masyarakat; orang yang papa hina sekalipun tidak menyukainya; sebagai orang menghindari duri, sumur kering, ataupun api, demikianlah orang yang sesungguhnya meninggalkan orang yang nrsangsa itu.
Manusia dalam bahasa Bali disebut Jelema (Jele = Jelek, Ma=Melah=Bagus). Baik dan Buruk itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=813&subd=singaraja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Kantakan kuupamagnin ca varjayanti sadaa naraah</p>
<p style="text-align:justify;">Tathaa nrsamsakarmaanam varjayanti nardhanam.</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya:</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah keburukannya nrsangsa (mementingkan diri sendiri) tidak disukai dalam masyarakat; orang yang papa hina sekalipun tidak menyukainya; sebagai orang menghindari duri, sumur kering, ataupun api, demikianlah orang yang sesungguhnya meninggalkan orang yang nrsangsa itu.<span id="more-813"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Manusia dalam bahasa Bali disebut Jelema (Jele = Jelek, Ma=Melah=Bagus). Baik dan Buruk itu menyatu dalam diri manusia, manusia memiliki sifat-sifat baik pun memiliki sifat-sifat buruk.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu sifat buruk manusia adalah Sifat mementingkan diri sendiri (Nrsangsa). Bhagavan Wararuci menjelaskan bahwa, sifat ini mestinya kita kendalikan dan kuasai. Karena sifat mementingkan diri sendiri tidak bagus dalam kehidupan sosial manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Terbukti dalam setiap sisi kehidupan, orang-orang yang mementingkan diri sendiri, dijauhi oleh teman-temannya. Karena mereka yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak pernah memikirkan diri orang lain. Apapun yang ada hanya untuk dirinya, tidak bisa berbagi dengan orang lain. Padahal Tuhan/Hyang Widdhi menciptakan segala yang ada untuk kita semua bukan untuk satu orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang suka mementingkan diri sendiri, tidak bisa menyisihkan miliknya untuk mereka yang membutuhkan. Orang yang mementingkan diri sendiri, sangat terikat dengan harta miliknya, mereka sulit sekali melepaskan keterikatan ini sehingga tercermin dalam prilaku sehari-hari baik dari cara berfikir, berkata dan bertindak.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karenanya marilah kita senantiasa waspada dan kendalaikanlah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri manusia. Hendaknya sifat-sifat buruk ini yang dianugrahkan Tuhan untuk pembelajaran kita.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/813/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=813&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2009/10/05/sarasamuccaya-sloka-67/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebenaran itu Sederhana tapi sulit dijalani</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2009/09/25/kebenaran-itu-sederhana-tapi-sulit-dijalani/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2009/09/25/kebenaran-itu-sederhana-tapi-sulit-dijalani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 17:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=809</guid>
		<description><![CDATA[Marilah kita tengok kembali kisah Pandita Sakti. Dikisahkan hari itu Sang Pandita kedatangan seorang tamu. Dari penampilannya tampak Beliau bukanlah orang sembarangan, cara berkaiannya sangat rapi, perpaduan warna pakaian atas dan bawahannya sangatlah serasi dengan jubah berwarna biru tampak begitu gagah dan menawan. Beliau adalah seorang pengusaha sukses pada jamannya, yang berusia sekitar 60 tahunan.
Seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=809&subd=singaraja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Marilah kita tengok kembali kisah Pandita Sakti. Dikisahkan hari itu Sang Pandita kedatangan seorang tamu. Dari penampilannya tampak Beliau bukanlah orang sembarangan, cara berkaiannya sangat rapi, perpaduan warna pakaian atas dan bawahannya sangatlah serasi dengan jubah berwarna biru tampak begitu gagah dan menawan. Beliau adalah seorang pengusaha sukses pada jamannya, yang berusia sekitar 60 tahunan.</p>
<div id="attachment_810" class="wp-caption aligncenter" style="width: 244px"><img class="size-medium wp-image-810" title="sadhus_3.6" src="http://singaraja.files.wordpress.com/2009/09/sadhus_3-61.jpg?w=234&#038;h=300" alt="Pandita Sakti memberikan wejangan pada para murid" width="234" height="300" /><p class="wp-caption-text">Pandita Sakti memberikan wejangan pada para murid</p></div>
<p style="text-align:justify;">Seperti biasa sang Pandita menyambut tamunya dengan senyum yang ramah tidak lupa mempersilahkan minum Kopi Bali<span id="more-809"></span>, spesial buatan para murid yang telah berpengalaman, semacam <em>starbuck copy</em> atau <em>capoccino</em> jaman sekarang. Beliau selalu mengajarkan para muridnya untuk memperlakukan setiap orang yang datang secara istimewa, tak peduli apakah mereka kaya, miskin, orang cacat, para pejabat, para buruh atau kuli kasar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sang Pandita yang bergelar Pandita Sakti sangat dikagumi tua dan muda, dari kaum <em>the have </em>(kaya) maupun kaum <em>the have not</em> (miskin), dari para <em>bearer</em> (pekerja kasar)  sampai para <em>entrepreneur</em> (pengusaha) kelas kakap datang meminta nasehatnya. Maklum sebelum menjadi Pandita Beliau telah melewati semua tahapan hidup dalam <em>Catur Asrama</em> dengan sukses.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun empat tahapan hidup itu adalah:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><em>Brahmacari</em>: masa belajar dan menuntut ilmu, pada masa ini      seorang murid harus menjalani banyak pantangan diantaranya; tidak      melakukan sex baik oral maupun non oral, tidak melakukan perbuatan asusila      (mencuri, mabuk, madat, madon, main=judi, menyakiti mahluk lain), melatih      diri sepanjang waktu menguasai enam musuh dalam diri sendiri (Keinginan,      Kemarahan, Loba, Mabuk, Irihati dan Bingung), dikuatkan dengan tapa,      brata/puasa dan yoga.</li>
<li><em>Grahasta</em>: masa bermasyarakat/berumahtangga/berketurunan, pada      masa ini Beliau telah melahirkan putra-putri yang telah banyak      mengharumkan nama keluarga dan daerahnya dengan sederetan prestasi yang      diraih dalam bidangnya masing-masing. Beliau dikenal dengan seorang      pengusaha yang sukses, mengumpulkan harta dengan jalan yang benar. Menurut      Kitab Smerthi Pengumpulan harta untuk penghidupan dengan jalan yang benar      disebut sebagai pensucian yang tertinggi. Tidah pengusaha bisa bertahan      dijalan Dharma dalam menjalankan usahanya, banyak sekali cobaan yang telah      Beliau lalui dengan baik dan tetap lurus di jalan Dharma. Beliau sangat pandai      bergaul sehingga disegani oleh kawan-kawannya. Senantiasa melakukan korban      suci yang ikhlas, membantu yang memerlukan baik dengan ilmu, harta, tenaga      maupun ide.</li>
<li><em>Wanaprasta</em>: Masa mengundurkan diri dari kehidupan duniawi,      mengasingkan diri tinggal di sebuah gubuk sederhana berpakaian dan makan      sederhana, mendalami ajaran-ajaran suci agama dengan tekun, dibawah      bimbingan seorang Nabe yang juga sangat mumpuni di masanya.</li>
<li><em>Bhiksuka/Sanyasin</em>: Beliau didiksa menjadi seorang Pandita,      melewati proses pewintenan Dwi Jati, Dwi = Dua, Jati =Lahir, lahir dua      kali maksudnya adalah, Pertama lahir dari rahim sang Ibu, kedua Lahir dari      rahim sang Nabe, lahir yang kedua bermakna telah tercapainya <em>enlightenment</em> (pencerahan).</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Tidak mengherankan jika Beliau mampu mamahami dengan cepat setiap persoalan yang dialami oleh para murid dan para pengunjung yang datang mohon nasehat atau bimbingan baik mengenai hal-hal duniawi maupun hal-hal spiritual dan memberikan solusi yang masuk akal dan mudah dijalani.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tampak Sang Pengusaha sangat menikmati Kopi Bali yang disajikan, dalam beberapa teguk saja, kopi di dalam cangkirnya telah lenyap. “Aku telah melanglang buana dan mencicipi berbagai macam kopi, hmmm copy ini sungguh beda rasanya, aneh di daerah terpencil begini bisa hadir para professional kopi, pastilah Sang Guru bukan orang sembarangan” gumam Sang Pengusaha. Perlahan dia menggeser tempat duduknya mendekati Pandita sehingga kini mereka saling duduk saling berhadapan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sambil tersenyum sang Pengusaha kemudian bertanya pada Pandita:</p>
<p style="text-align:justify;">“Ratu Pandita yang saya muliakan, mohon sudikiranya memberikan bimbingan kepada saya apa yang harus saya lakukan setiap hari agar bisa selaras dengan kebenaran..?</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil mengelus janggutnya yang panjang Pandita menjawab:</p>
<p style="text-align:justify;">“Anakku Janganlah berbuat jahat dan perbanyaklah kebajikan”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kalo itu sih anak kemaren sore juga tahu Pandita” kata Sang Pengusaha</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya benar Ananda benar, anak kemaren sore juga tahu, tapi seorang pengusaha yang berpendidikan tinggi dan berusia 60 tahunanpun sukar menjalaninya”. Kata Sang Pandita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saudaraku sekalian, seperti kisah diatas, sesuatu itu mungkin mudah untuk diketahui, tapi sulit untuk dilakukan. Saya yakin setiap orang dari kita tahu logika kebenaran, namun berapa banyak orang yang benar-benar mampu mempraktikannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pula halnya dengan saya, menulis kisah diatas tidaklah begitu sulit namun mengimplementasikannya dalam setiap gerak dan langkah tidaklah mudah. Saya punya satu keyakinan; “Dimana ada kemauan dan tindakan untuk melakukan perubahan disana ada hasil berupa perbaikan. Teringat kata seorang teman, <em>“words just take you to the gate only action will bring you inside” </em>Kata-kata hanyalah mengantarkan kita pada gerbang, hanya tindakan yang membawa kita masuk ke dalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Ruwais: 25 Sep 09</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/809/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=809&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2009/09/25/kebenaran-itu-sederhana-tapi-sulit-dijalani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://singaraja.files.wordpress.com/2009/09/sadhus_3-61.jpg?w=234" medium="image">
			<media:title type="html">sadhus_3.6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keterikatan sumber kedukaan</title>
		<link>http://singaraja.wordpress.com/2009/09/18/keterikatan-sumber-kedukaan/</link>
		<comments>http://singaraja.wordpress.com/2009/09/18/keterikatan-sumber-kedukaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 20:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singaraja.wordpress.com/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman dahulu di Nusantara, tersebutlah seorang pendekar ternama, yang sangat disegani oleh kawan dan lawan-lawannya. Dia sangat mahir memainkan berbagai jenis senjata, dia memiliki banyak ilmu-ilmu aneh yang sulit dimengerti oleh pendekar-pendekar lainnya, gerakannya sangat lincah dan gesit, sehingga tak satupun lawan yang bisa mengalahkannya. Setiap kali ada pertandingan di daerahnya, sudah bisa ditebak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=805&subd=singaraja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pada jaman dahulu di Nusantara, tersebutlah seorang pendekar ternama, yang sangat disegani oleh kawan dan lawan-lawannya. Dia sangat mahir memainkan berbagai jenis senjata, dia memiliki banyak ilmu-ilmu aneh yang sulit dimengerti oleh pendekar-pendekar lainnya, gerakannya sangat lincah dan gesit, sehingga tak satupun lawan yang bisa mengalahkannya. Setiap kali ada pertandingan di daerahnya, sudah bisa ditebak pemenangnya. Namun walaupun dia demikian hebat, tapi sang Pendekar sangat rendah hati dan hidup sangat sederhana, suka menolong dan membela yang lemah dan tidak segan-segan menurunkan tangan besinya pada para pelaku kejahatan. Masyarakat sangat gembira dengan kehadiran sang Pendekar, negeri jadi aman dan tentram.Dia selalu mengingatkan murid-muridnya untuk setiap saat membacakan doa berikut:</p>
<p>&#8220;Sarve Bhavantu Sukhinah; Sarve Santu Niraamayaah;<br />
Sarve Bhadraani Pashyantu;<br />
Maa Kashchida-Dukha-Bhaag-Bhaveta<br />
Om Shantih Shantih Shantih</p>
<p>Artinya:<br />
Semoga setiap orang berbahagia.<br />
Semoga setiap orang terbebas dari penyakit.<br />
Semoga Setiap orang mendapatkan keberuntungan.<br />
Semoga tak seorangpun jatuh pada kejahatan.<span id="more-805"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari sambil duduk di pinggir danau Sang Pendekar menimang-nimang batu permata yang sangat bernilai tinggi. Sambil terus memperhatikan keunikan dari benda antic yang satu ini, dia mengamati permukaan batu permata itu dengan sangat serius, ups….. batu itu terlepas dari tanggannya, hampir saja jatuh ke dalam danau. Dengan sigap gerakan reflek yang dia miliki sebagai hasil dari latihan yang keras, dia berhasil menangkap batu yang nyaris tenggelam ke dalam danau. Keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya, tangannya gemetaran, sambil mengelus-elus batu permata tersebut dia bergumam: “Huh… hampir saja permata ini tenggelam di dalam danau…”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sesaat sang Pendekar termenung sambil menatapi benda antik ditangannya,..dia kemudian berkata pada dirinya sendiri: “Saya tidak pernah gentar menghadapi kematian, saya mengalahkan banyak sekali jagoan-jagoan ternama dinegeri ini, entah berapa pinpinan rampok dan begal yang saya tumpas.. Lalu mengapa saya menjadi sangat cemas oleh sebuah permata….?” Sambil tersenyum sang Pendekar kemudian melemparkan permata itu ke tengah-tengah danau..” sambil melangkahkan kakinya beranjak dari tepi danau itu dia bergumam: “Hmmmm…keterikatanlah yang menyebabkan saya demikian takut kehilangan, dan menderita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam kehidupan ini disadari atau tidak kita seringkali mengikatkan diri pada banyak objek seperti kisah di atas. Bahkan kini objek-objek pengikat bentuknya sangat beragam bukan lagi berupa benda kasat mata seperti batu permata milik sang Pendekar. Sebut saja objek kesuksesan, kegagalan, kemenangan, kekalahan, nama baik, penghargaan, pujian, hinaan, kata-kata, dan lain sebagainya.  Kalo diperhatikan dengan seksama ternyata dimana ada pengetahuan dan perasaan akan dualisme, kalah dan menang, sukses dan gagal, maka penderitaan itu akan selalu menjadi sahabat sejati yang tidak pernah meninggalkan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalo ada yang gagal, pasti ada yang sukses, orang yang gagal akan berdukacita, orang yang sukses akan bersukacita. Kalo ada yang menang pasti ada yang kalah, pihak yang kalah akan sedih, pihak yang menang akan senang. Gagal dan sukses, menang dan kalah adalah produk buatan manusia, keduanya bisa menjadi guru agung dalam kehidupan ini. Dalam banyak hal kegagalan lebih agung dari kesuksesan, Kegagalan kerap membimbing kita menemukan celah-celah dalam diri. Sukses dan gagal merupakan bagian hidup manusia. Kesuksesan jangan sampai menimbulkan kesombongan, demikian pula kegagalan jangan sampai menimbulkan demotivasi. Seorang kawan pernah berkata, gagal dalam bahasa Inggrisnya : <em>FAIL = First Action In Learning, </em>Kegagalan banyak memberitahu kelemahan dan kekurangan kita, bahkan konon orang-orang besar adalah mereka yang mampu mengelola setiap kegagalannya menjadi vitamin untuk menambah energi menuju sukses.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mengikatkan diri pada sesuatu hal akan menyulitkan kita bergerak maju, bukankan kebebasan yang membuat kita bisa bergerak cepat…. Belenggu yang kuat akan menghambat setiap gerakan kita, apapun bentuk dari belenggu itu…. Bagaimana melepaskan diri dari semua belenggu…? Hidup ini untuk dijalani bukan untuk mengikatkan diri padanya… Ahh…ini sih hanya pikiran saya belum tentu juga benar… jangan-jangan saya menulis ini juga karena saya terikat dengan tulisan ini…sama saja dong…hihihiihihi…ngabur ahh..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/singaraja.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/singaraja.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/singaraja.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/singaraja.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/singaraja.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/singaraja.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/singaraja.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/singaraja.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/singaraja.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/singaraja.wordpress.com/805/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=singaraja.wordpress.com&blog=2700225&post=805&subd=singaraja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singaraja.wordpress.com/2009/09/18/keterikatan-sumber-kedukaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6541cc6579cc22e6f4d7c650131dcf74?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">made24</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>