Melampoi Dualitas

•Agustus 6, 2015 • 1 Komentar

Bunga teratai tumbuh dari lumpur dan air, Tatkala ia melewati lumpur dan air, bunga mekar indah memberikan kesejukan dan kedamaian pada alam sekitarnya. Demikian pula manusia, bila mampu melewati dualitas (baik dan buruk, suka dan duka, tenang ketika dipuji dan dihina, sukses dan gagal, dstnya), batinnya mekar menghadirkan kedamaian dan keindahan di dalam dan di luar diri…. (mudah mengatakan, sulit sekali menjalani, semoga kita pelan dan pasti terus meningkat smile emoticon )

IMG_5907

Belajar

•Agustus 4, 2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

Belajar dalam hidup seperti menanak nasi, Tatkala masih beras (belum tahu apa-apa) diam, ketika beras dalam air dipanaskan ia mulai bersuara rame (mulai tahu sedikit, rame, kalo belajar ilmu beladiri apa-apa dipukulin, kalo belajar filsafat pinginnya berdebat/berdiskusi), Manakala sudah berubah menjadi nasi (ilmunya sudah matang), ia diam tak bersuara.

pandita sakti

pandita sakti

Think Win-win

•Agustus 4, 2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

Barangkali sudah fitrah manusia merasa senang saat menang, dan merasa sedih tatkala kalah. Sebagai mahluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri, ada banyak hal yang tidak mampu kita kerjakan walau ia penting dalam kehidupan kita, orang lain membantu kita untuk mendapatkannya. Pendek kata kita tidak bisa menghindari interaksi dengan orang lain. Bila kita ingin hubungan kita terjaga baik maka kedua belah pihak mesti senang. Menyadari bahwa setiap orang senang ketika menang, maka hubungan hendaknya dilakoni dengan win-win solution (menang-menang) artinya tidak ada yang kalah, kedua pihak mendapatkan kemenangan, tidak ada yang dirugikan, keduanya mendapatkan keuntungan. Kebiasaan ini oleh Doctor Covey disebut kebiasaan ke-4 ” Think Win-win”.

success

Kesadaran

•Juli 30, 2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tatkala sendok digerakkan di dalam gelas, kita mendengar suara nyaring gelas, bila sendok digerakkan dalam ember, kita masih mendengar suara dari sentuhan ember dengan sendok, ketika sendok di gerakkan di dalam ruangan sudah tidak terdengar suara lagi. Demikian pula ketika kesadaran kita masih sesempit gelas dan ember, goncangan hidup sedikit saja membuat kita mengeluh dan terguncang batin ini, Tatkala kesadaran kita sudah seluas ruang goncangan kehidupan tidak lagi memberikan pengaruh pada ketenangan batin…

Balinese flowers

“First Thing First

•Juli 24, 2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

Seringkali kali kita dengar keluhan, ” Ah.. banyak sekali kerjaan hari ini, aku gak punya waktu cukup untuk menyelesaikannya, kepalaku mau meledak rasanya!”. Ini salah satu bentuk ungkapan tidak mampu mengelola diri. Faktanya kita punya resources terbatas, waktu, energi, dan uang terbatas. Sementara ada banyak hal yang kita inginkan di depan mata. Bagaimana cara mengatasinya? menurut Doktor Covey, kita mesti membiasakan diri melakukan “First Thing First”. Dahulukan yang Utama. Lakukan prioritas berdasarkan (urgensi, penting), mengelola dan melakukan prioritas… sehingga kita bisa mengoptimalisasikan sumber daya untuk meraih sukses

first_things_first (1)

Mind and Body Connection

•Juli 23, 2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

Seringkali badan dan pikiran kita terpisah, badan kita ada di sini, saat ini. Namun pikiran kita terbang ke masa lalu, ia dikuasai oleh kemarahan, kepedihan, iri hati, jengkel, kecewa, dan sejenisnya. Ia juga sering terbang ke masa depan, tak heran bila kemudian ia dikuasai oleh rasa takut, khawatir, cemas dan sejenisnya. Dampaknya, badan dan pikiran itu terpisah, sehingga tidak bisa menikmati saat ini, berkah yang telah diterima, tidak bisa mensyukuri segala karunia yang telah didapatkan, sulit untuk menikmati prestasi yang telah diraih. Oleh karena itu, tersenyum!, dengan tersenyum ikhlas penuh kasi, kita membawa kembali pikiran pulang ke saat ini…

mind_body_connection

Begin with The End in Mind

•Juli 23, 2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

Cogito Ergo Sum ” Aku berfikir karena itu aku ada” demikian tokoh legendaris Rene Descartes mengatakan, sebagai bentuk bahwa pikiran adalah kunci dari setiap aktivitas kita. Tatkala kita mampu menggambarkan dengan jelas apa yang akan kita raih di pikiran kita, menetapkan apa visi dan misi kita kedepan, maka perjalanan kita meraih mimpi dan cita-cita akan semakin jelas dan lebih mudah. Hal mana sejalan dengan nasehat Doctor Covey yang kedua: Begin with The End in Mind. Maknanya, mulailah dengan menentukan apa yang ingin dicapai/diraih, menetapkan arah yang akan ditempuh, menyadari posisi sekarang sedang ada di mana, memastikan kita melangkah pada jalur yang tepat. Selanjutnya baru melangkah dan merealisasikan apa yang ingin kita capai, semua energi, waktu, tenaga, sumberdaya, motivasi dan kamauan semua mengarah ke sana.

Goal

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya