Hari Raya Saraswati dan proses alam

Hindu memandang segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah sebuah proses yang berputar seperti bumi mengelilingi matahari, bulan mengelilingi bumi dan bumi berputar pada porosnya.ulun danu

Proses itu dibagi menjadi tiga yaitu; Penciptaan (Creation/Generate), Pemeliharaan, tumbuh berkembang, (Maintain/Maintenance), Pelenyapan, pengendalian, penghancuran (Recycle/Destroy).

Manusia lahir, Tumbuh berkembang, Maninggal. Tumbuhan dan hewanpun demikian. Semua kehidupan mengikuti proses ini.

Pabrik dibangun (Creation), Pabrik dioperasikan dan dipelihara, Pabrikpun akan hancur setelah melewati life timenya. Segala benda dan alat yang kita milikipun tidak lepas dari proses ini.

Untuk menciptakan sesuatu diperlukan kekuatan atau sakti berupa ilmu, dalam agama Hindu sakti atau kekuatan dari Tuhan saat menciptakan disebut Dewi Saraswati/Dewi Ilmu pengetahuan.

Ilmu sangat kita perlukan dalam kehidupan ini, mananam padi ada ilmunya, berkebun ada ilmunya, memasak ada ilmunya, melukis ada ilmunya, bernyanyi ada ilmunya, bekerja ada ilmunya, belajarpun ada ilmunya.

Semua aktivitas hidup ini ada ilmunya, ilmu yang kita peroleh baik spritual maupun sekuler kita aplikasikan sehingga mampu memberikan manfaat positif bagi kita sebagai individu, bagi masyarakat dan dunia serti universe..

Ilmu memudahkan hidup kita. Teknologi adalah produk dari ilmu. Kenyataan dalam hidup kita sehari-hari, kita tidak bisa hidup tanpa ilmu dan teknologi.

Tiga proses hidup, penciptaan (Brahma), pemeliharaan (Visnu) dan recycle/pengembalian (Siva), meliputi semua yang ada. Disadari atau tidak tiga proses ini telah menentukan kehidupan kita.

Creativitas dan Inovasi adalah produk dari ilmu yang memberikan warna kehidupan kita. Kemajuan teknologi dalam segala bidang kehidupan adalah produk dari kekuatan kreasi/penciptaan dari Brahma.

Segala ide yang baru muncul, pengertian baru, yang muncul dalam diri kitapun adalah kekuatan dari Saraswati. Untuk menyebarkan ilmu kepada seluruh mahluk biasanya dilakukan dengan komunikasi baik verbal maupun non verbal.

Tinggi rendahnya ilmu seseorang dilihat dari prilakunya sehari-hari. Dari buah pikirannya, tindakannya, sikapnya serta perkataannya. Kata-kata merupakan kekuatan yang luar biasa. Kata-kata bisa melumpuhkan lawan (dalam negosiasi), pun kata-kata bisa membangkitkan kekuatan. Seperti yang dilakukan oleh para pemimpin besar untuk menggerakkan rakyatnya (Sukarno, Abraham Lincoln, Mahatma Ghandi, Bung Hatta, dll).

Dewi Saraswati berstana di lidah, oleh karenanya setiap orang dari kita harus mampu berkata lembut dan penuh kasih, menyenangkan setiap yang mendengarkan, tidak menimbulkan makna dualistas yang membingungkan.

Sang Buddha pernah berpesan:

All that we are in the result of what we have thought. If a man speaks or acts with an evil thought, pain follows him.

If a man speaks or acts with a pure thought, happiness follow him, like a shadow that never leaves him

(Semua dari kita adalah hasil dari apa yang kita pikirkan. Jika manusia berbicara dan bertindak dengan pikiran jahat, kepedihan akan mengikutinya. Jika manusia berbicara atau bertindak dengan pikiran yang bersih murni, kebahagiaan yang akan mengikutinya, seperti bayangan badan yang tidak pernah meninggalkan sang tubuh kemanapun dia pergi).

Di Bali perayaan Hari Saraswati dirayakan tiap enam bulan sekali tepatnya pada hari Sabtu Umanis Wuku Watugunung.

Para perayaan hari Saraswati kali ini, marilah kita merenung sejenak. Apa yang telah kita berikan kepada umat manusia dan alam ini beserta isinya, sebagai imbalan dari kesempatan yang kita peroleh untuk mendapatkan banyak ilmu.

Apakah yang telah kita berikan pada para Guru, yang telah menghabiskan waktunya untuk membimbing kita, mengajarkan kita hal-hal yang bermanfaat dalam kehidupan, mengajarkan kita cara untuk menyelesaikan setiap kendala dan halangan yang kita dapati…?

Dalam Hindu kita mengenal catur guru yaitu:

1. Guru Swadyaya: Tuhan Yang Maha Esa

2. Guru Rupaka: Orang Tua

3. Guru Pengajian: Para Guru di sekolah/kampus

4. Guru Wisesa: Pemerintah dimana kita tinggal.

Marilah kita tingkatkan semangat belajar, live long learning (belajar sepanjang hidup). Mari kita aplikasikan setiap ilmu kita dengan tepat guna, berikanlah perhatianmu pada Catur Guru.

Kavyaṁ vyākaraṇaṁ tarkam,
Veda śāstraṁ Puraṇakam.
Kalpaśiddhīni tantrāni,
Tvat prasadat samārabhet.

(Atas karunia Hyang Sarasvatī umat manusia mempelajari kitab suci Veda dan sastra, syair, tata-bahasa, logika, berbagai disiplin dan sejarah) Sarasvatīpūjā, 5.

Made Mariana

Abu Dhabi, 01 Agustus 2009

Om Santih Santih Santih Om

~ oleh made24 pada Agustus 1, 2009.

2 Tanggapan to “Hari Raya Saraswati dan proses alam”

  1. Salam knal brow, kunjungin:http://www.baliunited.co.cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: