Makan…

Untuk hidup kita perlu makan. Makanan memberikan kita energi untuk memelihara tubuh ini, untuk bisa menjalankan semua aktivitas, untuk meregenerasi bagian-bagian yang telah aus.

JENIS MAKANAN

Makanan itu ada banyak jenisnya, ada makanan kalo dimakan bikin kita jadi kuat, bertenaga, tenang seperti: madu, susu, beras, sayur-sayuran hijau dan buah-buahan segar disebut dengan makanan Satvika. Ada makanan yang bila dimakan bikin kita aktif dan dinamis seperti; daging, cabe, merica, cengkeh,bawang merah dan putih disebut dengan makanan rajasika. Ada makanan yang bila dimakan bisa membuat kita jadi malas (in active), lembam mereka adalah; makanan basi, minuman keras, produk-produk alkhohol.. disebut dengan makanan tamasika.

Kenyataannya dalam kehidupan kita, kita butuh energi dan ketenangan, kita juga harus aktip untuk bekerja dan berkreativitas, namun adakalanya pula kita perlu beristirahat. Oleh karenanya kita harus bijak memilah makanan mana yang harus kita makan setiap hari.

MENDAPATKAN MAKANAN

Makanan yang dimakan harus diperoleh dengan jalan yang benar, tidak dari hasil mencuri,menipu, merampok, korupsi, kolusi, nepotisme, berbohong dan sejenisnya. Makanan ini akan menjadi benih-benih buat keluarga kita, yang kasar jadi tubuh, yang lebih halus jadi nafas, pikiran, kecerdasan dan kemudian kebahagiaan.. ..istilah kerennya Panca Maya Kosa.
Bila mendapatkan makanan dengan cara tidak benar jelas semua lapisan itu (tubuh, nafas, pikiran dan kecerdasan) akan kotor sehingga mudah sekali mendrive individu untuk berbuat kotor…
sebaliknya bila mendapatkan makanan dengan benar maka hanya kesehatan dan kebaikan yang ditimbulkannya, oleh karenanya diantara pensucian yang paling bagus adalah kesucian dalam mendapatkan makanan (Manawa Dharma Sastra)
Kata kawan dari muslim, makanan itu harus Halal… biar nanti barokah..

MENGOLAH MAKANAN

Makanan itu mengandung prana (energi hidup), mengolahkan juga harus benar jangan sampai energi prananya lenyap… Memasak makanan pikiran dan perasaan harus suci, masaklah makanan dengan cinta dan kasih seperti Ibu kita… sehingga masakan itu enak rasanya dan bertenaga setelah dimakan, dilingkupi oleh cinta dan kasih

MENYAJIKAN MAKANAN

Segala sesuatu akan menarik bila penampilannya Ok…
demikian pula makanan, penyajian yang indah dan mengundang selera akan menambah hasrat untuk makan.

ATURAN MAKAN

Inget berdoa dulu sebelum, saat dan setelah makan
Berhentilah makan sebelum kekenyangan, karena makan kebanyakan akan menimbulkan tamasika (malas/ngantuk).
Makan jangan terlalu sedikit, karena tubuh butuh energi untuk aktifitas terutama mereka yang aktif.
Makan juga jangan terlalu cepat dan terlalu lambat, setiap orang tentu punya ukurannya sendiri..

~ oleh made24 pada Agustus 15, 2009.

3 Tanggapan to “Makan…”

  1. kita adalah apa yg kita makan. klo bisa nich..makanlah makanan yg terbuat dari tumbuh’an alias vegetarian. klo kita msh mkn daging, telur, ikan (yg bernyawa)…di reinkarnasi berikutnya kemungkinan besar kita yg dimangsa oleh arwah daging yg kita mkn dikehidupan dulu/sekarang. yang terpenting, jangan pernah berpikir negatif.

    • Om Swastyastu

      Dahulu kala di nusantara hidup dua orang Brahmana yang sangat hebat, namanya Rsi Gagakaking dan Rsi Bubuksah.

      Rsi Gagakaking = Full Vegetarian, perawakannya kurus dan taat sekali dengan seva dan sadhana

      Rsi Bubuksah = Makan segalanya, perawakannya gemuk dan taat sekali dengan seva dan sadhana

      Suatu hari Siva menguji keduanya dengan menjelma menjadi seekor harimau..

      Pertama-tama dia mendatangi Gagaking sambil berkata:” Gagakaking perutku sangat lapar, maukah engkau mengorbankan tubuhmu untukku, aku sudah tidak makan dalam kurun waktu yang lama”
      Gagakaking: “Tubuhku terlalu kurus untukmu, tidak akan bisa mengenyangkanmu, percuma saja, kenapa enkau tidak datang pada saudaraku Rsi Bubuksah..?”
      Hariamu: “Ok baiklah saya akan menemui Bubuksah..

      singkat cerita harimau bertemu dengan bubuksah, dia kemudian berkata:” Hai bubuksah perutku sangat lapar, maukah kamu mengorbankan tubuhmu untuk menjadi santapanku agar aku bisa menyambung hidupku.. aku sangat lapar sekali..
      Bubuksah: “Tentu dengan senang hati harimau, tapi maukah kamu bersabar sedikit, tunggulan sebentar saya mau membunuh binatang yang kena jerat yang saya pasang, mendoakan arwahnya agar meningkat hidupnya, menghaturkannya pada Hyang Widdhi kemudian saya menyantapnya, setelah semua ritual saya beres kamu bisa menyantap saya sesukamu.

      Setelah semuanya beres, Bubuksah menyerahkan tubuhnya untuk disantap oleh Harimau itu, namun tiba-tiba harimau itu berubah wujud menjadi Siva, Bubuksah dinyatakan lulus lebih dahulu dan mencapai moksah.. walaupun di hidup memati-mati tapi dia selalu mendoakan dan menyantap semua makanan hasil persembahan, dan dia tidak terikat olehnya bahkan tidak terikat dengan tubuhnya sendiri.

      Gagakaking walaupun dia vegetarian tapi dia masih terikat dengan duniawi (tubuhnya) oleh karenanya dia moksanya belakangan…

      Saudaraku Putri, demikianlah hingga kini di Nusantara banyak sekali penganut non vegetarian termasuk saya sendiri, karena sejarah telah membuktikan banyak leluhur kami moksa dengan menjalani hidup seperti ini, asal kita bisa lepas dari keterikatan…

      Vegetarian hanyalah salah satu dari pilihan hidup…Selamat anda telah mampu menjalaninya dengan baik… semoga seterusnya akan menjadi berkah…

      Om Santih Santih Santih Om

  2. Vegetarian adl ajaran yg tidak masuk akal,dari segi mana vegetarian dikatakan ahimsa?bukankah sayur dan buah yg dimakan jg benih2 kehidupan?hanya bedanya dengan binatang adl sayur dan buah tidak bisa berteriak dan melarikan diri,apakah sayur dan buah tidak tersakiti jika dicabut/dipetik? Umat Hindu perlu makan daging agar kemampuan kerja dan kecerdasannya meningkat, dengan demikian tidak kalah saing dengan penganut agama lain. Yg penting umat Hindu tidak makan daging sapi dan darah, itu saja pantangannya menurut saya.

    Astungkara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: