Hadirnya sang buah hati

Sejak hari pernikahan kami, kami jarang berkumpul bersama dengan istri. Hal ini terjadi karena kerakusan kami berdua. Kami ingin menyelesaikan pendidikan masing-masing untuk meraih cita dan cinta dalam kurun waktu yang pendek.

Image574

Kami sempet dianggap orang aneh oleh keluarga kami sendiri lantaran keputusan yang rada nyeleneh yang kami ambil berdua. Kami sangat yakin mampu untuk melakoni, kami sadar banyak rintangan dan tantangan di depan mata, namun dengan keyakinan dan kesatupaduan kami berdua, semua itu telah bisa kami lewati dengan baik.

Istri saya sambil menjadi buruh disebuah perusahaan asing, masih meneruskan studinya di Universitas Indonesia-Depok Indonesia, mengambil  program studi Publik Relation, sementara saya pribadi menyelesaikan studi di Universitas Terbuka Indonesia cabang Riyadh Saudi Arabia sambil menjadi kuli di sebuah perusahaan negara Pemerintah Saudi kemudian pindah ke perusahaan petrokimia milik Pemerintah Abu Dhabi.

Setelah istri saya menyelesaikan pendidikan di Indonesia, kami tinggal bersama di Abu Dhabi, tepatnya di Adnoc Ruwais Housing Complex – Ruwais -Abu Dhabi – UAE, September 2008. Sejak itu kami bener-benar merasakan kehidupan berkeluarga sebagai suami dan istri, menggayung bahtera rumah tangga berdua.

DSC03329

Pertengahan Bulan Desember 2008,  kebersamaan kami berbuah berita gembira, istri tercinta positif mengandung anak kami yang kedua. Kami sempat kebingungan dalam memutuskan apakah harus melahirkan di Indonesia seperti putri kami yang pertama atau melahirkan di Abu Dhabi..?

Setelah melalui proses diskusi yang cukup panjang antara kami berdua dengan mempertimbangkan berbagai hal dan didorong oleh semangat mandiri, berdikari kata Bung Karno, maka kami putuskan untuk menjalaninya di Abu Dhabi. Oleh dokter kandungan diputuskan proses kelahirannya melalui sesaria, karena jarak dengan anak pertama sangat dekat dimana anak pertama lahir dengan sesar, alasan lain istri pernah dioperasi mata sehingga dikhawatirkan bila melakukan tekanan keras/ngeden akan mengganggu sistem syaraf mata.

Karena Ruwais adalah merupakan remote area, kota kecil yang cukup jauh dari Ibu Kota Abu Dhabi, jumlah tenaga medis sangat terbatas terutama buat Dokter Spesialis Kandungan. Jumlahnya hanya dua orang yaitu Dokter Iman dan Dokter Usa. Sementara jumlah pasien di sini cukup banyak apalagi dengan adanya ekspansi besar-besaran pada perusahaan-perusahaan milik pemerintah Abu Dhabi seperti, Takreer, Gasco, Fertil, Borouge, dan lain-lain.

Untuk mendapatkan kesempatan bertemu dokter kita harus melakukan appointment terlebih dahulu, paling tidak dua atau tiga minggu bahkan kadang sampai sebulan sebelumnya. Hal ini tentu sangat mengkwatirkan kami. Tapi karena semangat berdikari yang terus mendengung dihati dan pikiran kami, maju terus..

Karena pergantian musim dari musim dingin ke panas maka banyak orang yang sakit, termasuk kami sekeluarga, berawal dari Diva sakit flu sehingga kita harus begadang, Diva sembuh saya kemudian sakit, hingga seminggu akibatnya Istri yang lagi hamil tua kecapean, terjadilah infeksi huh.. hingga istri sulit berjalan..

Kami berusaha menghubungi dokter kandungan untuk minta ijin bertemu lebih awal ternyata tetap tidak bisa, akhirnya kami mengambil cuti satu hari pergi ke Ibu Kota Abu Dhabi yang ditempuh sekitar 3 jam perjalanan, untunglah manajer kami bisa mengerti keadaannya sehingga kami bisa menuju Al Noor Hospital di Khalifaa Street Abu Dhabi, dengan cepat dokter di sana memberikan pengobatan hingga dua kali kunjungan problem solve... Dewa suksma.

Akibat peristiwa ini istriku sudah tidak tahan, dia pingin melahirkan di Indonesia, di negeri kita dokter kandungan sangat mudah didapatkan. Pelan-pelan saya berusaha menjelaskan keadaannya karena penerbangan biasanya menolak penumpang yang sedang hamil tua. Disamping itu kami sudah bertekad untuk hidup mandiri, akhirnya istri saya kembali pada semangat awal kami untuk hidup mandiri.

Tanggal 02 Agustus 2009 pagi istri saya telah masuk ke Rumah Sakit persiapan untuk operasi keesokan harinya.

Tanggal 03 Agustus 2009 pukul 08:50 pagi waktu Ruwais, putri kami yang kedua yang kami berinama Kadek Ayu Saragita, lahir dengan selamat. Semua proses lancar sekali.

Welcome my beloved daughter…Kadek Agu Saragita….

Pelayanan yang kami dapatkan dari Ruwais Hospital cukup bagus. Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh maternity staff and surgery staff , semua dokter, bidan dan perawat yang membantu proses kelahiran putri kami. Terimakasih banyak kepada keluarga kami dan teman-teman semua atas doanya. Terimakasih pada Tante Komang yang telah bikin ayam unkep cukup buat kami seminggu..

~ oleh made24 pada Agustus 21, 2009.

2 Tanggapan to “Hadirnya sang buah hati”

  1. Selamat Bli Made atas kelahiran putrinya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: