Negeri kita sangat bagus memperlakukan pendatang…

Ketika pertama kali melihat para ekspatriat bekerja di negeri kita, rasa hati ini begitu kagum, mereka bisa mengharumkan negerinya dengan menjadi pekerja-pekerja professional sembari terus mengisi kocek sehingga dapur terus ngebul dan celengan terus terisi, bisa lebih memaknai hidup membantu mereka yang membutuhkan. Mereka para ekspatriat diperlakukan luar biasa, mendapatkan fasilitas komplit, yang tidak didapatkan oleh para atasan mereka yang notabenenya orang pribumi.

Hebat memang…. Para pendatang ini yang memiliki pendapatan jauh di atas atasannya sendiri yang orang pribumi, padahal kalo mau jujur mereka juga sebenarnya mengais rejeki di negeri kita dengan bekal pengalaman, ilmu dan keahlian yang dimilikinya yang dalam urusan keahlian, ilmu dan pengalaman karyawan pribumi tidak kalah hebat, bahkan dalam urusan administrasi mereka mendapatkan prioritas utama. Semboyan tamu adalah raja benar-benar terimplementasi…

Ketika pekerjaan selesai kami sering berdiskusi dengan teman-teman, memperbincangkan perbedaan ini, jujur kami akui…kami iri pada mereka, hebat sekali…. Kapan yah kita bisa seperti mereka..? apakah kalo kita nanti pergi ke negeri orang kita juga diperlakukan enak seperti mereka..? Impian bekerja di negeri orang terus membayangi setiap langkah kami…dampaknya adalah setiap iklan lowongan dari negeri orang pasti dibaca habis tak bersisa.. setiap mendengar info ada kesempatan di negeri orang telinga langsung tajam dan mendekat seakan ingin meraup semua informasi yang ada.

Dengan segenap usaha dan doa dan bantuan dari teman-teman serta keluarga mimpi itu terwujud dengan menjadi kuli di sebuah perusahaan Negara di negeri padang pasir.. senang bukan main hati ini… bayangan kehidupan yang dialami oleh para ekspatriet di negeri kami terus menghiasi mimpi-mimpiku sepanjang waktu…

Senyum selalu tersunggih sumringah dibibir kami saat berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Namun mimpi itu mulai berkurang manakala kami sampai di sebuah Bandara negeri padang pasir, terutama di bagian Immigrasi, semua tas barang-barang dibongkar, diperiksa, tiap kali ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hukum mereka langsung dibuang ke tong sampah tanpa ampun… kalo ada yang mencurigakan langsung di giring ke kantor utama….

Disebuah pojok ruangan tampak berkumpul para wanita yang ternyata para pembantu yang dikirim dari Indonesia yang sedang menunggu majikannya menjemput… sebagian dari mereka ada yang telah menunggu sejak dua hari yang lalu…kasian melihatnya kelaparan tapi apa daya diriku juga saat itu tidak membawa makanan.

Kami dijemput oleh HR staff dan diantar ke Jubail Intercontinental Hotel, keesokan harinya kami lapor diri ke perusahaan. Hati ini senang sekali karena perusahaan memberikan pelayanan yang bagus.

Kami mulai menjalankan tugas sehari-hari bersama teman-teman semua berjalan dengan baik, dengan bekal ilmu, keahlian dan pengalaman, kami mampu menyelesaikan tugas dengan baik bahkan sering melampui target yang disyaratkan.

Kenyamanan itu mulai terusik ketika mengurus administrasi semisal cuti atau mengurus visa, sungguh kita menjadi orang ke-4, walau kita sudah ngantre berjam-jam begitu orang pribumi datang.. mereka langsung mendapat kesempatan pertama, hal ini juga berlaku di fasilitas umum lain seperti Bank, Kantor Pos, Kantor pemerintah, dll.. bahkan ngantre ngukur baju sragam saja juga demikian..

Dalam hal pendapatan …suatu hari kami protes karena pendapatan kami dinilai dari bangsa mana kami berasal bukan dari kontribusi kami terhadap perusahaan…. Wow ternyata bangsa kami bersama bangsa India, Pakistan, Philipine, Srilangka, Nepal termasuk kelompok yang rendah, akibatnya walaupun performance kita outstanding tapi gaji kita tidak naik alasannya telah freezing telah mencapai level tertinggi untuk kelas bangsa kami…. Ternyata… bangsa kami tidak diperlakukan sungguh beda di negeri orang..

Ketika kami pulang cuti yang konon kami dianggap pahlawan devisa, namun selalu saja ada cerita negative yang dialami teman-teman di Bandara Soekarno Hatta, tidak seperti teman-teman dari Philipine mereka diperlakukan khusus di negerinya, karena bangsa itu sangat menghargai kontribusi para warganya yang bekerja di luar negeri, terbukti dalam krisis moneter para pekerja luar negeri terus mengirimkan dolar ke negerinya untuk membantu mengangkat kurs mata uang negeri itu.

Kita pun warga Indonesia yang bekerja di luar negeri selalu mengirimkan dolar ke negeri sendiri, namun perlakuan yang didapatkan sebagian teman-teman kita sungguh tidak mengenakkan di hati. Sering muncul gurauan dari temen-temen saat kita asyik bersama ” Di negara sendiri menjadi orang ke-3, di negara orang jadi orang ke-4, trus dimana kita bisa jadi orang pertama…?”

Kami mulai bergerilia di negeri-negeri gurun pasir untuk mengais rejeki yang lebih baik berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain, ibarat semut-semut padang pasir tak peduli dengan panas dan dinginnya alam, yang penting dapur harus ngebul…Satu hal yang kami catat dari perjalanan kami di negeri gurun pasir… Mereka sangat bagus melayani bangsanya…Bangsanya selalu mendapatkan prioritas utama…. Semoga para pemegang kekuasaan, semakin menyadari ini, bisa memperlakukan bangsanya dengan lebih baik…

~ oleh made24 pada Agustus 31, 2009.

3 Tanggapan to “Negeri kita sangat bagus memperlakukan pendatang…”

  1. Sebuah kenyataan yang sangat pahit. Sayapun mengalaminya sendiri waktu bekerja di DUBAI.
    Namun kenyataanya, dinegeri sendiripun kita memang kurang dihargai sebagai pekerja professional.
    Semoga mata hati pemimpin kita segera terbuka untuk lebih menghargai anak bangsanya sendiri.

    • Demikianlah Pak Tut
      Semoga pemerintah terpilih mulai menghargai kontribusi para TKI yang setiap tahunnya menyetor dana sekitar 100 triliun rupiah.. (Kompas)

      Salam damai
      Made M
      abu dhabi

  2. pak made, gimana dengan abu dhabi? apakah masih seperti saudi?
    maksud saya pelayanan umumnya, trus emirati apakah searogan saudian?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: