Semua orang istimewa..

Al kisah pada jaman dahulu tersebutlah seorang Pertapa yang terkenal kewisesaannya. Beliau bertempat tinggal di sebuah lembah yang dikelilingi oleh bukit Bibun, Kapasjawa dan Timbul.

pandita sakti

pandita sakti

Lembah itu masuk wilayah Desa Tinggarsari. Ketiga bukit tersebut sangat hijau dan dipenuhi oleh berbagai jenis kembang berwarna-warni yang membuat tempat itu sangat asri dan indah untuk dipandang. Di dalam lembah air jernih mengucur dari pancuran-pancuran bambu yang disusun sedemikian rupa, sehingga tampak begitu menawan, membuat siapa saja yang mengunjunginya menjadi betah. Terasa nuasa kedamaian menyelimuti hati setiap pengunjung yang menginjakkan kakinya di lembah itu.

Salah satu kewisesan Beliau adalah kemampuan supranatural yang tidak dimiliki oleh banyak orang saat itu.  Satu kejadian yang dicatat oleh masyarakat di mana Beliau mendirikan pesramannya hingga kini adalah, peristiwa ketika pertama kali Beliau dan murid-muridnya tiba dilembah itu, semua murid merasakan kecapean dan kehausan, semua perbekalan air habis, mereka berusaha mencari sumber air ditempat itu tidak satupun yang menemukannya. Melihat kondisi para muridnya yang sudah hampir kehabisan tenaga, Sang Wiku kemudian duduk bersila mengucapkan doa mantra, sambil menancapkan tongkatnya.. keluarlah kemudian air dari dalam Ibu Pertiwi, daerah itu kemudian dikenal dengan nama Toya Mantra/Yeh Mantra, Toya = Yeh = Air, Mantra = Karena air keluar setelah Sang Wiku menguncarkan Mantra.

Masyarakat menyebut Beliau sebagai Pandita Sakti, Pandita = Beliau yang mahir dalam sastra agama dan telah mencapai pencerahan, melewati proses dwijati yaitu lahir dua kali, pertama lahir dari rahim sang Ibu, kedua lahir dari Sang Nabe,karena kemampuan Beliau dalam memahami sastra agama dan ilmu-ilmu duniawi. Beliau selalu membimbing masyarakatnya untuk menjadi orang baik, mengajarkan cara pemecahan masalah yang sistematis dan metodis,  dan mampu menjadi penerang  bagi mereka yang kegelapan. Sakti=Karena kemampuan Beliau yang luar biasa dalam mewujudkan sesuatu yang sulit dijangkau dengan akal.Tak heran bila banyak sekali orang datang dari berbagai daerah berguru padanya.

Suatu hari Beliau sedang memberikan pelajaran pada murid-muridnya tentang apa arti sepiritual yang sesungguhnya. Beliau minta pada para murid-murid senior untuk menyiapkan kopi Bali, yang konon rasanya sangat luar biasa enaknya, entah bagaimana cara para muridnya mengolah kopi tersebut, sehingga bisa memberikan cita rasa yang sungguh beda, mungkin semacam kopi robusta olah basah atau semacam star buck / cappocino jaman sekarang, biasanya kopi ini dihidangkan hanya pada orang tertentu dan pada waktu tertentu saja.

Kopi telah siap terhidang dalam ruangan yang sangat indah, seperti biasa Sang Guru duduk di pelataran Pesraman ditemani beberapa muridnya. Datanglah kemudian serombongan orang yang ingin menimba ilmu pengetahuan dan agama.

Sang Pandita sambil tersenyum manis memandang ke seluruh orang yang datang, dengan lembut Beliau menyapa: “Apakah ananda pernah ke sini sebelumnya…?”
“Sudah Guru” jawab sang pendatang, “Silahkan ke dalam dan minum kopi”

Orang kedua melangkah maju, kembali sang guru bertanya: “Apakah ananda pernah ke sini sebelumnya…?”
“Ini yang pertama kali Guru”, “Silahkan ke dalam dan minum kopi”

Orang ketiga melangkah maju, kembali sang guru bertanya: “Apakah ananda pernah kesini sebelumnya..?
“Ya Guru ini yang ketiga kali, “Silahkan ke dalam dan minum kopi”

Seorang murid yang dari tadi memperhatikan tindakan gurunya, bergumam keheranan; “Tindakan guru aneh hari ini…yang pernah kesini diberi minum kopi istimewa, Yang Belum pernah ke sini juga diberi minun kopi istimewa… Apa-apaan ini…?”

Dengan lembut sang Pandita mendekati sang murid dan berkata; “Anakku… dalam hidup ini kita jangan membeda-bedakan orang karena apapun, perlakukan semua orang dengan sama, tidak mengistimewakan si A dan si B, karena semua manusia adalah utama… mereka semua tamu kita, tidak perduli dia sudah pernah kesini ataupun belum…”.  Ingatlah selalu Tat Tvam Asi dan Vasudaiva Kutum Bakam

Tat Twam Asi = Kamu adalah aku, Aku adalah kamu. Kalo aku melayanimu dengan istimewa, sama dengan aku melayani diriku dengan istimewa

Vasudaiva Kutum Bakam = Semua manusia dilahirkan bersaudara. Mereka adalah semua saudara kita.

https://singaraja.wordpress.com

~ oleh made24 pada September 3, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: