Sarasamuccaya Sloka 66

ānrçamsyam paro dharmah ksamā ca paramam balam,

ātmajnānam param jnanam satyavratam param vratam

Maka sifat yang disebut tidak mementingkan diri sendiri, itulah dharma yang utama, sifat tahan uji adalah kesaktian yang hebat, kepandaian Anda membawa diri, tidak melupakan sesame, apalagi anda yakin (percaya) akan adanya atma (yang menghidupi mahluk), itulah yang disebut pengetahuan mistik yang sangat luhur; maka yang disebut hakikat brata (janji atas diri) adalah satya (kesetiaan) saja adanya.

Dharma yang utama adalah tidak mementingkan diri sendiri, apapun kelebihan yang dimiliki hendaknya digunakan untuk memberikan pelayanan pada mahluk lainnya, memberikan manfaat bagi banyak orang, bukan hanya mengutamakan kesenangan sendiri belaka. Berbagi pada mereka yang membutuhkan.

Kesaktian yang sesungguhnya adalah kemampuan menahan setiap ujian yang ada, entah itu berupa ujian fisik, ujian rasa, ujian nalar maupun ujian yang bersifat material dan spiritual. Untuk apa punya ilmu banyak kalo hanya menghadapi satu kegagalan saja sudah jatuh. Ada banyak bentuk ujian dalam hidup ini.

Pengetahuan mistik yang utama sesungguhnya adalah yakin dengan adanya sang Atma, percikan kecil dari Paramatma (Tuhan Yang Maha Esa) yang menghidupi semua mahluk.

Brata yang utama adalah kesetiaan (Satya), setia pada perkataan, setia pada perbuatan, setia pada hati nurani, setia pada kawan dan setia pada janji, inilah brata yang utama yang mesti kita usahakan dalam setiap langkah kita.

~ oleh made24 pada September 5, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: