Tiga Penyebab Bahagia#3 Menjaga Keharmonisan dengan yang lebih rendah

Tiga Penyebab Bahagia#3: Harmonis dengan yang lebih rendah

Anakku, setelah menjaga keharmonisan dengan yang lebih tinggi dan yang setara, selanjutnya penyebab terakhir yang mengakibatkan kebahagiaan adalah keharmonisan dengan yang lebih rendah. Dalam hal ini yang dikatakan lebih rendah adalah ruang, waktu (Butha Kala), hewan dan tumbuhan, peralatan dan perabot rumah tangga, buku-buku/kitab.

“Guru Kenapa Butha Kala itu sering digambarkan sebagai mahkluk raksasa yang sangat menyeramkan dengan taring yang panjang dan tajam siap memangsa siapa saja yang dekat padanya…?”

Anakku..secara etimologis dalam bahasa Sansekerta kata bhuta kala itu artinya ruang dan waktu. Tetapi secara mitologis bhuta kala itu dibayangkan makhluk raksasa yang mengerikan.

Sesungguhnya hal itu hanyalah suatu imajinasi saja. Karena kalau manusia tidak mampu menata hidupnya sesuai dengan ruang dan waktu maka hidup ini pun akan lebih banyak deritanya daripada bahagianya. Hidup yang penuh derita itulah hidup yang mengerikan bagaikan dikejar makhluk raksasa yang menyeramkan. Karena itu dalam tattwa Agama Hindu diajarkan agar manusia senantiasa hidup harmonis dengan selalu menyesuaikan dengan keberadaan ruang dan waktu.

“Guru apakah sebenarnya Ruang dan waktu itu..?”

Ruang itu tiada lain benda-benda  angkasa yang jumlahnya tiada terhitung.  Salah satu dari benda angkasa itu adalah bumi tempat makhluk hidup yang disebut manusia melangsungkan kehidupannya. Ruang isi angkasa ini berputar sesuai dengan hukum alam (Rta). Dari perputaran isi angkasa inilah menimbulkan waktu.Ruang dan waktu adalah ciptaan TuhanJadi semua makhluk hidup isi bumi ini tidak bisa lepas dari keberadaan ruang dan waktu itu.

Menurut teori gravitasi Newton Bumi dapat berputar (pada porosnya) karena bumi mendapat gaya tarik-menarik antar planet atau dengan kata lain mendapat gaya gravitasi dari planet yang memiliki massa lebih besar dari bumi (matahari). Oleh karena itu planet-planet di alam semesta memiliki orbit (lintasan planet) yang teratur sehingga antar planet tidak saling bertabrakan.

Berbagai sistem dan ketentuan tentang penataan ruang dan waktu sudah tercipta sejak zaman dulu. Namun, sampai saat ini masih banyak terjadi kesalahan dalam mendayagunakan ruang dan waktu untuk menata kehidupan yang aman dan sejahtera lahir-batin. Misalnya; membuang sampah/limbah secara sembarangan, menebang pohon sembarangan, dan berbagai macam aktivitas yang menimbulkan ketidak seimbangan dalam alam ini. Aktivitas manusia yang tidak bijak ini akan berdampak langsung pada alam samesta. Sehingga menimbulkan efek pemanasan global yang sering dikenal dengan Global Warming.


”Guru kenapa penataan ruang dan waktu itu menjadi sesuatu yang sangat penting mohon dijelaskan …”

Tujuan manusia hidup menurut Hindu adalah: Dharma, Artha, Kama dan Moksa yang sering disebut dengan Catur Purusa Artha. Untuk mencapai semuanya itu terlebih dahulu manusia harus menjaga kesejahteraan alam lingkungannya dengan melakukan Bhuta Hita, demikian dikatakan dalam tattwa agama Hindu Sarasamuscaya 135 Bhuta artinya alam dan Hita artinya sejahtera.

Alam dan manusia memiliki hubungan yang sangat erat, bisa diibaratkan seperti Singa dan Hutan. Singa akan nyaman hidup di Hutan yang lebat, terhindar dari perburuan liar yang dilakukan oleh para pemburu karena sulit masuk ke dalam hutan yang lebat. Hutan juga bebas dari penebangan liar oleh manusia, karena takut dimangsa oleh Singa. Bila Singa itu tidak melindungi Hutan maka dia akan habis diburu oleh para pemburu, demikian pula halnya manusia, bila tidak menjaga alam samesta ini dimana dia tinggal maka dia akan habis dimangsa oleh bencana seperti; banjir, tanah longsor, kebakaran, dll.

Anakku hal nyata yang dapat kita saksikan di setiap tempat di muka bumi ini mulai kekurangan air bersih.

Sumber kehidupan umat manusia pada hakikatnya dari alam. Karena itu, kalau ingin hidup sejahtera pertama-tama sejahtrakanlah alam itu terlebih dulu. Taatilah penggunaan tata ruang yang sudah ditetapkan berdasarkan prosedur hukum yang sah. Janganlah demi kepentingan pribadi atau sesaat kita langgar berbagai ketentuan tata ruang.

“Guru bagaimana mengetahui waktu yang baik dan waktu yang tidak baik.., Katanya semua waktu itu baik trus kenapa ada hari baik hari tidak baik…?

Anakku.. waktu itu akan berjalan terus tidak bisa kita hentikan. Namun dalam merencanakan sesuatu, kita harus tahu waktu-waktu yang baik. Memang sebenarnya semua waktu itu baik, tapi dalam melakukan aktivitas tertentu ada waktu-waktu terang, Misalnya perayaan ulang tahun, atau mengucapkan selamat ulang tahun, bisa saja dirayakan/diucapkan bukan pas hari lahirnya, tapi yang afdol adalah merayakannya pada saat Hari Lahirnya, memberi ucapan selamat pas hari ulang tahun kerabat/kawan kita akan merasa lebih bahagia. Demikian pula perayaan Hari Kemerdekaan, Hari Besar Agama, Resepsi pernikahan kadang-kadang dirayakan tidak pada waktunya, biasanya setelahnya, karena adanya alasan tertentu. Tata guna waktu dalam tradisi Hindu dikenal dengan istilah Dewasa dan Wariga

Hal itu filosofinya bersumber dari ajaran Jyiothesa Vedangga atau ilmu astronomi Hindu. Kata dewasa berasal dari asal kata div artinya sinar atau terang. Dalam bentuk genetif menjadi devasya artinya memiliki sinar atau terang. Umat Hindu dalam melakukan sesuatu umumnya mencari dewasa atau hari baik atau hari terang.

Demikian juga istilah wariga berasal dari bahasa Sansekerta juga dari kata vara artinya utama dan kata ga artinya jalan atau berjalan. Wariga maksudnya memilih jalan yang utama. Ajaran Wariga adalah ajaran yang menghitung-hitung waktu agar apa yang dilakukan sesuai benar dengan keberadaan waktunya. Kalau melakukan sesuatu dengan baik dan sesuai dengan waktunya maka sangat diyakini dalam ajaran Hindu akan memberikan pahala yang baik juga. Apalagi melakukan Panca Yadnya (korban suci yang tulus ikhlas). Misalnya dalam memberikan dana (infaq/sadakah) sebagai wujud Drewia Yadnya hendaknya berdasarkan desa, kala, dan patra. Pemberian yang demikian itu tergolong Satvika atau pemberian yang baik. Demikian dinyatakan dalam Bhagawad Gita XVII.20. Dalam Sloka Bhagawad Gita ini ada unsur Kala atau waktu yang tepat melakukan dana punia.

Guru… mohon dijelaskan apa yang dimaksud dengan waktu yang tepat dan orang yang tepat…?

Anakku… melakukan sesuatu tepat pada waktunya itu akan membawa pada kebahagiaan. Misalnya, saat ananda lapar mendapatkan makanan maka tentu Ananda menjadi senang. Saat Ananda kebingungan mencari jalan keluar tentang suatu persoalan, datang teman/kerabat memberikan solusi yang pas maka Ananda akan menjadi senang juga. Orang lain juga begitu, akan senang dibantu saat mereka membutuhkan..

Demikian juga orang yang diberikan dana punia itu harus orang yang tepat atau disebut patra.Tentang patra ini Sarasamuscaya menyatakan: Patra ngarania sang yogia wehana dana. Artinya : Patra namanya adalah orang yang patut diberikan dana punia. Jadi Patra itu bukanlah berarti keadaan. Ini artinya, kalau dana punia tepat pada waktu dan orangnya maka akan lebih bermanfaat baik bagi yang memberikan maupun bagi yang menerima.

Dalam pepatah bali ada istilah yang dihindari “nasikin segarane” menggarami air laut. “ngajahin bebek ngelangi” mengajari bebek berenang.. Semua itu adalah ungkapan-ungkapan yang mengajari kita untuk melakukan sesuatu pada waktu dan orang yang tepat.

Sebaliknya melakukan sesuatu tidak pada waktunya dan bukan pada orang yang tepat akan menjadi sia-sia/mubazir.

”Guru adakah hubungan antara waktu dengan kesehatan kita….?”

Tentu saja anakku, dalam menjaga kesehatan juga penggunaan waktu sangat penting. Misalnya bekerja, sembahyang, makan, tidur, bangun, berolah raga, beristirahat, bayar utang dan lain-lain hendaknya dilakukan pada waktunya yang tepat. Mereka yang mampu mengelola waktu dengan baik akan terhindar dari penyakit-penyakit akibat stress.

Steven R Covey dalam bukunya: First thing first, mengajarkan kita bagaimana mengelola waktu, Beliau membagi aktivitas itu menjadi 4 kelompok:

  1. Yang Penting dan Urgent
  2. Yang Penting dan Tidak Urgent
  3. Yang Tidak Penting dan Urgent
  4. Yang Tidak Penting dan Tidak Urgent

Beliau menganjurkan kita untuk mengkonsentrasikan energi kita yang terbatas ini untuk memprioritaskan pada aktivitas 1 dan 2.

“Guru adakah upaya mengharmoniskan diri dengan ruang dan waktu dalam Hindu..?

Tentu saja ada anakku, upaya ini dikenal dengan mecaru. Kata caru dalam kitab Swara Samhita artinya cantik atau harmonis. Jadi tujuan mecaru adalah untuk mencapai keharmonisan.

Lebih jauh, ananda harus menghargai peran hewan dan tumbuhan dan benda mati. Untuk menghargai beliau-beliau ini, Umat Hindu di Bali melakukan upacara Tumpek Kandang (hewan), Tumpek Uduh (tumbuh-tumbuhan), Tumpek Landep (Semua perlengkapan/peralatan produk teknologi yang memudahkan hidup manusia), Untuk menghormati buku/kitab (sekuler dan spiritual) juga lakukan pada saat perayaan Hari Saraswati.

Jadi anakku, untuk mencapai kebahagiaan kita harus menciptakan dan Menjaga Ketiga Keharmonisan ini.

Untuk menutup session ini mari kita ayat dari Sarassamuccaya 167:

“Vrttena Raksyate Dharmo, Vidya Yogena Raksyate, Mrjaya Raksyate Rupah, Kulam Silena Raksyate”

“Dharma dijaga dengan perbuatan yang baik, Pengetahuan dijaga dengan Yoga, Wajah dijaga dengan kebersihan, Sanak saudara dijaga dengan tingkah laku yang baik”

Sumber:

1. Bhagavad Gita

2. Sarassammuccaya

3. Dharma Gita

4. http://www.hindu-indonesia

5. http://www.parisada.org

6. http://www.pdf-search-engine.com/hukum-gravitasi-newton-.-pdf.html

Om Santih Santih Santih Om

Made Mariana-Abu Dhabi, 15 January 2010

~ oleh made24 pada Januari 15, 2010.

5 Tanggapan to “Tiga Penyebab Bahagia#3 Menjaga Keharmonisan dengan yang lebih rendah”

  1. sepertinya penjelasan-penjelasan mudah diterima,tinggal di implementasikan dalam kehidupan.

  2. sepertinya penjelasan-penjelasan mudah diterima ,tinggal di implementasikan dalam kehidupan.

    • Terimakasih Pak Ayub,

      Semoga kita semua dikaruniai kekuatan dan keberanian serta kesungguhan untuk mengaplikasikan segala-sesuatu yang baik yang kita ketahui…

      Damai….

  3. wow de semakin bijak aja jadi orang saya selalu kalah cepat dari you, trim ata tulisannya dah saya copy tu tuk baca baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: