Pesan Orang Tua

Tersebutlah sebuah keluarga yang hidup di suatu kota yang maju. Keluarga ini memiliki dua orang putra yang tampan rupawan dan baik hati. Kedua orang tuanya sangat bahagia dengan prilaku mereka. Putra sulungnya berperawakan tinggi, berkulit putih seperti ibunya, kegemarannya melakukan sesuatu yang baru dan sangat kreatif, tentu saja hal ini membanggakan kedua orang tuanya. Sementara putra bungsunya orangnya berpenampilan lembut dan sangat patuh pada perintah orang tuanya. Keduanya sangat akur dalam kehidupan sehari-hari, saling bantu, saling menghargai, bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak heran bila setiap orang dikota itu mengidolakan mereka. Kedua orang tuanya sangat berharap agar dimasa depan mereka semua menjadi seorang yang sukses.

Suatu hari karena usia tua sang Ayah kemudian merasa energinya sudah melemah, karena beliau adalah orang yang beriman/bertaqwa, orang yang memiliki srada dan bhakti yang kuat, sehingga dia seakan diberikan kekuatan lebih dari Tuhan, dia mengetahui kapan dia akan meninggal.

Setelah selesai bersembahyang memuja Tuhan Maha Esa, Sang Ayah kemudian mengumpulkan kedua anakknya di depan serambi rumah, sambil menikmati ubi rebus yang disajikan Ibunda tercinta, mereka bercakap riang. Sambil tersenyum sang Ayah berkata:

“Anakku tak terasa, sudah puluhan tahun berlalu, kini kalian berdua telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, gagah dan perkasa. Bapak sangat bahagia dan kagum dengan prilaku kalian, Bapak berharap kebaikan ini terus dipertahankan, kalian berdua menjadi sebuah team, saling bantu membantu, dan jangan lupa sharing pengetahuan dan pengalaman.. Kebahagiaan Bapak akan sempurna apabila kelak kalian pun mampu melahirkan generasi muda dengan berkecukupan seperti apa yang kalian alami saat ini”

Entah siapa yang memberi komando, kedua anak itu menjawab serempak, “Iya Ayah…kami berusaha menjalani setiap nasihat Ayahanda”. Anak yang sulung melanjutkan perkataannya: “Ayah kami sangat bangga pada Ayah, telah mampu melewati setiap kesulitan dan tantangan dalam kehidupan ini dengan terus berpegang teguh di jalan kebenaran, kalo boleh kami tahu, sudilah kiranya Ayanda memberikan kunci untuk meraih sukses dibidang ekonomi? karena menurut hemat kami bila ekonomi kuat, perut terisi dengan semestinya, ada tempat tinggal dan tubuh/aurat tertutupi dengan sewajarnya maka otak kita akan bisa difungsikan untuk mengkreasi hal-hal baik untuk kelangsungan dan kemajuan hidup”.

Sambil mengelus janggutnya yang telah memutih sang Ayah kemudian berkata: “Anakku, ada dua kunci hidup dalam ekonomi yang selama ini ayah lakoni, yang telah memberikan ayah banyak keberuntungan, semoga kunci ini bisa andanda lakoni dengan baik:
1. Jangan menagih utang pada mereka yang berhutang padamu
2. Jika berangkat dan pulang bekerja jangan sampai mukamu terkena sinar matahari.

Singkat cerita, Sang Ayah akhirnya meninggal dengan tenang. Sang Ayah mewariskan harta yang sama pada kedua anaknya, yaitu dua buah toko yang besar yang letaknya berjauhan. Kedua anak muda ini berusaha menjalani pesan yang telah dinasehatkan ayahandanya. Setelah beberapa tahun, Sang Kakak kemudian menjadi orang terkaya di kotanya, hidupnya sangat makmur. Sementara Sang Adik jatuh miskin, tokonya yang dulu penuh dengan berbagai produk, kini hanya tampak beberapa saja. Sang Adik sangat heran mendengar kesuksesan kakaknya, kesulitan yang mengimpit meningkatkan stress yang dimilikinya, setelah berdiskusi dengan sang istri, dia kemudian memutuskan untuk berlibur ke kota dimana kakaknya tinggal.

Sang Kakak sangat senang menerima kunjungan Adik tercinta, dengan cepat dia meminta istrinya menyiapkan perjamuan istimewa. Seperti biasa ketika mereka masih remaja, mereka selalu terlibat dalam diskusi yang hangat,saling bertukar pandangan dan pemikiran mulai dari hal-hal ringan hingga menyentuh bisnis mereka.

Sang Adik kemudian bertanya pada kakaknya: “Kakak apa rahasia kakak yang membuat kakak bisa menjalani sukses seperti ini, saya bangga sekali dengan Kakak? Saya berusaha menjalani pesan ayah sebaik mungkin, gara-gara itulah saya jadi jatuh miskin, Ayah meminta kita untuk tidak menagih hutang pada orang yang berhutang pada kita maka Adinda tidak pernah menagihnya sehingga lama kelamaan modal Adinda menipis hingga saat ini hanya bisa untuk bertahan hidup. Yang kedua ayah berpesan bahwa ketika kita berangkat kerja atau pulang kerja, muka jangan kena matahari maka Adinda selalu nyewa mobil untuk berangkat dan pulang kerja. Akibatnya pengeluaran harian meningkat, mengikis habis tabungan Adinda yang selama ini adinda miliki.”

Sang Kakak tertegun mendengar penuturan adikknya, sambil menarik nafas dalam, dia mengelus pundak adinda tersayang…”Adikku, Kakak bisa sukses seperti sekarang juga karena mengikuti nasihat ayah, pertama; Ayah berpesan agar kita tidak menagih hutang kepada mereka yang berhutang, maka kakak tidak pernah memberikan hutang pada orang lain, sehingga modal akan tetap. Kedua ayah berpesan agar ketika kita berangkat dan pulang kerja jangan sampai muka kita terkena matahari, jadi Kakak berangkat subuh, pagi-pagi buta sebelum matahari terbit, dan pulang setelah matahari terbenam, dengan demikian maka kakak punya waktu kerja lebih banyak, dan pelanggan memiliki kelonggaran waktu, mereka yang kerja pagi bisa berbelanja di toko kakak di malam hari, demikian pula mereka yang bekerja malam, bisa berbelanja di pagi hari. Akibatnya perputaran barang yang kakak miliki sangat cepat sehingga keuntunganpun menjadi berlipat…”

Saudara-saudaraku sekalian, dalam kehidupan ini kita sering kali memiliki pandangan yang keliru tentang sesuatu yang baik, seperti yang dialami oleh sang Adik, demikian pulan dengan sentuhan kreativitas dan tambahan renungan sedikit, mudah-mudahan kita semua mampu menanggapi setiap nasihat bijak pada tempatnya seperti Kakak yang sukses pada cerita diatas… Salam Sukses Selalu….

(terinspirasi dari buku…SUPER GREAT MEMORY oleh Mr. SGM..terbitan Gramedia.”

Made Mariana-Ruwais-Abu Dhabi, 30 April 2010
http://www.singaraja.wordpress.com

~ oleh made24 pada April 30, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: