Musibah atau Hadiah

Seperti diyakini banyak orang bahwa kehidupan selalu membawa warnanya tersendiri. Ibarat sebuah lukisan yang indah, terbentuk dari kombinasi harmonis antara warna yang berbeda, bentuk yang berbeda. Demikian pulalah kehidupan ini, tampak indah karena adanya perbedaan.

Kebahagiaan

Salah satu perbedaan yang paling mudah dilihat adalah kejadian-kejadian sehari-hari. Ada kesuksesan yang terwujud ada kesuksesan yang tertunda (baca: kegagalan), Ada orang sehat ada yang sakit, ada yang lahir ada yang meninggal, ada pujian, ada hinaan, ada perlakuan istimewa ada perlakuan biasa bahkan ada perlakuan yang tidak mengenakkan di hati. Demikian pula ada peningkatan, ada penurunan, sangat sulit untuk menjaga sesuatu itu tetap, karena hampir setiap zat di alam ini tidak bisa melampui hukum yang bernama perubahan.

Kelompok kejadian yang pertama seperti; kesehatan, kesuksesan, pujian, bila tidak dihadapi dengan kesadaran dan mental yang seimbang kerap mengantarkan kita pada pintu kesombongan dan kelalaian, terbuai dengan pujian. Yang pasti kelompok ini akan memberikan kita perasaan senang, meningkatkan energi dalam diri.

Kejadian yang kedua;gagal, sakit, dihina, mengalami penurunan dalam prestasi, mendapatkan perlakuan yang tidak adil, pun membutuhkan kesadaran dan keseimbangan mental untuk menghadapinya agar tidak terlarut pada kepedihan. Dampak dari kejadian yang kedua ini disadari atau tidak seringkali menguras energi kita, memberikan perasaan yang tidak senang dihati.

Kalau kita pikir-pikir ketika menghadapi kelompok yang kedua, kita bersedih atau senang keduanya tidak akan merubah keadaan. Peristiwa itu telah terjadi, dan tidak bisa diputar balik. Kalo kita melihat itu sebuah sebuah musibah maka hanya penderitaan yang bisa dipetik, energi terkuras, namun bila kejadian ini dianggap sebagai suatu hadiah maka kesenangan yang bisa dipetik, setiap orang suka diberi hadiah, ketika hati ini senang maka energi yang berlipat akan muncul. Lalu, kenapa kita tidak memilih yang kedua saja…? Memandang setiap peristiwa dalam hidup adalah hadiah-hadiah yang tidak pernah berakhir.

Contoh; “Ketika teman kita berkata kasar menghardik pada Anda, padahal Anda tidak bersalah apa-apa (Anda merasa diri Anda benar)”

Kalau kita memandangnya sebagai suatu musibah/penghinaan dan perlakuan kejam kita akan merasa sakit hati. Dan tubuh, pikiran, perasaan akan meresponse secara negatif akibatnya feedback yang ada adalah ketidak nyamanan.

Bila kita pandang sebagai sebuah hadiah, untuk menguji kesabaran kita, untuk mengetahui betapa jeleknya orang yang berkata kasar menghardik, tentu saja Anda tidak akan melakukannya pada orang lain, karena tahu betapa tidak enaknya didengar dan dirasakan perkataan yang kasar dan menghardik tersebut, maka bersyukurlah kita dengan kejadian itu,

Bila sorga identik dengan kesenangan, dan neraka identik dengan penderitaan, maka kita akan mampu menciptakan sorga dalam setiap sisi hidup kita dengan memandang setiap kejadian hidup sebagai sebuah hadiah…

Salam
Made M
http://www.singaraja.wordpress.com/

~ oleh made24 pada Agustus 6, 2010.

5 Tanggapan to “Musibah atau Hadiah”

  1. hmmmm… renungan yang cukup dalam bli.

    memang bahagia tidaknya tergantung bagaiamana kita memandang dan menjalani kehidupan. Bahkan orang yang kesusahan pun masih menemukan bahagia dalam hidupnya. salam kenal. Astungkara!!!

    http://bliyanbelog.blogspot.com
    &
    http://bliyanbayem.blogspot.com

  2. Dan demikianlah kita berputar dalam roda samsara…, pun kebanyakan orang rasa-rasanya cukup menikmati hal tersebut.

    • Betul sekali Saudaraku Cahya…perputaran samsara tidak bisa kita hindari selama keterikatan masih ada bahkan terhadap hadiah itu sendiri.

  3. tanks beli dek…., tulisan anda memberi saya semangat dan saya suka kalimat ” setiap peristiwa yang kita hadapi adalah hadiah ” jadi tidak ada penyesalan dan putus asa.

    • Sama-sama Putu.

      Semoga ada manfaatnya
      Sabar yah…. Semua pasti manfaatnya asal kita jeli dan selalu positip memandangnya

      Santih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: