Pukulan dalam hidup

Untuk bisa mendapat kesempatan menikmati merdunya suara gamelan, maka Gamelan itu mesti dipukul. Demikian pula dalam hidup ini, untuk bisa menikmati indahnya kehidupan , maka kita perlu mendapatkan kesempatan untuk menerima pukulan-pukulan. Oleh karenanya bersyukurlah bila mendapatkan pukulan-pukulan dalam hidup, karena setiap pukulan itu membawa merdunya tersendiri. (Made M)

~ oleh made24 pada Desember 13, 2010.

5 Tanggapan to “Pukulan dalam hidup”

  1. […] Pukulan dalam hidup « Kebenaran…Kedamaian…Keindahan […]

  2. Namun, jika terus-menerus menerima pukulan, bukankah bisa menghancurkan.

    • Om Swastyastu,

      Pak Wayan, manusia adalah satu-satunya mahluk ciptaan yang selain memiliki tripramana, sabda, bayu dan idep.
      Dengan semakin sering terkena pukulan, dengan idepnya, manusia bisa mengetahui kekerasan pukulan, bentuk pukulan, sehingga mampu menyusun strategi untuk menghindari pukulan, atau juga untuk membangun pertahanan terhadap pukulan itu. Sebagai contoh, penduduk negeri sakura, karena seringnya terkena gempa, maka mereka menciptakan rumah anti gempa, penduduk negeri eropah, karena ada musim salju yang menyulitkan mereka bekerja di luar maka mereka berusaha bekerja segiat mungkin untuk ditabung agar ketika musim salju tidak kelaparan, akibatnya mereka menggunakan logikanya dengan sangat baik sehingga melahirkan banyak ilmu dan teknologi…

      Bila kita telah berusaha maksimum toh pukulan tidak juga berhenti, maka kita mesti evaluasi diri lagi, apakah saya yang membiarkan diri saya dipukul, atau lingkungan tempat saya ini tidak tepat buat saya, jadi perlu dianalisa dengan wiweka/idep itu sendiri. Kalo toh juga tidak bisa menghindarinya maka mindsetnya harus dirubah, kata Atisha guru Dalailama; bila Anda Ada pada situasi yang sangat buruk, pergunakanlah keadaan buruk itu untuk meningkatkan bagian dalam dari diri Anda. Misalnya; kesabaran…? bagaimana mengukurnya kalo tidak ada cobaan?, Daya tahan…bagaimana mengukurnya…bila tidak diberikan pukulan?, dst…..

      Demikian tanggapan saya, kurang lebihnya mohon maaf

      Damai…..

  3. Matur Suksma atas nasihatnya yg sangat berharga Pak. Semoga tiang bisa belajar merespon pukulan2 hidup.

    • Sami-sama pak Aryana, kita semua sedang belajar, semoga dengan saling mengingatkan, sharing kita bisa bergerak maju bersama, meraih cita dan cinta, sukses di dunia dan di sunya loka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: