Ajaran Etika Dalam Yoga

Om Swastyastu,

 Setelah kita mampu menjaga keharmonisan dengan di luar diri dengan menjalankan Panca Yama Brata: Ahimsa, Satya, Asteya, Brahmacarya dan Aparigraha, langkah selanjutnya fokus pada diri yaitu melakukan lima hal yang terdiri dari:

1. Sauca : Menjaga kesucian lahir dan batin.

Bagaimanakah caranya? sebelum kita mampu menjaga kesucian lahir dan batin terlebih dahulu kita mesti mampu membersihkan lahir dan batin kita. Caranya adalah, bersihkanlah tubuh ini dengan air, bersihkan pikiran ini dengan kejujuran, bersihkan kecerdasan ini dengan pengetahuan suci, bersihkan hati ini dengan keihlasan, bersihkan jiwa/spirit dengan tapa, brata, dan yoga.

Air mampu membersihkan bagian luar tubuh kita, bagaimana dengan bagian-bagian dalam tubuh kita apa yang bisa kita gunakan untuk membersihkannya? Dengan membersihkan segala-sesuatu yang masuk ke dalam diri kita yaitu:

1.1 Makanan: Mulai dari cara mendapatkannya, cara memasaknya, saat menyantapnya

1.2. Nafas: Menghirup nafas, menahan nafas, menghembuskan nafas dan menahan nafas lagi. Empat putaran nafas yang memiliki fungsinya masing-masing, dibersihkan dengan memohon pada Hyang Widhi Wasa. Karena nafas adalah sumber energi, lebih detail tentang ini akan dibahas pada Step ke-4 Pranayama dari Astangga Yoga.

1.3. Informasi melalui Panca Indra dibersihkan  (proses ini akan lebih detail dibahas dalam tahap ke-5 yaitu Pratyahara.

2. Santosa:

Puas dengan apa yang dimiliki, berbahagia dengan karunia Hyang Widdhi, Bersyukur atas segala rahmatNya, atas segala yang dianugrahkan oleh Hyang Widdhi pada kita.

Setiap orang memiliki rejekinya masing-masing, yang merupakan hasil dari karmanya baik pada kehidupan sebelumnya maupun hasil dari karma pada kehidupan ini. Demikian pula kita, oleh karenanya berbahagialah, puaslah dengan apa yang sekarang diraih…

Tidak iri bila melihat keberhasilan orang lain, melihat rejeki orang lain ataupun melihat keberuntungan orang lain. Karena semua itu adalah hasil dari karmanya. Bila kita ingin memiliki keberhasilan maka harus kita usahakan dengan kemampuan kita di jalan yang benar.

3. Tapa:

Tapa: Tahan uji… Tahan terhadap godaan-godaan baik yang datang dari dalam diri maupun yang datang dari luar diri. Kekuatan ketahanan ini bisa dimiliki bila kita telah mampu mengendalikan diri dengan baik.

Kemampuan mengendalikan diri ini bisa dipupuk dengan melakukan latihan secara kontinyu. Latihan yang bermanfaat untuk ini adalah dengan melakukan puasa, brata, selain untuk menguatkan diri dan juga untuk membersihkan diri dari racun-racun dalam tubuh.

Puasa dilakukan pada hari lahir atau pada hari-hari suci, purnama, tilem, hari nyepi, hari sivaratri, dll.

Brata juga demikian, membatasi diri terhadap suatu aktivitas misalnya: mona brata: tidak bicara, Jagra: Tidak tidur, Mutih: Hanya makan nasi putih dan minum air putih…

Pengendalian ini penting untuk mengoptimalisasikan potensi diri guna mencapai hasil yang optimal. Contoh kecil pengendalian diri : Bila kita memiliki uang terbatas, ada beberapa keinginan untuk dipenuhi misalnya: membeli buku novel, membayar uang SPP, nonton bareng temen-temen di bioskop, membeli pakaian baru. Bila kita tidak bisa mengendalikan keinginan ini, maka kita tidak akan mampu mengoptimalkan uang kita yang terbatas… Dengan pengendalian diri yang baik kita akan mampu membuat skala prioritas yang nantinya diterapkan untuk kebahagiaan…… (bersambung…)

~ oleh made24 pada Agustus 9, 2011.

Satu Tanggapan to “Ajaran Etika Dalam Yoga”

  1. […] Ajaran etika dalam yoga | kebenarankedamaiankeindahan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: