Mitologi Hari Raya Galungan dan Kuningan

Om Swastyastu

Menurut cerita yang berkembang di dalam masyarakat Bali, Pada Zaman dahulu hidup seorang raja yang sangat kejam, bengis dan tamak dan sakti luar biasa, namanya Raja Maya Danawa. Rakyat dilarang untuk melakukan persembahyangan ke pura menyembah Tuhan. Rakyat diminta untuk menyembah dirinya. Rakyat menjadi takut memuja Tuhan, akibatnya keadaan dunia menjadi tak menentu, banyak musibah, penderitaan dan kesengsaraan, keseimbangan alam terganggu.

Turunlah Bhatara Indra untuk menghancurkan kejahatan Raja Maya Danawa. Dalam peperangan yang maha dasyat Maya Danawa melakukan berbabagai tipu daya untuk mengalahkan Bhatara Indra, termasuk menciptakan mata air beracun. Air ini membunuh pasukan Bhatara Indra. Bhatara Indra kemudian menciptakan mata air suci untuk menghidupkan kembali pasukan yang telah mati. Mata air ini kemudian dikenal dengan nama Tirtha Empul. Mada Danawa terdesak, dia melarikan diri dengan menjejakkan telapak kakinya secara miring. Tempat itu kemudian dikenal dengan Tampak Siring. Peperangan itu kemudian diakhiri dengan kemenangan Bhatara Indra. Kemenangan ini kemudian dirayakan oleh Rakyat Bali sebagai hari Raya Galungan dan Kuningan, yang secara filosofis bermakna, merayakan kemenangan kebajikan (dharma) melawan kebatilan (adharma).

Santih

~ oleh made24 pada Januari 31, 2012.

4 Tanggapan to “Mitologi Hari Raya Galungan dan Kuningan”

  1. wah blognya bagus lo terima kasihnya

  2. mks sdh berbagi cerita yg bisa untuk sebagai tauladan hudup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: