Kedisiplinan Menuai Keberhasilan

Salam Sejahtera,

Setiap kali mendengar kata Disiplin, sederet bayangan muncul dipikiran ini; kehidupan keras, latihan tanpa henti, belajar tiada kenal waktu, dan pengekangan diri. Gambaran yang bisa dilihat pada kegiatan;latihan beladiri, militer/keprajuritan, yoga/meditasi, kepemimpin/leadership, dll.

Aku selalu bertanya-tanya dalam diri kenapa kita mesti disiplin? Jujur saja latihan kedisiplinan itu tidak enak, menjaga konsistensi itu tidak mudah, sulit… pendek kata, latihan kedisiplinan itu tidak menyenangkan. Demikian gambaran-gambaran negatif yang selalu mengunjungi benak ini tatkala mendengar kata disiplin.

Tapi kenapa kata Disiplin itu begitu dipuja-puja ?. Dia selalu saja menjadi menu utama nasehat para tetua. Kalo di Bali disebut Seleg, teleb, Seken…. Bila direngungkan, kedisiplinan ini memang memberikan banyak manfaat bagi kita. Coba  perhatikan keseharian kita. Bumi dan Matahari mencontohkan kedisiplinan yang begitu tinggi. Bayangkan!, Bila Bumi ini tidak disiplin berputar, berarti tidak ada udara yang bergerak, kita tidak mendapatkan oksigen untuk bernafas, artinya kita tidak bisa hidup! iya gak…? Demikian pula bila Matahari tidak disiplin memberikan cahayanya kepada kita, maka tidak ada fotosintesis tumbuhan, tidak ada buah yang terhasil dari setiap tumbuhan, lantas kita manusia makan apa….?, Tidak ada air yang menguap menjadi embun, kemudian menjadi hujan, menghasilkan mata air… untuk kita hidup…

Para atlet-atlet professional, mereka mampu memiliki keahlian dibidangnya demikian hebat, sebut saja misalnya, Federer, Nadal, Jokovic (tennis lapangan), Rudi Hartono, Lee Cong Wei, Lin Dan, Taufik Hidayat, Peter Gede yang dikenal dengan Allien of Badmintons karena kehebatan skillnya dimasa puncak prestasi mereka. Michael Scummaker, Mike Tyson (Tinju), Michael Jordan (Basket Ball), Sachin Kandulakar (Kriket), Luke Donald dan Tiger Wood (Golf), Michael Jakson & Madona (penyanyi).  Hal ini bisa dicapai dengan latihan yang tekun dan penuh disiplin.

Dalam bidang ilmu bela diri, tokoh Bruce Lee (Jet Kun Do), Morehei Ueshiba (Aikido), So Do Shin (Shorinji Kempo), Bodhi Dharma (Kungfu), Pak Dirjo (Pencak Silat Perisai Diri), Sri Mpu Dwitantra (Pencak Silat Setembak), dll… merekapun mampu dikenal masyarakat karena keahliannya tiada lain terbentuk dari latihan yang penuh disiplin.

Para pejuang kemerdekaan, Bung Karno dan Bung Hatta, dikenal sebagai tokoh-tokoh pembelajar yang luar biasa, tekun membaca banyak buku dalam setiap waktu luangnya, disiplin dalam pembagian waktu sehari-hari, untuk belajar, berkarya, rekreasi dan untuk keluarga.

Apalagi disambung dengan tokoh-tokoh legenda dunia seperti, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Mother Teresa, Yang Mulai Dalai Lama ke-14, Buddha, Nabi Muhammad, Nabi Isa, Lao Tzu, I Ching. Beliau mencontohkan dalam setiap langkah, kehidupan penuh disiplin di jalan kebaikan. Memberikan kita tuntunan dan inspirasi yang tidak pernah padam. Wejangan-wejangan Beliau selalu menjadi panutan bagi setiap insan pencari spritual….

Kesimpulannya, bila kita ingin sukses maka kita harus berlatih diri berdisiplin dalam Belajar, Berlatih, Berkarya, dan Berprestasi. Kedisiplinan juga diterapkan saat keberhasilan telah tercapai dengan cara berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Salam

~ oleh made24 pada April 3, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: