Belajar dari Bangsa Lain

Salam Sejahtera,

Hari ini, Rabu 16 Mei 2012, saya diundang untuk menghadiri pesta ulang tahun putri ke-2 dari seorang teman yang berkebangsaan India. Sepintas dalam pandangan saya, pesta ulang tahun itu isinya  pasti sudah bisa ditebak. Ada acara tiup lilin, menyanyikan lagu Happy Birth Day, jamuan makan. Walau telat pulang dari tempat kerja, saya berusaha untuk menghadiri undangan itu,  bersama keluarga saya. Kami berusaha mendapatkan  sebuah kado  untuk hadiah ulang tahun buat Nitya nama putri teman saya yang berulang tahun. Dalam waktu yang singkat akhirnya kami mendapatkan kado yang kami inginkan.

Tiba di tempat pesta, apa yang saya bayangkan ternyata tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa hal yang unik yang bisa saya catat sebagai bahan pembelajaran saya.

Pertama, Ibu-ibu yang hadir dalam undangan itu tidak ada yang menggunakan make-up atau lipstik, tapi mereka semua menggunakan perhiasan emas yang banyak. Hal ini menarik buat saya, kenapa? bila diperhatikan bisnis kecantikan itu merupakan salah satu bisnis yang kuat, alat kecantikan ini consumable, karena consumable ini maka seorang wanita dibuat ketergantungan, akibatnya pengeluaran untuk kecantikan ini menjadi cukup besar. Wanita-wanita India ini mereka tidak menghabiskan uangnya untuk itu. Mereka bangga dengan emas dan perhiasan yang dipakai. Seperti di ketahui bersama di dunia ini ada dua investasi yang harganya hampir selalu naik yaitu emas dan tanah. Dandan dengan emas, bukan merupakan pengeluaran tapi merupakan investasi, dengan cara begitu mereka melakukan dua hal secara bersamaan, dandan atau tampil cantik dengan emas dan sekaligus investasi melalui emas.  Investasi emas sangat baik, telah dibuktikan dari jaman ke jaman. Mungkin ini alasan kenapa india merupakan negara pengkonsumsi emas tertinggi di dunia.

Pelajaran kedua: Dia akhir acara keluarga yang berulang tahun, memberikan buah tangan atau hadiah berupa mainan atau cendra mata sejumlah anak kecil yang kita bawa. Saya sendiri hanya membawa satu kado untuk yang berulang tahun, tapi ketika saya pulang, kedua putri saya diberikan cendra mata berupa mainan yang dibungkus dengan kertas kado masing-masing satu. Saya sempat menolak menerima kado yang kedua. Dia menjelaskan bahwa inilah tradisi mereka, agar adil kepada semua anak atau tidak ngiri (jealous). Saya dan istri sempat terdiam sesaat, namun untuk menghargai mereka akhirnya kami terima yang mereka berikan, dan tidak lupa mengucapkan rasa terimakasih.

Ketiga: Makanan, berbeda dengan tipikal  pesta masyarakat kita pada saat mengadakan acara, yang biasanya menekankan  pada varian makanan (beraneka ragam), orang India justru menyajikan makanan dengan varian yang tidak banyak (sederhana) dan kebanyakan berbasis vegetarian. Dengan demikian budget yang dikeluarkan untuk makanan tidak begitu banyak. Di dalam budaya kita, makanan merupakan hal yang sangat penting dalam pesta. Bila kita tidak menyajikan makanan yang kita rasa tidak layak, maka kita meresa tidak nyaman. Jadi pengeluaran untuk makanan dalam setiap pesta itu merupakan pengeluaran terbesar.

Dalam perjalanan pulang, tak henti-hentinya saya mendiskusikan ketiga hal ini dengan istri.

~ oleh made24 pada Mei 18, 2012.

2 Tanggapan to “Belajar dari Bangsa Lain”

  1. Luar biasa ….. hanya itu yang bsa terucap dari bibir saya untuk sahabat, yang memangg luar biasa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: