Positif dan Negatif

Semoga Semua Mahluk Berbahagia

Salah satu filosofi hidup yang diajarkan sesepuh di Bali: Rwa Bhineda tan dados pasahang (dua hal yang berbeda dan berlawanan selalu hadir bersamaan).  Dia ada pada setiap ciptaan, termasuk ada dalam diri manusia.  Ada yang laki, ada perempuan, ada yang hitam ada putih, ada siang ada malam. Ada yang baik ada yang buruk, Ada positif dan negatif.

Bila diperhatikan, Rwa Bhineda,  sangat mempengaruhi kehidupan kita, yang melekat kuat pada memori kita.  Salah satu bentuk dari Rwa bhineda yang akan kita bahas adalah; Suka (cinta) dan tidak suka (tidak cinta). Yang kita sukai, kita kejar, setiap kali melihat, membicarakan, mendengarkan dan mendiskusikan yang kita sukai, ada energi positif yang mengalir, membuat kita bahagia. Sebaliknya yang tidak kita sukai, memperbincangkannya, melihat, mendengarkannya , ada energi negatif yang mengalir,membuat diri tidak senang atau menderita. Contoh kecil, melihat handphone (mobile phone) yang disukai, hati menjadi senang, ada energi positif yang mengalir. Tapi begitu melihat label harganya yang tampak terlalu mahal, otomatis hati menjadi tidak senang, dan ada energi negatif yang mengalir.

Hukum alam mengatakan, bila kita memupuk hal positip (baca: mengakumulasikan energi positif) maka kita akan memetik hal yang positif. Demikian pula sebaliknya, Bila kita memupuk yang yang negatif kita akan memetik sesuatu yang negatif. Perkara kita mau atau tidak mekanisme itu akan berjalan.

Sayangnya kebanyakan dari kita lebih sering membicarakan hal yang tidak kita suka setiap hari, tanpa kita sadari kita telah mengumpulkan demikian banyak energi negatif, dampaknya tentu saja sudah bisa ditebak, seperti mekanisme hukum alam diatas. Kita akan lebih mudah stress, sedih, capek, lemah, lemes, karena terganggu perasaan dan pikirannya. Seperti diketahui apapun yang kita katakan sesungguhnya dia telah kita pikirkan terlebih dahulu, jadi sebelum menjadi kata-kata dia telah melalui arena pikiran. Tubuh meresponse semua aktivitas pikiran dan perasaan kita, saat pikiran dan perasaan lemah, tubuhpun akan mengikutinya: contoh: “Hari ini hidupku sangat menderita..!” , otomatis pikiran dan perkataan ini akan memberikan energi negatif pada diri kita, dia pun terlepas ke alam ini, alam membalikkan seperti echo, percis sama, sehingga kita benar-benar hari itu menderita, padahal kalau diperhatikan kejadian-kejadian hari itu, biasa-biasa aja, maksudnya semua orang mengalami bukan hal yang spesial.

Oleh karenanya bila kita ingin berbahagia maka janganlah memupuk energi negatif, pupuklah energi positif. Dengan memulainya dari pikiran yang positif, perasaan yang positif, hidup akan menjadi optimis, setiap peristiwa yang tidak disukai akan tampak menjadi tantangan, menjadi guru untuk mematangkan kita.

Rahayu, Made M. Ruwais, 18 May 2012

~ oleh made24 pada Mei 18, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: