Kunci

Bila kunci rumah kita dipegang oleh orang lain, setiap kali kita mau masuk rumah, kita harus menunggu kehadiran orang lain itu. Demikian pula kunci dalam diri (rumah sang jiwa), bila kita serahkan pada orang lain, maka apapun aktivitas yang ingin kita lakukan harus menunggu kehadiran orang lain.

Mau belajar, nunggu teman akh…., mau berolah raga nunggu temen akh, mau makan, nunggu teman akh…., mau bekerja nunggu teman akh… dstnya… Bila teman berhalangan hadir, maka tidak belajar, tidak berolah raga, tidak makan, tidak bekerja….dst.. tidak ada aktivitas…

Maksud disini tentu saja bukan berarti anti teman. Teman sangat kita butuhkan namun kita harus mampu berdiri di kaki sendiri, mampu mandiri dalam menjalani kehidupan ini. Nasibmu ada di tanganmu sendiri…

~ oleh made24 pada Oktober 22, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: