•Oktober 30, 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Mari kita lanjutkan kisah Pandita yang sedang memberikan penjelasan pada para muridnya tentang Enam Tembok Penghalang Kesuksesan.
Di lembah Toya Mantra tempat dimana pesraman sang Pandita berdiri megah yang dikelilingi oleh bukit-bukit hijau, bukit kapasjawa, bukit bibun, bukit timbul, tampak Sang Pandita duduk di depan murid-muridnya, mereka berbincang-bincang akrab seperti seorang ayah dengan anak-anaknya, sesekali mereka tampak bercanda ria bagai seorang sahabat karib.
Guru yang satu ini memang sangat berbeda, Beliau tidak pernah menempatkan dirinya diatas para murid-muridnya, Beliau total lebur dengan siapapun yang hadir bertamu. Kesederhanaan, keceriaan, dan kelembutannya Lanjutkan membaca ‘Mabuk… Tembok Penghalang Kesuksesan ke 5′
Ditulis dalam Artikel, Manajemen, Religi
•Oktober 30, 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar
“Guru, tadi pagi guru telah menjelaskan pada kami tembok yang ke:3 yaitu Lobha yang tak terkendali. Ternyata banyak sekali penyakit masyarakat yang bisa tumbuh subur dengan tidak terkendalinya lobha/serakah itu. Kolusi, nepotisme, korupsi, lintah darat, adalah beberapa model produknya yang menyengsarakan rakyat banyak. Serakah yang tak terkendali ini pada akhirnya akan menuju pada himsa karma dalam bentuk yang halus. Lanjutkan membaca ‘Bingung..,Tembok Penghalang Kesuksesan 4′
Ditulis dalam Artikel, Manajemen, Religi
•Oktober 5, 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Kantakan kuupamagnin ca varjayanti sadaa naraah
Tathaa nrsamsakarmaanam varjayanti nardhanam.
Artinya:
Inilah keburukannya nrsangsa (mementingkan diri sendiri) tidak disukai dalam masyarakat; orang yang papa hina sekalipun tidak menyukainya; sebagai orang menghindari duri, sumur kering, ataupun api, demikianlah orang yang sesungguhnya meninggalkan orang yang nrsangsa itu. Lanjutkan membaca ‘Sarasamuccaya Sloka 67′
Ditulis dalam Sarassammucaya
10